Gatal Pada Rambut Kemaluan, Ini Penyebabnya

Doktersehat-rambut kemaluan gatal

DokterSehat.Com – Rasa gatal pada rambut kepala adalah adalah sesuatu yang pasti pernah di alami semua orang, hal ini biasanya terjadi apabila seseorang jarang membersihkan rambut di kepalanya dengan rutin. Namun, bagaimana jika yang mengalami gatal-gatal adalah rambut pada area kelamin?

Banyak orang yang merasa sudah membersihkan seluruh badan, terutama pada area kelamin—tetapi rambut kemaluan gatal masih terjadi. Mereka menganggap bahwa mandi dua kali sehari secara rutin sudah cukup untuk menjaga area kelamin.

Padahal, area kelamin adalah area yang cenderung sangat lembap karena pakaian dalam yang selalu digunakan sepanjang hari. Selain itu, area kelamin adalah area yang paling sering terkena air dibanding area tubuh yang lain. Kondisi ini membuat area kelamin menjadi tempat yang sangat ideal bagi jamur untuk tumbuh.

baca juga: Infeksi Jamur pada Kelamin Pria

Jamur yang berkembang dengan pesat di area rambut kelamin inilah yang menjadi pemicu rambut kemaluan gatal, apalagi jika rambut kemaluan tidak dirawat dan dibiarkan tumbuh dengan panjang.

Selain itu, kondisi rambut kelamin yang lebih lebat dibandingkan rambut kepala membuat jamur nyaman tumbuh dan membuat kutu pun menghinggapi area rambut kelamin. Kombinasi kutu dan jamur tentu akan membuat rambut kemaluan gatal menjadi semakin hebat yang pada akhirnya membuat seseorang ingin menggaruknya.

Perlu diketahui, menggaruk area kelamin justru akan membuat masalah ini menjadi lebih buruk karena adanya infeksi pada area kelamin. Alih-alih menggaruknya, obat gatal pada rambut kemaluan yang bisa Anda coba adalah menggunakan bedak yang mengandung bahan menthol.

Jangan mudah terpancing untuk menggaruk gatal-gatal ini karena bisa jadi infeksi pada kelamin disertai nanah yang tentu saja akan membuat gatal-gatal menjadi semakin parah.

Kutu Rambut Kemaluan

Seperti disinggung sebelumnya, selain disebabkan oleh jamur, rambut kemaluan gatal juga bisa terjadi akibat adanya kutu. Kutu rambut kemaluan merupakan sejenis serangga kecil yang berbentuk seperti kepiting dan menginfeksi area rambut kemaluan. Kutu rambut kemaluan ini juga akan menebarkan telurnya di sekitar rambut kemaluan Anda.

Cara penularan atau penyebaran kutu rambut kemaluan yang umum terjadi adalah melalui kontak seksual. Selain melalui kontak seksual, kutu rambut kemaluan juga dapat menyebar melalui benda yang digunakan oleh orang yang telah terinfeksi, seperti handuk, pakaian, atau seprai.

Meski begitu, kutu rambut kemaluan ini tidak dapat menular melalui penggunaan toilet, karena tidak memiliki kaki yang dapat bertahan di permukaan yang licin dan tidak dapat hidup jauh dari hangatnya tubuh manusia.

Rasa gatal yang ditimbulkan oleh kutu rambut kemaluan umumnya terjadi pada malam hari. Biasanya, rasa gatal akan muncul selama 2–4 minggu setelah terinfeksi atau bahkan segera setelah kutu menginfeksi area rambut kemaluan.

Selain rasa gatal, gejala lain yang bisa muncul yaitu luka gigitan di sekitar organ intim, luka bekas garukan, atau kulit yang berubah warna menjadi abu-abu kebiruan.

Salah satu yang bisa digunakan untuk mengatasi rambut kemaluan gatal yang disebabkan oleh kutu adalah dengan sampo atau lotion pembunuh kutu yang mengandung permethrin. Gunakan sampo atau lotion ini dalam waktu 7 hingga 10 hari. Sebelum menggunakannya disarankan untuk berkonsultasi dahulu dengan dokter ahli.

baca juga: 3 Masalah Serius Jika Anda Tak Segera Mencuci Kelamin Seusai Bercinta

Setelah itu, periksakan diri ke dokter setelah satu minggu pengobatan atau setelah Anda merasa kutu di sekitar organ intim Anda sudah mati. Dokter akan memastikan kutu dan telur kutu rambut kemaluan sudah benar-benar hilang.

Selain melakukan pemeriksaan untuk mendiagnosis penyakit kutu rambut kemaluan, dokter juga mungkin akan memeriksa adanya penyakit menular seksual, seperti chlamydia. Kutu rambut kemaluan lebih umum terjadi pada mereka yang menderita penyakit menular seksual.