Gak Nyangka, Ternyata Ini Penyebab Remaja Jaman Now Lebih Nakal

doktersehat-polusi-newdelhi-india

DokterSehat.Com– Jika kita tinggal di kota besar, ada kemungkinan besar kita akan menghirup udara yang jauh lebih kotor dibandingkan dengan saat berada di pedesaan. Udara yang tercemar ini berasal dari gas buang kendaraan, polusi pabrik, polusi rumah tangga, dan lain sebagainya. Yang menjadi masalah adalah, polusi udara ini bisa dihirup oleh paru-paru dan akhirnya sampai ke otak dan mempengaruhi perilaku kita.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di University of Southern California, Amerika Serikat, 682 orang yang saat itu baru berusia 9 tahun diamati kehidupannya sehari-hari selama 9 tahun. Para peneliti kemudian juga mengecek kualitas udara di kawasan California selatan pada tahun 2000 hingga 2014, khususnya level PM 2,5 yang merupakan partikel halus pada polusi udara. Hasilnya adalah, sekitar 75 persen partisipan menghirup kandungan PM 2,5 dengan level jauh dari tingkat aman, yakni 12 mikrogram per kubik meter. Di sebagian wilayah, tingkat pencemaran kandungan ini bahkan bisa mencapai 2 kali lipat.

Remaja yang tinggal di kawasan dengan kadar PM 2,5 tinggi, khususnya yang kerap terpapar asap kendaraan bermotor, akan cenderung menunjukkan perilaku anti sosial, mudah berbuat curang, sering membolos dari sekolah, kerap melakukan vandalisme, hingga beresiko terlibat dalam dunia narkoba.

Tak disangka, partikel halus ini bisa memasuki tubuh hingga ke otak dan akhirnya merusak sel-sel saraf yang mengendalikan emosi sekaligus cara mengambil keputusan. Bagi anak-anak atau remaja yang masih dalam fase perkembangan, dampak ini tentu akan sangat buruk bagi perkembangan mental mereka.

Dr. Diana Younan menyebutkan bahwa tak hanya paparan PM 2,5, kandungan timah pada polusi udara juga mempengaruhi kenakalan para remaja. Karena alasan inilah anak-anak yang tinggal di dekat dengan kawasan jalan besar cenderung mudah terjebak dalam kenakalan remaja.

ikuti-kontes-sehatitubaik-menangkan-berbagai-hadiah-menarik