Kesusahan saat Menelan Makanan? Awas Difteri!

DokterSehat.Com – Pernahkah anda mengalami masalah saat menelan makanan? Banyak orang yang menduga bahwa jika anda susah atau merasa sakit saat menelan makanan, maka amandel anda sedang mengalami masalah. Beberapa dugaan lain layaknya radang tenggorokan atau bahkan kondisi flu juga bisa menjadi alasan mengapa saat menelan makanan terasa sakit. Namun, pernahkah anda mendengar penyakit difteri yang bisa menjadi alasan mengapa anda kesusahan untuk menelan makanan?

doktersehat-sakit-tenggorokan

Penyakit difteri biasanya menyreang area tenggorokan. Penyebab penyakit ini sendiri adalah bakteri yang disebut sebagai corynebacterium diphteria yang bisa memicu rasa sakit pada saluran pernafasan, khususnya di area antara hidung dan tenggorokan. Disamping menyebabkan rasa sakit dan kesulitan saat menelan makanan, penyakit yang cenderung lebih mudah menyerang anak-anak ini juga bisa membuat demam atau pilek. Yang menjadi masalah adalah, difteri juga beresiko menyebabkan kematian bagi penderitanya jika tidak ditangani dengan benar.

Penderita difteri biasanya akan merasakan gejala yang mirip dengan pilek dan demam pada umumnya. Sayangnya, bakteri cornyebacterium diphteria ternyata juga menyebarkan racun ke seluruh tubuh sehingga penderitanya bisa mengalami muntah-muntah, suara serak dan tenggorokan sakit, yang berlanjut pada peningkatan denyut jantung dan bahkan sesak nafas. Jika kondisi ini dibiarkan begitu saja, maka saluran pernafasan akan jauh membengkak dan jika sudah sampai tertutup maka penderitanya bisa meninggal dunia.

Penyebab dari penyakit ini biasanya karena tertular oleh orang lain yang juga menderita penyakit difteri. Biasanya, orang yang meminum di gelas yang sama atau makan dengan sendok yang sama dari penderita difteri akan bersiko tertular penyakit ini. Jika penderitanya masih sempat diperiksakan di dokter, maka penyakit ini bisa diobati dengan cara menetralkan racun yang disebarkan oleh bakteri penyebab penyakit ini. Untuk menghindari penyakit ini, ada baiknya anak-anak diberikan imunisasi dini pada usia 3 hingga 5 bulan dengan suntikan DPT atau yang disebut sebagai Diphteria Pertusis Tetanus. Imunisasi tahap kedua pada usha 16 hingga 24 bulan, dan kemudian saat anak berusia 6 tahun juga diyakini mampu menghindarkan anak dari penyakit yang mematikan ini.

Baca Juga:  Cara Agar Makanan Gorengan Tidak Terlalu Berbahaya Bagi Kesehatan