Gangguan Mata Silau

DokterSehat.Com – Selain rabun dekat dan jauh, rabun silau juga menjadi masalah utama yang dihadapi oleh kebanyakan individu di seluruh dunia.  Bukan saja menyulitkan pengliharan secara normal, rabun silau acapkali mengganggu berkendara seseorang terutama di waktu malam.



Dalam beberapa situasi, gejala kabur penglihatan membutuhkan perhatian segera, diantaranya :

  • Mereka yang mengalami kabur penglihatan secara tiba-tiba.
  • Mereka yang mengalami kebutaan parsial atau sepenuhnya pada sebelah atau kedua mata, meskipun sementara.
  • Mereka yang mengalami penglihatan ganda, meskipun sementara.
  • Mereka yang merasa seolah-olah pandangannya dilindungi oleh sesuatu atau seperti melihat tabir menutup dari bagian tepi.
  • Mereka yang melihat lingkaran disekeliling cahaya (halo) atau melihat suatu area yang herotberot secara tiba-tiba.
  • Orang yang mengalami sakit mata, terutama jika mata mereka merah. Mata merah yang sakit adalah suatu darurat.

Mata silau karena cahaya

Fotofobia (sensitif terhadap cahaya) adalah suatu gejala dimana mata menjadi sensitif yang ekstrim terhadap cahaya dan kebencian terhadap cahaya matahari atau tempat terang. Pasien yang memiliki masalah fotofobia mungkin disebabkan oleh masalah kesehatan yang berkaitan dengan mata atau sistem syaraf.

Orang yang memiliki luka dipermukaan kornea, tukak (keratitis) kornea, konjunktivitis, warna mata yang cerah, uveitis (radang mata), katarak dan siapa yang menderita migraine diperoleh sering mengalami sensitivitas yang ekstrim terhadap cahaya dan silau.

Yang lebih penting, fotofobia juga merupakan gejala pada masalah kesehatan yang lebih serius seperti botulisma, rabies, keracunan raksa atau meningitis. Dengan demikian, siapa yang mengalami fotofobia akut dianjurkan bertemu dokter secepatnya.

Perawatan yang terbaik untuk fotofobia ini adalah merawat penyebab masalah. Didalam Biasanya, ketika faktor penyebabnya telah dirawat, fotofobia akan hilang. Selama menjalani perawatan, pasien harus menghindari terkena cahaya matahari dan apa cahaya lain yang terang untuk mengurangi ketidaknyamanan. Memakai topi yang lebar dan kacamata gelap dengan perlindungan ultraviolet juga bisa mengurangi gejala fotofobia.