Gejala Dan Penyebab Aneurisma Otak

Dokter Sehat – Aneurisma (aneurysm) otak atau aneurisma cerebral merupakan kondisi kesehatan akibat terjadinya pelebaran abnormal pembuluh darah di otak, pelebaran ini terutama berkembang di persimpangan arteri besar di dasar otak, di area yang disebut lingkaran willis. Pelebaran pembuluh darah akan menjadi semacam kantung, yang jika pecah menyebabkan perdarahan di dalam otak. Aneurisma yang pecah dapat mengancam jiwa dan harus segera mendapatkan perawatan medis.



Penyebab kondisi ini tidak diketahui dengan pasti, setelah melahirkan, wanita juga bisa mengalami aneurisma yang disebut aneurisma kongenital. Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko terkena aneurisma yang meliputi tekanan darah tinggi, aterosklerosis, tingkat tinggi serum kolesterol, trauma atau cedera, merokok dan penggunaan tembakau, infeksi darah, usia tua, penyakit ginjal polikistik, alkoholisme, diabetes, dan riwayat keluarga.

Gejala dari kondisi ini berbeda secara signifikan, tergantung pada lokasinya. Misalnya, gejala aneurisma otak berbeda dari aneurisma aorta. Dalam kasus aneurisma otak kecil, gejala mungkin tidak selalu terlihat dan kondisi ini umumnya terdeteksi selama tes dan pemeriksaan yang dilakukan untuk kondisi lain. Terkadang, sejumlah kecil darah dapat bocor dari aneurisma dan menyebabkan sakit kepala hebat yang datang tiba-tiba.

Gejala aneurisma otak belum pecah
Sebelum aneurisma pecah, pasien biasanya tidak mengalami gejala, namun ketika kepala ditekan, pasien mungkin akan mengalami beberapa gejala berikut :

1.Sakit kepala parah.

2.Masalah penglihatan.

3.Gangguan persepsi.

4.Gangguan atau masalah berpikir.

5.Kesulitan berbicara.

6.Kesulitan menyimpan memori jangka pendek.

7.Perubahan perilaku mendadak.

8.Sulit konsentrasi.

9.Kehilangan keseimbangan dan koordinasi.

10.Kelelahan.

Gejala aneurisma otak pecah :

1.Sakit kepala parah atau migraine.

2.Mual dan muntah.

3.Penglihatan kabur atau penglihatan ganda.

4.Kaku pada leher atau sakit leher.

Baca Juga:  Beberapa Penyebab Sakit Tenggorokan Yang Harus Kita Waspadai

5.Kepekaan terhadap cahaya.

6.Dilatasi pupil.

7.Kejang.

8.Nyeri di atas dan di belakang mata.

Prosedur diagnostik yang digunakan untuk mendeteksi kondisi ini antara lain angiografi, CT scan, MRI, dan ekokardiografi. Jika masih berukuran kecil, dokter mungkin saja tidak akan melakukan tindakan, melainkan hanya memantau kondisi ini.

Jika aneurisma semakin besar, maka umumnya tindakan operasi akan dibutuhkan. Jika aneurisma berada dalam perut, maka dokter dapat melakukan operasi aneurisma aorta abdominal endovascular. Untuk aneurisma aorta dada, operasi dianjurkan ketika aneurisma berukuran 5 cm atau lebih besar. Aneurisma otak juga diobati dengan operas, obat-obat tertentu juga diperlukan untuk pengobatan aneurisma otak yang terutama digunakan agar aneurisma otak tidak pecah. Obat-obatan tersebut termasuk calcium channel blockers, antikejang, penghilang rasa sakit, dan lain-lain. Aneurisma (aneurysm) bisa dicegah dengan mengontrol tekanan darah dan menjaga tingkat kolesterol pada tingkat yang sehat.