Gagal Ginjal, Advent Bangun Dirawat di Rumah Sakit

advent-bangun-gagal-ginjal-doktersehat

DokterSehat.Com– Aktor laga legendaris Advvent bangun dikabarkan terkena gagal ginjal dan kini harus dirawat di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta. Advent harus menjalani transfusi dan cuci darah sehingga belum bisa kembali ke rumah.

Lois Sinulinga, istri dari aktor yang kerap menghiasi layar bioskop tahun 80-an ini menyebut suaminya kerap muntah-muntah. Padahal, syarat pasien cuci darah adalah banyak mengkonsumsi makanan. Karena dianggap kekurangan asupan karena seringnya muntah, Advent pun harus menjalani tambah darah. Beruntung, Kondisi Advent sudah semakin membaik. Kini ia bahkan sudah bisa diajak berkomunikasi tanpa lagi perlu menggunakan alat bantu pernafasan meskipun jarum infus masih tertancap di lengannya.

Sejak pertengahan tahun 2017, Advent memang harus menjalani cuci darah akibat dari gagal ginjal yang Ia derita. Lois pun berkata bahwa gagal ginjal ini mulai menyerang suaminya sejak tahun 2005. Sejak saat itulah Ia harus rutin cuci darah dua kali dalam seminggu. Sayangnya, karena faktor usia, kondisi kesehatannya cenderung semakin menurun.

advent-bangun-gagal-ginjal-doktersehat
Photo Credit: Instagram/ lambe_turah

Kondisi kesehatan Advent ternyata viral di media sosial. Bahkan, di salah satu postingan, dikabarkan bahwa Advent sangat membutuhkan bantuan berupa darah dengan golongan O sehingga jika memang ada yang bisa membantu diminta untuk segera mendatangi RS Fatmawati. Namun, Lois membantah hal tersebut. Meskipun memang sudah mendapatkan transfusi darah sebanyak 3 kantung, Ia tidak kesulitan untuk mendapatkannya.

Advent ternyata juga mengalami kekurangan asupan cairan sehingga sempat tidak diperkenankan untuk cuci darah. Karena alasan inilah Lois dan pihak keluarga sedang berusaha agar Advent bisa segera melakukannya.

Gagal ginjal terjadi karena organ ini tidak mampu lagi berfungsi sebagai penyaring darah di dalam tubuh. Akibatnya, tubuh dipenuhi dengan berbagai racun dan zat sisa yang tentu akan membuat kondisi kesehatan penderitanya menurun drastis.