Gangguan Jiwa Skizoafektif Lebih Membahayakan Dari Skizofrenia

DokterSehat.Com – Gangguan skizoafektif adalah kelainan mental yang rancu yang ditandai denganadanya gejala kombinasi antara gejala skizofrenia dan gejala gangguan afektif diamankeduanya sama-sama menonjol pada saat yang bersamaan, atau dalam beberapa hariyang satu sesudah yang lain, dalam satu episode penyakit yang sama.

13

Gangguan skizoafektif memiliki ciri baik : skizofrenia dan gangguan afektif (sekarang disebut gangguan mood). Kriteria diagnostic untuk gangguan skizoafektif telah berubah seiring dengan berjalannya waktu, sebagian besar karena perubahan kriteria untuk skizofrenia dan gangguan mood. Terlepas dari sifat diagnosis yang dapat berubah, diagnosis ini tetap merupakan diagnosis yang terbaik bagi pasien yang sindroma klinisnya akan terdistorsi jika hanya dianggap skizofrenia atau hanya suatu gangguan mood saja.

Ciri-ciri umum penderita

Terjadinya gabungan gejala skizofrenia seperti : halusinasi, mendengar bisikan-bisikan, delusi, kekacauan komunikasi dengan gangguan afektif seperti kecemasan, depresi, kesedihan, amarah atau juga histeria.

Prevalensi seumur hidup dari gangguan skizoafektif adalah kurang dari 1 persen,kemungkinan dalam rentang 0,5 sampai 0,8 persen. Tetapi angka tersebut adalah angka pekiraan,karena berbagai penelitian terhadap gangguan skizoafektif telah menggunakan kriteria diagnosticyang bervariasi. Prevalensi gangguan telah dilaporkan lebih rendah pada laki-laki dibandingkanwanita, khususnya wanita yang menikah. Usia onset untuk wanita adalah lebih lanjut daripadausia untuk laki-laki. Laki-laki dengan skizoafektif kemungkinan menunjukkan perilaku antisocialdan memiliki pendataran atau ketidaksesuaian afek yang nyata.

Penyebab gangguan skizoafektif adalah tidak diketahui, tetapi  model konseptual telah diajukan :

  • Gangguan skizoafektif mungkin merupakan suatu tipe skizofrenia atau suatu tipe gangguan mood.
  • Gangguan skizoafektif mungkin merupakan ekspresi bersama-sama dari skizofrenia dan gangguan mood.
  • Gangguan skizoafektif mungkin merupakan suatu tipe psikosis ketiga yang berbeda, tipeyang tidak berhubungan dengan skizofrenia maupun suatu gangguan mood saja.

Pasien dengan masalah skizo-afektif ini merupakan tipikal yang paling berbahaya dan lebih berpotensi untuk melakukan bunuh diri dari pada jenis skizofrenia yang lain.

Baca Juga:  4 Hal Yang Perlu diketahui Tentang ALS

Penanganan yang serius dan berkelanjutan dapat menyembuhkan penderita gangguan Skizoafektif. Konsultasikan kepada psikiater atau dokter jiwa bagi penderita yang sudah pada tahap skizoafektif.