Gatal Berlebihan Saat Hamil? Waspada Gejala Kolestasis Obstetri

doktersehat-wanita-hamil-musik-agar-bayi-pintar

DokterSehat.Com– Gatal-gatal saat hamil adalah hal yang sering terjadi saat kehamilan. Seiring dengan membesarnya rahim, kulit akan ikut meregang dan menyebabkan rasa gatal. Selain itu peningkatan aliran darah ke kulit juga dapat memicu rasa gatal. Namun jika Anda merasa gatal semakin menjadi, umumnya di trimester ketiga, Anda perlu waspada kolestasis obstetri atau intrahepatic cholestasis of pregnancy (ICP), sebuah kondisi kelainan saat hamil.

Kolestasis obstetri adalah gangguan kesehatan yang disebabkan oleh terganggunya aliran cairan empedu dalam tubuh. Umumnya garam empedu mengalir dari hati ke usus untuk membantu pencernaan. Pada kolestasis obstetri garam empedu tidak mengalir sehingga menumpuk dan menyebabkan timbulnya gatal-gatal di seluruh tubuh.

Menurut Cincinnati Children’s Hospital Medical Center, kolestasis terjadi pada 1 dari 1000 kehamilan dan umumnya dialami oleh wanita berdarah Swedia dan Chili. Sedangkan dikutip dari laman baby centre, kolestasis obstetri terjadi pada 1 dari 140 kehamilan dan lebih sering dialami oleh wanita berdarah India dan Pakistan.

Belum diketahui penyebab pasti kolestasis obstetri, namun para ahli menduga hal ini diesebabkan karena perubahan hormon. Hormon kehamilan dapat memengaruhi fungsi kantung empedu dan kadang menghambat atau menghentikan aliran empedu. Aliran empedu dari hati yang terhambat ini yang akan masuk ke darah.

Ada dua jenis kolestasis, yaitu extrahepatic cholestasis yang disebabkan kelainan di luar organ hati, misalnya karena batu empedu dan intrahepatic cholestasis yang terjadi karena gangguan di dalam organ hati.

Jika dalam riwayat keluarga ada yang mengalami kolestasis obstetri, maka kemungkinan Anda juga bisa mengalami kolestasis obstetri. Untuk memastikannya, Anda perlu menguji fungsi hati atau liver function test (LFT) dan beberapa tes liver lainnya hingga bayi Anda lahir.

Untuk meringankan rasa gatal, Anda dapat menggunakan krim seperti losion calamine yang aman bagi ibu hamil. Hindari menggaruk terlalu keras agar tidak menimbulkan luka. Kolestasis obstetri umumnya mereda beberapa waktu setelah melahirkan.