Gejala dan Penyebab Kanker Testis

DokterSehat.com – Kanker testis terjadi pada testis yang terletak di dalam skrotum atau biasa disebut dengan buah zakar. Pada dasarnya testis berfungsi untuk memproduksi hormon seks dan sperma. Kanker testis jarang terjadi, namun di Amerika kanker testis umum dialami pria yang berusia 15 dan 34.



Kanker testis masih bisa disembuhkan, bahkan saat  kanker sudah menyebar ke luar testis. Pengobatan kanker testis tergantung pada jenis dan tahap kanker tersebut. Pemeriksaan testis secara teratur dapat membantu mengidentifikasi pertumbuhan kanker sejak awal, sehingga kanker lebih mudah diobati.

Gejala

Tanda dan gejala kanker testis termasuk:

  • Adanya benjolan atau pembesaran di salah satu testis
  • Buah zakar berat sebelah
  • Rasa sakit di perut atau selangkangan
  • Adanya timbunan cairan dalam skrotum
  • Rasa sakit atau ketidaknyamanan di testis atau skrotum
  • Payudara membesar

Kanker testis biasanya hanya dialami oleh satu testis. Segera periksakan diri ke dokter bila Anda merasa sakit, bengkak atau muncul benjolan di testis atau daerah selangkangan, terutama jika tanda-tanda dan gejala berlangsung hingga lebih dari dua minggu.

Penyebab

Belum diketahui pasti apa penyebab terjadinya kanker testis. Normalnya, sel-sel sehat dalam testis tumbuh dan membelah secara teratur untuk menjaga fungsi tubuh. Namun, terkadang beberapa sel mengalami kelainan sehingga menyebabkan pertumbuhan sel menjadi tidak terkontrol dan tertimbun di dalam testis.

Hampir semua kanker testis berawal dari sel germinal, yakni sel di testis berfungsi memproduksi sperma. Namun, belum diketahui pasti apa penyebab perkembangan abnormal sel germinal menjadi sel kanker.

Pengobatan

Pilihan pengobatan kanker testis tergantung pada jenis, tingkat keparahan kanker, dan kondisi kesehatan Anda secara keseluruhan. Pilihan pengobatan kanker testis antara lain:

Baca Juga:  Wanita Ini Terkena Alergi Dingin yang Ekstrim

Operasi
Tindakan pengangkatan testis merupakan pengobatan utama bagi hampir semua tahap dan jenis kanker testis. Untuk mengangkat testis Anda, dokter bedah akan membuat sayatan di pangkal paha dan seluruh testis melalui lubang. Umumnya semua prosedur bedah berisiko menimbulkan nyeri, perdarahan dan infeksi.

Pada kanker testis stadium awal, pembedahan mungkin menjadi satu-satunya pengobatan yang dibutuhkan. Setelah itu dokter akan menyarankan Untuk menjalani tes darah, CT scan dan prosedur lain untuk memastikan kanker kembali atau tidak. Prosedur ini biasanya dilakukan setiap beberapa bulan untuk beberapa tahun pertama dan kemudian lebih jarang setelah itu. Bila kanker testis lebih parah maka dokter akan  merekomendasikan perawatan lain setelah operasi.

Terapi radiasi
Terapi radiasi merupakan pilihan pengobatan yang sering digunakan pada orang yang memiliki jenis kanker testis seminoma. Terapi radiasi juga digunakan dalam situasi tertentu pada orang yang memiliki jenis nonseminoma kanker testis. Terapi radiasi menggunakan sinar energi bertenaga tinggi, seperti sinar-X, untuk membunuh sel kanker. Efek samping dari terapi ini bisa termasuk kelelahan, kulit kemerahan, iritasi pada perut, dan daerah selangkangan.

Kemoterapi
Pengobatan kemoterapi biasanya menggunakan obat untuk membunuh sel kanker. Obat kemoterapi akan mengalir ke seluruh tubuh untuk membunuh sel-sel kanker yang mungkin telah berubah dari tumor. Dokter Anda mungkin menyarankan kemoterapi setelah operasi. Kemoterapi dapat digunakan sebelum atau setelah pengangkatan kelenjar getah bening. Efek samping dari kemoterapi tergantung pada obat yang digunakan. Efek samping yang umum termasuk kelelahan, mual, rambut rontok, infertilitas dan peningkatan risiko infeksi.