Gejala Alergi Telur dari yang Ringan Sampai Terparah

DokterSehat.com – Telur kaya akan protein yang baik untuk pertumbuhan anak. Sayangnya, tidak semua anak bisa mentolerir makanan yang satu ini.



Alergi telur umumnya terjadi pada anak-anak dan alergi akan menghilang dengan sendirinya saat sudah dewasa, meskipun alergi masih tetap menetap pada beberapa orang.

Gejala yang muncul akibat alergi telur umumnya sama dengan gejala yang disebabkan oleh alergi makanan lainnya. Sebagian besar penderita akan mengalami reaksi yang ringan namun bisa juga menunjukkan gejala yang parah bila penderita cenderung sangat sensitif.

Alergi telur umumnya menunjukkan gejala seperti:

1. Eksim

Eksim merupakan penyakit kulit yang kerap dialami anak-anak yang menderita alergi setelah mengkonsumsi makanan yang mengandung telur.

2. Gatal-gatal

Tubuh biasanya akan memberikan reaksi gatal-gatal dengan cepat dan hilang dengan sendirinya setelah beberapa hari.

3. Gangguan lambung

Gangguan lambung seperti perut kembung atau diare kerap muncul setelah penderita mengkonsumsi telur. Pada beberapa kasus, gejalanya bisa diserti mual dan muntah.

4. Asma

Meski jarang terjadi, namun rekasi asma juga bisa muncul pada beberapa penderita alergi. Reaksi ini bisa membahayakan jika tidak segera ditangani. Asma akan mengakibatkan penderita sulit bernafas. Dalam kasus ekstrim, saluran napas bisa benar-benar terblokir sehingga penderita tidak dapat bernapas sama sekali.

5. Anafilaksis

Anafilaksis nerupakan gejla alergi yang paling parah. Reaksi alergi ini bisa mengakibatkan pelebaran pembuluh darah.

Kondisi ini bisa mengakibatkan terjadinya pembekakaan yang membuat pasien kesulitan bernapas. Selain itu, pemderita juga bisa mengalami penurunan tekanan darah. Anafilaksis tidak hanya terjadi pada penderita alergi telur, namun juga bisa terjadi pada penderita alergi kerang dan kacang.

Bagi orang yang rentan terhadap anafilaksis akibat alergi, dokter mungkin akan membekali pasien dengan Epipen untuk disuntikkan saat reaksi alergi menyerang.

Baca Juga:  Tentang Bahaya Perlemakan Hati (Fatty Liver)