Gara-Gara Suka Memakai Penyedap Rasa, Warga Indonesia Jadi Gampang Jatuh Sakit

DokterSehat.Com – Makanan khas Indonesia termasuk dalam makanan dengan rasa paling kaya dan paling enak di seluruh dunia. Variasi rasa dan berbagai bumbu rempah-rempah sudah membuat makanan kita terasa sangat nikmat. Sayangnya, kini banyak masyarakat yang justru menambahkan penyedap rasa dengan alasan agar makanan menjadi memiliki rasa yang lebih kuat. Sayangnya, karena kebiasaan ini, masyarakat Indonesia menjadi lebih gampang sakit.

doktersehat-makan-perlahan-pencernaan-penyedap-rasa-tidak-sehat

Pakar kesehatan dr. Ulul Albab, SpOg menyebutkan jika karena seringnya kita memakai penyedap rasa, maka kita pun akan meningkatkan resiko terkena penyakit berbahaya layaknya stroke, peningkatan tekanan darah, peningkatan kadar kolesterol jahat, atau bahkan penyakit diabetes. Berdasarkan data dari Riskesdas pada tahun 2013 saja, diketahui jika 77,3 persen masyarakat tanah air selalu memakai penyedap rasa dalam makanan sehari-harinya. Tak hanya itu, 40,7 persen masyarakat mengkonsumsi makanan kaya lemak setiap hari, dan 53,1 persen masyarakat mengkonsumsi makanan manis setiap harinya. Yang menjadi ironis adalah, konsumsi makanan sehat layaknya sayuran dan buah-buahan harian justru hanya dilakukan oleh 6,5 persen masyarakat saja. Tak hanya itu, 26,1 persen masyarakat Indonesia cenderung tidak aktif melakukan aktivitas fisik sehingga resiko terkena berbagai penyakit berbahaya meningkat tajam.

Dr. Ulul Albab pun menyarankan masyarakat tanah air untuk menerapkan gaya hidup sehat, khususnya dalam menerapkan pola makan dan minuman yang benar, serta mulai rutin melakukan olahraga. Perhatikan kadar gizi yang seimbang dalam setiap makanan yang dikonsumsi dan pastikan asupan air putih setiap harinya cukup. Ada baiknya kurangi konsumsi minuman kemasan yang kurang sehat, apalagi minuman bersoda. Tak hanya itu, mulailah rutin melakukan aktivitas fisik agar tubuh menjadi semakin bugar dan sehat dan sistem imunitas tubuh bisa menjadi lebih kuat.