informasi kesehatan
DokterSehat.com telah dipercaya lebih dari 6 tahun sebagai Informasi Kesehatan, tips kesehatan
dan konsultasi online segala macam jenis penyakit, kanker, seksualitas dan kesehatan keluarga.


                     

Gangguan Kencing akibat Penyakit Saluran Prostat ( BPH)

Gangguan Kencing akibat Penyakit Saluran Prostat ( BPH)

DokterSehat.com – GANGGUAN saluran kencing bisa saja dialami semua orang. Terlebih pada laki-laki paruh baya adalah gangguan seperti sering bolak-balik ke kamar kecil, merasa kencing tidak tuntas, dan harus menunggu ketika akan berkemih.

Menurut dr Fajar Rudy Qimindra dari Rumah Sakit Pertamina Balikpapan, kemungkinan besar gangguan tersebut berkaitan dengan kelenjar prostat, yang merupakan salah satu organ kelamin pria yang terletak di bawah kandung kemih dan membungkus saluran kemih yang terakhir.

”Bila mengalami pembesaran, organ ini akan membuntu saluran tersebut dan menghambat aliran urine dari kandung kemih,” katanya.

Kelenjar prostat berbentuk sebesar buah kenari dengan berat normal pada orang dewasa sekira 20 gram. Kelenjar ini merupakan salah satu kelenjar kelamin yang penting untuk memproduksi senyawaan pada pembentukan cairan semen.

Salah satu gangguan prostat yang sering terjadi ialah Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) atau pertumbuhan berlebihan dari sel-sel prostat yang tidak ganas. Pembesaran prostat ini merupakan proses alamiah yang terjadi pada laki-laki sesuai pertambahan usia akibat bertambahnya sel kelenjar prostat. Berdasarkan penelitian, jika berumur lebih dari 50 tahun, kemungkinan akan mengalami pembesaran prostat adalah 50 persen. Ketika berusia 80-85 tahun, kemungkinan akan meningkat menjadi 90 persen.

Penyebab membesarnya prostat ini sampai sekarang belum diketahui pasti, tetapi beberapa hipotesis menyebutkan bahwa proses ini erat kaitannya dengan kadar hormonal dan proses penuaan (aging process). Yang dimaksud akibat gangguan hormonal, yaitu dengan bertambah tuanya seorang pria, maka kadar hormon seks pria (androgen) seperti testosteron berkurang, sedangkan hormon seks wanita berupa estrogen yang dalam keadaan normal didapati dalam jumlah sangat sedikit pada pria menjadi meningkat.

Dikatakannya, gejala BPH dapat digolongkan menjadi dua, yaitu gejala obstruktif (pembuntuan) dan gejala iritatif (iritasi). Gejala obstruktif meliputi hesitancy (menunggu untuk memulai kencing), pancaran kencing lemah, pancaran kencing terputus-putus, tidak puas saat selesai berkemih, rasa ingin kencing lagi sesudah kencing dan keluarnya sisa kencing atau tetesan urine pada akhir berkemih .

Yang termasuk gejala iritatif (iritasi) adalah frekuensi kencing yang tidak normal (terlalu sering), terbangun di tengah malam karena sering kencing, sulit menahan kencing, dan rasa sakit waktu kencing. Terkadang bisa juga terjadi hematuria (kencing berdarah).

Pada umumnya, penderita menunjukkan gejala-gejala yang merupakan gabungan dari gejala akibat penyumbatan dan iritasi, walaupun sering hanya satu atau dua gejala yang menonjol.

Untuk pengobatannya, tidak semua pasien BPH perlu menjalani tindakan medis. Kadang-kadang mereka yang mengeluh ringan dapat sembuh sendiri tanpa mendapatkan terapi apa pun. Tetapi di antara mereka akhirnya ada yang membutuhkan terapi obat-obatan atau tindakan medis lainnya karena keluhannya semakin parah.

Ada beberapa pilihan terapi pasien BPH, di antaranya observasi bagi penderita yang tanpa keluhan sampai keluhan ringan, obat-obatan yang berfungsi mengurangi hambatan di leher kandung kemih sehingga bisa memperlancar saat berkemih, ada obat yang bekerja secara hormonal dan berfungsi mengurangi volume prostat. Selain kedua jenis obat tersebut, ada juga terapi dengan fitotherapy/jamu-jamuan yang mekanismenya belum jelas.

Bagi penderita BPH yang sudah menimbulkan penyulit tertentu, seperti batu saluran kemih, kencing berdarah, infeksi saluran kemih atau setelah mendapatkan terapi obat-obatan tidak menunjukkan perbaikan hendaknya dilakukan operasi.

Sumber : fajarqimi.com

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 7.0/10 (5 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: +1 (from 3 votes)
Gangguan Kencing akibat Penyakit Saluran Prostat ( BPH), 7.0 out of 10 based on 5 ratings
pf button both Gangguan Kencing akibat Penyakit Saluran Prostat ( BPH)
                     

4 Responses to “Gangguan Kencing akibat Penyakit Saluran Prostat ( BPH)”

  1. fery says:

    Mf sya mau tanya
    saya mealami persis seperti apa yang ada di alenia 7
    Tp sya baru berumur 24 tahun
    Mohon penjelasannya, trima kasih

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 2 Thumb down 3

  2. rizal says:

    bu, nama saya rizal, saya laki-laki berusia 21 tahun, saya sering kencing dimalam hari,bila bagun tidur pasti ingin kencing dan saya juga mersa sakit pinggang bila menahan ingin kencing, apakah ada gangguan pada diri saya?

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 2 Thumb down 0

  3. ririn says:

    kakek saya umur 80.. sudah operasi 1 kali..tapi sekarang mengeluh tak bisa kencing lagi..kenapa ya ??trus luka insisi menonojol

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 1 Thumb down 0

  4. isyan says:

    terapi apa yg sesuai dgn keluhan diatas…
    olahraga yg bisa mengurangi dari keluhan tsb apa yaa?

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0


Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>