Gara-Gara Tato, Pria Ini Meninggal Dunia

DokterSehat.Com– Seorang pria berusia 31 tahun yang tidak disebutkan namanya diketahui meninggal dunia setelah berenang di Teluk Meksiko, Amerika Serikat. Namun, penyebab dari meninggalnya pria ini sungguh sangat tak terduga, yakni gara-gara tato di betis kanannya yang baru saja Ia dapatkan 5 hari sebelum berenang. Bagaimana mungkin sebuah tato bisa membuatnya meninggal dunia?



Pakar kesehatan menyebutkan jika dua hari setelah berenang, pria ini langsung mengalami demam. Kedua kakinya bahkan mengalami pembengkakan sehingga segera dilarikan ke rumah sakit oleh keluarganya. Di rumah sakit inilah, dokter menemukan tato yang ada pada betis sang pria telah berubah menjadi luka dengan warna kehitaman pada pinggiran tato tersebut. Pada pinggiran tato ini, terlihat ada cukup banyak cairan yang keluar. Tak hanya itu, hasil tes laboratorium juga menemukan adanya kadar enzim hati yang sangat tinggi yang berarti pria ini mengalami masalah liver yang kronis.

Dokter pun menduga jika sang pria terkena infeksi bakteri bernama vibrio vulnificus, bakteri yang memang ada di air laut. Penyakit ini biasanya bertanggung jawab pada penyakit layaknya demam, sakit perut, dan diare yang biasanya muncul 24 jam setelah infeksi terjadi. Dokter pun segera memberikan antibiotik demi mengatasi infeksi bakteri ini, sayangnya, pria ini justru mengalami septic shock dan akhirnya meninggal dunia karena komplikasi pada livernya yang sudah kronis, gagal ginjal, hingga nektorik pada luka tatonya.

Jared Jagdeo, MD, yang berasal dari University of California, menyebutkan bahwa meskipun memang tidak menjadi satu-satunya penyebab meninggalnya sang pria, dalam realitanya tato memang ikut berperan dalam menjadi jalan masuk bakteri yang menyebabkan infeksi. Karena alasan inilah, Jared menyarankan mereka yang baru saja mendapatkan tato untuk tidak berenang terlebih dahulu hingga luka pada tato benar-benar sembuh. Tak hanya itu, ada baiknya kita juga tidak mengkonsumsi kerang mentah demi menghindari masuknya bakteri vibrio vulnificus yang bisa menyebabkan infeksi.