Berkemih Terlalu Sering – Gejala

DokterSehat.Com – Kebanyakan orang biasanya buang air kecil 4-8 kali sehari. Berkemih lebih dari delapan kali sehari atau bangun di malam hari hanya untuk pergi ke kamar mandi lebih dari sekali di malam hari dianggap sebagai “peningkatan frekuensi berkemih”. Meskipun kandung kemih sering dapat menyimpan sebanyak 600 ml urin (sekitar 2½ cangkir), dorongan untuk buang air kecil biasanya dirasakan ketika kandung kemih mengandung sekitar 150 ml urin (lebih dari ½ cangkir).

doktersehat-toilet-ambeien-wasir-hemoroid

Ada dua cara yang berbeda untuk mengamati “berkemih terlalu sering”: peningkatan volume urin yang diproduksi (poliuria) atau disfungsi dalam penyimpanan dan mengosongkan urin.

Gejala
Meskipun ada banyak penyebab sering buang air kecil, gejala umumnya sama. Berikut adalah beberapa istilah yang digunakan untuk menggambarkan gejala yang mungkin menyertai sering buang air kecil.

  • Frekuensi: Kencing lebih dari delapan kali dalam sehari atau lebih dari sekali dalam semalam
  • Hesitansi: Pengosongan kandung kemih yang tidak penuh selama setiap episode buang air kecil. Mungkin ada penghentian tiba-tiba aliran urin karena spasme di otot kandung kemih atau uretra atau mungkin ada kesulitan memulai aliran urin.
  • Urgensi: Perasaan tidak nyaman tekanan pada kandung kemih yang membuat Anda merasa Anda harus buang air kecil “sekarang juga”
  • Inkontinensia urin: Ketidakmampuan untuk mengontrol aliran urine, menyebabkan kebocoran urin yang konstan atau intermiten
  • Disuria: Rasa sakit atau sensasi terbakar pada saat atau segera setelah buang air kecil. Ini mungkin merupakan tanda dari infeksi saluran kemih.
  • Hematuria: Terdapat darah dalam urin dapat jumlah kecil, gumpalan, atau cair. Hal ini biasanya akan menyebabkan urin berwarna lebih gelap.
  • Nokturia: Terbangun di malam hari untuk buang air kecil. Hal ini juga dapat dikaitkan dengan inkontinensia malam hari. (Pada anak-anak, kondisi ini juga meliputi “ngompol”.)
  • Pollakiuria: Sering buang air kecil di siang hari
  • Dribbling: Setelah selesai buang air kecil, urin terus menetes.
  • Straining/ Mengejan: Harus memeras atau mengejan untuk memulai aliran urin