Gadis Ini Harus Merelakan Impiannya Menjadi Dokter Gara-Gara Mengidap Penyakit Langka

DokterSehat.Com – Gadis remaja berusia 18 tahun bernama Julia Gordon harus merelakan impiannya untuk menjadi calon dokter. Gadis yang berasal dari Riverside, California, Amerika Serikat ini sebenarnya sudah diterima menjadi mahasiswa di University of California (UCLA) yang ada di Los Angeles, di jurusan ilmu saraf, sayangnya, gara-gara didiagnosis terkena penyakit sindrom uremik-hemolotik yang sangat langka, Ia pun harus fokus dalam penyembuhan kondisi kesehatannya dan kesulitan mengikuti kegiatan belajar.

doktersehat-sakit-perut

Penyakit ini membuat Gordon bisa mengalami anemia parah hingga beresiko mengalami gagal ginjal yang sangat akut. Ia sendiri mengaku sudah mulai merasakan gejalanya semenjak tahun 2012 dimana pada awalnya, Ia hanya merasakan mual-mual dan sakit perut biasa. Namun, lama-lama Ia merasakan nyeri hingga ke area bawah dadanya dan Ia pun segera memeriksakan diri ke rumah sakit. Nyeri ini memang terkadang bisa reda dengan sendirinya namun saat muncul, rasanya sangatlah menyiksa.

Dokter yang memeriksa Gordon pada awalnya tidak menduga jika pasiennya sedang mengidap semakin langka, namun, lama kelamaan kondisi kesehatan sang gadis semakin lemah dimana Ia kerap dilarikan ke rumah sakit dan badannya semakin kurus. Tim dokter di rumah sakit pun akhirnya melakukan pengecekan secara menyeluruh dan menemukan bahwa kadar hemoglobin dalam tubuh Gordon sangatlah rendah dan kondisi kesehatan ginjalnya sudah sangat parah. Setelah mendapatkan konsultasi dari ahli nephrologis, onkologi, hingga penyakit dalam lainnya, barulah diketahui bahwa sang gadis menderita penyakit langka sindrom uremik hemolitik.

Karena penyakit langka ini, Ia pun harus mendapatkan antibodi khusus dari rumah sakit setidaknya sekali dalam dua bulan. Ia bahkan diketahui akan terus mengidap penyakit ini seumur hidupnya dan akan kerap berada di rumah sakit sehingga akan sulit baginya mengikuti kegiatan universitas. Meskipun berat dan harus merelakan mimpinya sebagai dokter, Gordon merasa bersyukur karena keluarganya masih mendukung dirinya sepenuh hati setiap hari.