Gara-Gara Menelan Kafein yang Setara Dengan 300 Cangkir Kopi, Dua Mahasiswa Ini Sempat Kritis

DokterSehat.Com – Sebuah kecelakaan saat melakukan studi kesehatan terjadi di Northumbria University di Inggris. Kampus yang ada di kota Newcastle, bagian utara Negeri Ratu Elizabeth ini, bahkan mengaku bersalah dan harus membayar denda dengan angka sekitar Rp 675 juta gara-gara dua mahasiswanya yang berada dalam kondisi kritis gara-gara menelan kafein yang memiliki dosis yang setara dengan 300 cangkir kopi. Mengapa hal ini bisa terjadi?

doktersehat-kopi-coffee-kehamilan-preganncy-menurunkan-depresi

Alex Rossetta dan Luke Parkin adalah dua mahasiswa yang bernasib naas tersebut. Mahasiswa dari departemen ilmu olahraga ini sedang terlibat dalam sebuah studi kesehatan kampus yang bertujuan untuk mengetahui dampak asupan kafein pada kegiatan olahraga. Jaksa penuntut umum yang menangani kasus ini, Adam Farrer, berkata bahwa Alex dan Luke seharusnya hanya mengkonsumsi 0,3 gram kafein. Sayangnya, gara-gara terjadi kekeliruan perhitungan, keduanya justru mengkonsumsi 30 gram kafein. Sebagai informasi, konsumsi 18 gram kafein saja sudah bisa menyebabkan overdosis dan kematian. Beruntung, berkat tindakan medis yang cepat, kedua mahasiswa ini segera dilarikan ke IGD dan segera pulih meskipun sempat dalam kondisi yang kritis.

Farrer berkata bahwa staf yang terlibat dalam studi ini melakukan kecerobohan luar biasa dan pihak kampus pun diminta untuk memberikan langkah tegas pada para staf tersebut mengingat telah membuat dua nyawa mahasiswa terancam. Diketahui, staf ini salah melakukan perhitungan dengan kalkulator dimana tanda desimal pada kalkulator ternyata tidak dipahami oleh para staff. Selain itu, studi ini juga tidak memiliki penilaian resiko sehingga akhirnya membuat kafein yang dikonsumsi Alex dan Luke bisa berkali-kali lipat dari batas aman.

Pakar kesehatan sendiri berkata bahwa overdosis kafein bisa menimbulkan gejala yang berbeda pada setiap orang. Ada yang merasakan getaran pada tangan, kedutan pada mata, sesak nafas, jantung berdebar-debar, kejang-kejang, hingga hilangnya kesadaran.