Ketoasidosis Diabetikum – Gejala dan Penegakan Diagnosis

Orang yang mengalami ketoasidosis diabetikum dapat memiliki satu atau lebih gejala berikut:

doktersehat-toilet-ambeien-wasir-buang-air-besar-lancar-bab-Inkontinensia-Usus-kencing-berdarah

  • Haus yang berlebihan atau meminum banyak cairan
  • Berkemih yang terlalu sering
  • Kelemahan umum
  • Muntah
  • Kehilangan nafsu makan
  • Bingung
  • Nyeri perut
  • Napas yang dangkal
  • Tampak sakit secara umum
  • Kulit kering
  • Mulut kering
  • Peningkatan denyut jantung
  • Tekanan darah rendah
  • Peningkatan laju pernapasan
  • Bau napas yang seperti buah (bau keton)

Kapan harus mencari perawatan medis untuk ketoasidosis diabetikum?
Kapan Anda harus menelepon dokter?

  • Jika Anda mengalami diabetes tipe apapun, kontak dokter Anda ketika Anda memiliki kadar gula yang sangat tinggi (biasanya di atas 350 mg) atau peningkatan moderat kadar gula yang tidak merespon pengobatan mandiri di rumah. Pada diagnosis awal dokter perlu mengikuti aturan untuk memberikan dosis pengobatan pada Anda dan mengecek kadar keton pada urin kapanpun Anda merasa sakit.
  • Jika Anda mengalami diabetes dan Anda mulai muntah, cari perhatian medis.
  • Jika Anda memiliki diabetes dan mengalami demam, hubungi dokter pelayanan kesehatan Anda.

Kapan sebaiknya  Anda pergi ke rumah sakit?
Orang diabetes sebaiknya perlu dibawa ke UGD jika orang tersebut tampak sakit yang signifikan, dehidrasi, kebingungan, atau lemah. Alasan lain untuk ke UGD adalah adanya napas yang dangkal dan cepat, nyeri dada, nyeri perut berat dengan muntah, atau demam tinggi (di atas 38oC)

Pemeriksaan dan tes untuk ketoasidosis diabetikum
Diagnosis KAD secara khusus dibuat oleh dokter melalui riwayat pasien, pemeriksaan fisik, dan tes laboratorium.

  • Tes darah dapat dilakukan untuk mengetahui kadar gula darah, kadar potasium, sodium, dan elektrolit lain. Pemeriksaan kadar keton dan fungsi ginjal dilakuan bersamaan dengan sampel gas darah (untuk memeriksa kadar asam darah, atau pH) juga seringkali dilakukan.
  • Pemeriksaan lain dapat digunakan untuk mengecek kondisi yang dapat memicu ketoasidosis diabetikum, berdasarkan riwayat penyakit dan pemeriksaan fisik yang ditemukan, meliputi pemerikssaan rontgen dada, elektrokardiogram (EKG), analisis urin, dan jika dibutuhkan dapat juga dilakukan CT-scan untuk otak.