Gangguan Kepribadian Ambang – Pengertian dan Penyebab

Gangguan kepribadian ambang atau Borderline adalah suatu kondisi gangguan psikologis dimana penderitanya menunjukkan ketidakstabilan dalam suatu hubungan, suasana hati, dan citra diri (self-image). Gangguan kepribadian sendiri digambarkan sebagai gangguan berkepanjangan fungsi kepribadian dalam diri seseorang (biasanya di atas usia delapan belas tahun, meskipun juga ditemukan pada remaja), ditandai dengan kedalaman dan variabilitas suasana hati.

doktersehat-Skizofrenia-gangguan-kepribadian-ambang

Sikap dan perasaan terhadap orang lain berubah-ubah dengan cepat dalam periode yang singkat. Emosinya tidak teratur. Subjek sangat memperhatikan argumen, cepat marah dan sarkastik dalam memandang orang lain. Penderita tidak mampu mengembangkan pemikiran yang jernih dan mungkin tidak menyetujui nilai-nilai, kesetiaan, dan karir. Mereka tidak mampu bertahan sendiri tanpa orang lain, jadi mereka cenderung memiliki hubungan personal yang selalu ribut, tidak bertahan lama dan sangat singkat, serta kurangnya penerimaan saling mengevaluasi diri. Subjek dengan perasaan depresi yang kronis dan kesepian akan melakukan upaya manipulatif untuk bunuh diri.

Kebanyakan, tanda-tanda gangguan yang pertama muncul di masa kecil. Tapi tidak ada masalah mulai awal sampai dengan masa dewasa. Pengobatan bisa sulit, dan hasil yang lebih baik dapat membutuhkan waktu tahunan. Masalah dengan emosi dan perilaku sulit untuk diperbaiki. Tapi dengan pengobatan, kebanyakan orang dengan gejala berat dapat lebih baik dari waktu ke waktu.

Apa yang menyebabkan gangguan ini?
Para ahli tidak tahu persis apa yang menyebabkan gangguan kepribadian. Masalah dengan bahan kimia dalam otak yang membantu pengontrolan suasana hati yang dapat memainkan peran. Hal ini juga tampaknya diturunkan secara genetik dalam keluarga.

Seringkali, orang yang mendapatkannya menghadapi semacam trauma masa kecil seperti penyalahgunaan, penelantaran, atau kematian orang tua. Risiko ini lebih tinggi bila orang-orang yang memiliki trauma masa kecil juga memiliki masalah kecemasan atau stres.