Gara-Gara Digigit Kutu, Pria Spanyol ini Meninggal Akibat Infeksi

DokterSehat.Com – Digigit kuku biasanya akan membuat gangguan kulit layaknya gatal-gatal atau munculnya bentol-bentol kemerahan pada kulit. Namun, kasus di Spanyol ini cukup mengejutkan dimana ada laporan seorang pria yang harus meregang nyawa akibat digigit kutu. Apa yang sebenarnya terjadi?

doktersehat-Ehrlichiosis-bakteri-kutu

Otoritas kesehatan Spanyol semenjak awal bulan ini sedang disibukkan dengan investigasi akan tewasnya seorang pria pada akhir Agustus kemarin yang disebabkan oleh penyakit yang disebut sebagai Crimean-Congo Hemoorrhagic Fever atau CCHF. Tak hanya membuat pria ini tewas, seorang perawat rumah sakit yang ada di ibukota Madrid juga ikut terinfeksi penyakit langka ini. Dari investigasi ini diyakini jika pria yang tewas ini digigit kutu saat berjalan-jalan di area Castilla-Leon, Spanyol. Pakar kesehatan setempat menyebutkan hal ini sebagai yang pertama kali yang terjadi di Madrid sekaligus yang pertama terjadi di Eropa Barat.

Badan Kesehatan Dunia WHO menyebutkan jika penyakit CCHF yang disebabkan gigitan kutu ini sendiri biasanya ditemukan di area Afrika, Negara Eropa-Balkan, Timur Tengah, dan juga Asia. Penyakit ini juga memiliki tingkat penularan mencapai 40 persen dan sayangnya masih belum ditemukan vaksinnya. Kutu yang menjadi penyebar utama penyakit CCHF ini adalah kutu dari genus Hyalomma. Penyebaran penyakit ini sendiri mirip dengan penyebaran penyakit yang disebabkan oleh nyamuk dimana kutu akan menghisap darah dari orang yang sudah terinfeksi dan kemudian menggigit orang lain sekaligus menyebarkan penyakit ini. Tak hanya melalui gigitan kutu, penyakit CCHF juga bisa menular jika diantara manusia salin terpapar cairan tubuh layaknya darah atau bahkan sekresi. Karena alasan inilah perawat rumah sakit juga ikut beresiko tertular mengingat Ia harus merawat penderita penyakit CCHF ini.

Baca Juga:  Bahaya! Jangan Pernah Lakukan Diet Yoyo

Sejauh ini, otoritas kesehatan Spanyol sudah mengkarantina setidaknya 200an orang yang dekat dengan pria yang meninggal dan juga perawat yang terinfeksi agar menutup kemungkinan penularan yang lebih luas.