Gangguan Kesehatan Ini Kerap Terjadi Pada Bayi Prematur

DokterSehat.Com– Kasus bayi Debora yang meninggal di rumah sakit memang masih menjadi perbincangan hangat masyarakat, khususnya di dunia maya. Tak hanya membahas tentang penyebab kematian dari sang bayi malang ini, banyak orang yang juga penasaran tentang kondisi kesehatan bayi yang dilahirkan dengan prematur. Apakah memang mereka memiliki resiko lebih besar untuk terkena beberapa jenis penyakit tertentu?

doktersehat-sifilis-kongenital-bayi-Harlequin-Ichthyosis-mikrosefali

Gangguan pernafasan
Pakar kesehatan menyebutkan bahwa bayi yang terlahir prematur cenderung memiliki resiko untuk terkena gangguan pernafasan yang disebut sebagai respiratory distress syndrome. Sindrom ini terjadi karena bagian alveolus bayi kekurangan kadar surfaktan yang baru terbentuk pada minggu 20 hingga minggu 34 di dalam kandungan. Alhasil, paru-parunya cenderung tidak elastis dan membuat pertukaran oksigen dan karbondioksida dalam paru-paru pun menjadi tidak maksimal.

Ketidakseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh
Bayi yang dilahirkan secara prematur ternyata lebih beresiko untuk terkena ketidakseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh karena belum sempurnanya fungsi ginjal. Mereka juga cenderung lebih mudah terkena dehidrasi.

Kondisi hiperbilirubin
Karena terlahir prematur, maka fungsi organ hati juga belum akan berjalan dengan maksimal. Hal ini ternyata bisa berpengaruh buruk bagi pengiriman bilirubin pada usus dan akhirnya menyebabkan kadar bilirubin dalam darah menjadi berlebihan. Hal ini akan membuat tubuh bayi terlihat kekuningan.

Terkena anemia
Bayi yang terlahir prematur akan memiliki organ tubuh yang belum benar-benar matang, termasuk komponen darah. Hal ini bisa membuat masalah pada sel darah merah yang tentu akan meningkatkan resiko anemia.

Gangguan nutrisi
Proses penyerapan makanan pada bayi prematur cenderung belum berlangsung dengan baik sehingga dikhawatirkan bayi akan mengalami masalah kekurangan nutrisi dan gangguan pada sistem imun tubuhnya.