Gara-Gara Salah Mengisi Obat Tetes Mata Dengan Isi Rokok Elektronik, Mata Wanita Ini Cedera

DokterSehat.Com – Pakar kesehatan menyebutkan jika ada baiknya obat-obatan disimpan di tempat tersendiri di dalam rumah dan tidak dicampurkan dengan benda-benda lainnya. Hal ini ternyata tidak diperhatikan dengan benar oleh seorang wanita dari Skotlandia. Ia menyimpan obat tetes matanya bersama dengan cairan isi rokok elektronik. Alhasil, Ia justru keliru mengambil cairan isi elektronik yang Ia kira sebagai obat tetes mata dan begitu menggunakannya, matanya pun langsung terkena cedera.

doktersehat-tetes-mata

Wanita yang tidak disebutkan namanya namun diketahui berusia 50 tahunan ini diketahui mendapatkan resep obat tetes mata dari dokter karena mengalami masalah konjungtivitis. Sayangnya, Ia menempatkan obat ini secara sembarangan bersama dengan isi rokok elektronik. Saat memakai isi rokok elektronik ini pada matanya, sang wanita pun segera merasakan rasa perih yang luar biasa. Matanya juga langsung memerah dengan pandangan yang semakin kabur. Ia pun langsung membilas matanya dengan air dan beruntung, tindakan ini mencegah kerusakan yang lebih aprah pada matanya.

Setelah mendatangi rumah sakit Gartnavel General Hospital, wanita ini dirawat oleh dr. David Lockington. Sang dokter menyebutkan jika sang wanita sangat beruntung tidak mendapatkan cedera parah pada matanya karena andai tidak sempat membilas mata dengan air, bisa jadi matanya mengalami kerusakan jangka panjang pada permukaan ocular atau bahkan mengalami kebutaan. Dr. Lockington menyebutkan jika matanya mengalami cedera karena cairan rokok elektronik memiliki pH sekitar 6 sehingga sangat asam jika dibandingkan dengan obat tetes mata yang hanya memiliki pH sekitar 7 hingga 7,3. Keasaman dari cairan rokok elektronik ini diyakini yang membuat cedera pada sel sensitif pada mata.

Menurut dr. Lockington, belakangan ini memang cukup banyak kasus cedera mata yang terkait dengan rokok elektrik meskipun kebanyakan memang dikarenakan ledakan, bukan karena keliru memakai cairan ini sebagai tetes mata. Namun, setidaknya kasus ini menjadi pelajaran bagi kita untuk selalu menempatkan obat-obatan di tempat yang berbeda.