Gejala dan Jenis Stroke

DokterSehat.Com – Sekarang stroke menjadi suatu penyakit yang menakutkan bagi masyarakat indonesia, pembangunan nasional, modernisasi serta globalisasi di Indonesia justru meningkatkan risiko stroke karena perubahan pola hidup masyarakat. Stroke sendiri merupakan suatu penyakit yang terjadi secara tiba-tiba ketika kita istirahat ataupun ketika kita sedang beraktivitas. Mengenali gejala gejala stroke sedini mungkin dan membawa pasien tersebut ke rumah sakit secepatnya sangat bermanfaat bagi kesembuhan dan kelangsungan hidup pasien.

doktersehat-vertigo-pusing-penyakit-kepala-berputar-demensia

Stroke dibagi menjadi 2 macam yaitu:

  • Stroke perdarahan (stroke hemoragik)

Suatu gangguan fungsi otak yang diakibatkan karena pecahnya pembuluh darah sehingga menyebabkan kurangnya asupan darah, nutrisi, oksigen untuk otak tersebut. Jika pasien yang mengalami stroke perdarahan tidak segera dibawa kerumah sakit maka bisa berakibat fatal.

  • Stroke sumbatan (stroke non hemoragik)

Sumbatan pembuluh darah yang memberikan aliran darah ke otak dapat menyebabkan stroke, jika dibiarkan terlalu lama tanpa pertolongan medis, kerusakan otak dapat semakin meluas dan sulit untuk pulih pada keadaan sediakala.

Beberapa gejala stroke yang mudah dideteksi:

  • Pasien tiba tiba hilang kesadaran tanpa ada sebab yang jelas
  • Bicara pelo mendadak
  • Mulut merot
  • Kelemahan kaki dan tangan yang mendadak, rasa baal di tangan, kaki, ataupun wajah
  • Muntah
  • Nyeri kepala
  • Penglihatan yang tiba tiba terganggu

Pemeriksaan penunjang yang sangat diperlukan untuk mendiagnosis stroke adalah CT-SCAN, alat yang dapat secara langsung membedakan tipe stroke dan letak pembuluh darah yang tersumbat ataupun pecah.

Seseorang yang dapat bertahan hidup atau pulih dari penyakit stroke memiliki risiko yang sangat besar untuk mengalami stroke kembali, sehingga pencegahan berupa meminimalkan faktor-faktor risiko terutama merubah pola hidup yang buruk menjadi pola hidup sehat (contohnya: kurangi merokok, kurangi konsumsi alkohol, kurangi makan makanan yang mengandung kolesterol, perbanyak aktivitas fisik) sangat dibutuhkan. Anggota keluarga dalam penyakit stroke memegang peranan penting dalam pengendalian fakor-faktor risiko tersebut.