Gagal Ginjal Kronik – Pengobatan dan Gaya Hidup Sehat

Doktersehat-gagal-ginjal-kronik

Tujuan pengobatan untuk penyakit gagal ginjal kronik adalah untuk mencegah atau memperlambat kerusakan lebih lanjut. Kondisi lain seperti diabetes atau tekanan darah tinggi biasanya menyebabkan penyakit ginjal, sehingga sangat penting untuk mengidentifikasi dan mengelola kondisi yang menyebabkan penyakit ginjal Anda.

Hal ini penting dilakukan untuk mencegah penyakit dan menghindari situasi yang dapat menyebabkan kerusakan ginjal atau membuat kondisi kesehatan lebih buruk. Jika Anda memiliki diabetes, penting untuk mengontrol gula darah dengan diet, olahraga, dan obat-obatan. Kadar gula darah yang tinggi dapat merusak pembuluh darah di ginjal.

Sementara, jika Anda mengalami tekanan darah tinggi, penting untuk menjaga tekanan darah Anda dalam rentang target, misalnya kurang dari 130/80. Oleh karena itu, hindari garam, olahraga teratur, tidur cukup, dan hindari stres. Perbanyak makanan seperti timun dan belimbing.

Sedangkan, jika kondisi atau penyakit lain yang menyebabkan kerusakan ginjal, seperti penyumbatan (obstruksi) pada saluran kemih atau penggunaan obat jangka panjang, sebaiknya konsultasi dengan dokter mengenai pengobatan apa yang tepat untuk Anda.

Penderita gagal ginjal kronik bisa saja mendapatkan resep obat tekanan darah, seperti ACE inhibitor atau angiotensin II receptor blocker (ARB). Obat-obatan ini digunakan untuk mengurangi protein dalam urine dan membantu mengelola tekanan darah tinggi.

Gaya Hidup Sehat

Penderita gagal ginjal kronik dapat mengambil langkah-langkah sederhana untuk membantu mengendalikan penyakit ginjal, diantaranya:

  • Diet sehat. Seorang ahli diet dapat membantu membuat rencana makan dengan jumlah garam (natrium), cairan, dan protein yang tepat.
  • Olahraga yang rutin. Konsultasi dengan dokter untuk membuat program olahraga yang tepat.
  • Jangan menggunakan zat-zat yang dapat membahayakan ginjal, seperti alkohol, tembakau, atau obat-obatan terlarang. Pastikan juga bahwa dokter tahu semua resep yang penderita pernah dapatkan.

Selain itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan darah dan urine secara teratur serta memeriksa seberapa baik ginjal berfungsi dan apakah perubahan rencana pengobatan diperlukan. Pemeriksaan ini sangat penting untuk membantu memantau penyakit.

Pemeriksaan itu meliputi:

  • Glomerulus filtrasi rate (GFR), untuk memperkirakan seberapa baik ginjal menyaring darah dan untuk mengetahui tahap penyakit.
  • Tes untuk mengukur jumlah protein dalam urine, hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah obat perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh.

Jika penyakit semakin memburuk, gejala seperti seperti kelelahan, mual, dan kehilangan nafsu makan mungkin lebih sering terjadi atau menjadi lebih parah. Diskusikan dengan dokter untuk membuat rencana perawatan dan untuk membantu mengontrol gejala-gejala yang muncul.

Sementara itu, jika penderita gagal ginjal kronik mengalami anemia, penderita mungkin perlu untuk mengambil obat yang disebut erythropoietin rekombinan (rhEPO). Obat ini membantu tubuh membuat sel-sel darah merah baru dan dapat membantu meningkatkan nafsu makan serta rasa nyaman pada tubuh.

Jika penderita mengalami sindrom uremik (uremia), penderita memerlukan proses dialisis atau transplantasi ginjal karena limbah tubuh yang sudah terlalu banyak.

Pengobatan Gagal Ginjal Kronik

Ketika fungsi ginjal Anda telah mengalami penurunan, maka hal ini memiliki efek berbahaya bagi kondisi tubuh secara keseluruhan. Hal ini dapat menyebabkan masalah jantung, tulang, dan otak.

Setelah mengalami gagal ginjal, seseorang perlu menjalankan dialisis atau membutuhkan ginjal baru. Meski begitu, kedua pilihan tersebut memiliki risiko dan manfaat masing-masing.

Dialisis adalah proses membersihkan limbah dan cairan ekstra dari tubuh dan mengembalikan keseimbangan yang tepat dari elektrolit dalam darah. Penderita dapat menggunakan proses dialisis selama bertahun-tahun. Sedangkan, untuk jangka pendeknya penderita bisa melakukan transplantasi ginjal.

Gagal Ginjal Kronik: 1 2