Gara-Gara Takut Akan Virus Zika, Separuh Wanita di Brasil Memilih Untuk Menunda Kehamilan

DokterSehat.Com – Tahun 2016 adalah kasus dimana virus zika menjadi perhatian dunia kesehatan di seluruh dunia. Virus yang menyebar dengan cepat di kawasan Amerika Selatan dan Amerika Tengah ini memicu ketakutan dalam skala global, apalagi saat digelarnya Olimpiade Rio 2016 kemarin yang membuat banyak orang di seluruh dunia berkumpul di kota yang sama. Sebagai informasi, Brasil adalah negara dengan kasus epidemik virus zika paling besar di dunia dimana penderita infeksi virus yang disebarkan oleh nyamuk Aedes ini mencapai 110 ribu kasus.

doktersehat-demam-berdarah-dengue-zika

Yang menjadi kekhawatiran banyak pihak akibat infeksi virus zika ini adalah efek sampingnya bagi ibu hamil. Bagaimana tidak, andai virus ini menginfeksi ibu hamil, maka Ia pun beresiko melahirkan bayi yang terkena masalah mikrosefali, kondisi dimana otak dan kepala bayi berukuran lebih kecil dari ukuran bayi biasanya. Selain ukuran kepala dan otak yang lebih kecil, bayi yang terkena masalah mikrosefali ini juga dikhawatirkan mengalami gangguan kecerdasan atau perkembangan otak.

Karena kekhawatiran ini, 56 persen wanita yang ada di Brasil memilih untuk menunda kehamilan. Bahkan, menurut survei yang dilakukan secara nasional, diketahui bahwa wanita yang tinggal di kawasan timur Brasil, wilayah dimana kasus virus zika paling banyak ditemukan, memilih untuk tidak ingin hamil karena sangat takut akan infeksi virus ini.

Adanya penelitian ini diharapkan para pakar kesehatan mampu membuat pemerintah Brasil memberikan opsi reproduksi yang lebih luas. Sebagai contoh, wanita di Brasil memang dilarang untuk melakukan aborsi kecuali karena faktor kesehatan atau karena kasus pemerkosaan. Selain itu, diharapkan para wanita mendapatkan pilihan alat kontrasepsi yang jauh lebih beragam sehingga para wanita ini bisa mengendalikan kehamilan dengan lebih baik mengingat virus ini juga masih menjadi kekhawatiran banyak wanita di negara yang terkenal akan sepakbolanya tersebut.