Gangguan Sering Mengantuk

DokterSehat.Com – Menurut teori kesehatan yang kita ketahui bahwasannya kebutuhan tidurmanusia dewasa adalah berkisar antara 7 – 8 jam dalam 24 jam atau dalam kurun waktu sehari, bila kebutuhan tersebut tidak dipenuhi akan menyebabkan orang sering mengantuk. Karena tidak bisa kita pungkiri bahwasannya tidur yang baik bermanfaat bagi kesehatan tubuh kita selama dalam porsi yang cukup dan kawalitas yang baik, bila kebutuhan tidur tidak terpenuhi dengan baik maka hal tersebut akan berpengaruh tehadap segala aktifitas keseharian kita termasuk dalam produktifitas kerja kita.



Secara fisiologis tubuh mempunyai alarm yang dapat mengingatkan bahwa tubuh memerlukan istirahat yang cukup, apabila tubuh perlu istirahat, maka akan memberikan kode dalam bentuk rasa mengantuk. Coba kita bayangkan bila kita tidak merasa mengantuk dan tidak beristirahat. Maka apakah kita bisa beraktifitas sehari-hari dengan baik, mengantuk juga dapat menunjukkan bahwa otak sedang kekurangan oksigen. Oksigen dibutuhkan oleh sel-sel otak untuk melakukan aktivitas rutin sehari-hari. Apabila oksigen yang beredar di darah kurang mencukupi kebutuhan metabolisme dasar, otak pun akan kekurangan oksigen. Gejala yang ditunjukkan adalah mengantuk.

Berikut adalah beberapa penyebab orang mengantuk diantaranya yaitu :

  1. Anemia (kurang darah)
    Anemia merupakan penyebab utama rasa kantuk sering datang. Kekurangan darah menyebabkan kurangnya zat besi, sel darah merah yang diperlukan untuk membawa oksigen ke jaringan dan organ tubuh pun berkurang, sehingga menyebabkan orang sering merasa ngantuk.
  1. Hipotiroid (menurunnya produksi hormon tiroid)
    Tiroid adalah kelenjar kecil di dasar leher, yang berfungsi mengontrol metabolisme dan kecepatan mengubah bahan bakar menjadi energi. Ketika kelenjar kurang aktif dan fungsi metabolisme terlalu lambat, orang bisa merasa badan lesu dan selalu mengantuk.
  1. Diabetes
    Glukosa adalah bahan bakar dari energi yang dilepaskan dalam sel-sel karena adanya oksigen. Orang dengan diabetes tipe-2 memiliki tingkat glukosa darah yang tinggi, karena tubuh tidak dapat menggunakan glukosa ini untuk menyediakan energi. Oleh karena itu, individu dengan diabetes tipe-2 mengeluh merasa lelah dan mengantuk sepanjang waktu.
  1. Dehidrasi
    Kelelahan dan kantuk bisa merupakan tanda dehidrasi, segeralah cukupi kebutuhan air dalam tubuh agar selalu merasa segar dan bersemangat.
  1. Depresi
    Depresi bukan hanyan gangguan emosi tetapi juga banyak berkontribusi untuk gejala fisik. Kelelahan, selalu mengantuk, sakit kepala dan kehilangan nafsu makan adalah salah satu gejala yang paling umum pada orang yang mengalami depresi.
  1. Penyakit jantung
    Ketika mudah merasa lelah dan mengantuk dalam melakukan kegiatan sehari-hari, sebaiknya Anda harus memastikan bahwa jantung Anda dalam keadaaan yang baik, karena selalu mengantuk bisa jadi pertanda awal penyakit jantung.
  1. Sindrom kelelahan kronis
    Lelah biasanya segera hilang saat dibawa istirahat. Tapi untuk sindrom kelelahan kronis (chronic fatigue syndrome), lelah tidak cepat hilang dan biasanya ditandai dengan kelesuan, mengantuk, lekas marah, nyeri otot dan dalam beberapa kasus terjadi hilangnya memori.
  1. Gangguan tidur
    Gangguan tidur seperti sleep apnea dan insomnia juga dapat menyebabkan perasaan kelelahan dan kantuk terus-menerus. Tidur digunakan untuk memfungsikan tubuh kembali, sel-sel tubuh memperbaiki dan meremajakan diri.
Baca Juga:  Mengapa Sudut Bibir Kita Mudah Kering?

Sementara pada orang yang menderita kurang tidur karena insomnia, sleep apnea, maka sistem pernapasan akan terhambat sehingga sering menyebabkan kelelahan dan kantuk.

Semoga Beberapa penyebab kita merasa ngantuk terus yang tersebut diatas bisa memberikan informasi yang bermanfaat buat anda.