Fobia – Pengertian dan Penyebab

doktersehat-fobia-takut
photo credit: megan leetz

DokterSehat.Com– Fobia adalah jenis kecemasan yang dapat mengubah hidup seseorang untuk menghindari sesuatu yang mereka takuti, dapat berupa situasi, objek tertentu, atau makhluk tertentu. Sekitar 10 juta orang di Inggris diperkirakan memiliki fobia.

Seseorang yang memiliki fobia sebenarnya memahami bahwa ia memiliki rasa takut yang berlebihan atau tidak beralasan. Upaya untuk melawan rasa takut tersebut hanya akan membawa lebih banyak kecemasan. Fobia sering dimulai pada masa kanak-kanak. Ketakutan tersebut tidak rasional dan melumpuhkan kemampuan seseorang. Ketakutan ini juga menghasilkan keinginan yang kuat untuk menghindari objek atau situasi yang ditakuti.

Fobia spesifik atau sederhana adalah yang paling sering –melibatkan hal-hal sepele seperti sekolah, dokter gigi, anjing, ular, ketinggian, terowongan atau terbang. Ketakutan biasanya bukan dari obyek itu sendiri tetapi dari beberapa kejadian traumatik, seperti jatuh dari pesawat.

Fobia kompleks termasuk fobia sosial dan agoraphobia –bukan hanya takut ruang terbuka, tetapi menjadi cemas tentang kesulitan melarikan diri dari tempat atau situasi tertentu.

Pada fobia sosial, pusat ketakutan seseorang adalah dihina di depan umum. Orang dengan jenis fobia bahkan mungkin menolak makan di rumah makan umum. Mereka menghindari berbicara di depan umum, pesta, dan toilet umum. Situasi dan tempat-tempat tersebut membuat mereka takut, muka memerah, jantung berdebar, berkeringat, gemetar, gagap atau pingsan.

Penyebab Fobia

Beberapa fobia spesifik dapat dijelaskan oleh peristiwa traumatis awal, seperti gigitan anjing, tetapi sebagian besar tidak memiliki penyebab yang jelas. Kebanyakan berkembang ketika ketakutan yang mendasar atau suatu konflik ditransfer ke sesuatu yang sama sekali tidak berhubungan.

Agoraphobia (gangguan kecemasan) dapat berkembang sebagai respons terhadap serangan panik berulang. Gejala fobia sosial dapat berkembang pada awal masa kanak-kanak, tapi penyebab sebenarnya tidak diketahui.

Fobia spesifik
Ini biasanya berkembang sebelum usia 4 hingga 8 tahun. Dalam beberapa kasus, mungkin hasil dari pengalaman awal yang traumatis. Salah satu contohnya adalah klaustrofobia yang berkembang seiring waktu setelah seorang anak yang lebih muda memiliki pengalaman yang tidak menyenangkan di ruang terbatas.

Fobia yang dimulai selama masa kanak-kanak juga dapat disebabkan oleh menyaksikan fobia seorang anggota keluarga. Seorang anak yang ibunya memiliki arachnofobia, misalnya, jauh lebih mungkin mengembangkan fobia yang sama.

Fobia yang kompleks
Lebih banyak penelitian diperlukan untuk memastikan dengan pasti mengapa seseorang mengembangkan agoraphobia atau kecemasan sosial. Para peneliti saat ini percaya fobia yang kompleks disebabkan oleh kombinasi pengalaman hidup, kimia otak, dan genetika.

Bagaimana otak bekerja selama fobia

Beberapa area di otak menyimpan dan mengingat berbahaya atau berpotensi. Jika seseorang menghadapi peristiwa serupa di kemudian hari, area otak tersebut mengambil memori yang penuh stres, kadang-kadang lebih dari satu kali. Ini menyebabkan tubuh mengalami reaksi yang sama.

Dalam fobia, area otak yang menangani rasa takut dan stres terus mengambil peristiwa yang menakutkan secara tidak tepat.

Para peneliti telah menemukan bahwa fobia sering dikaitkan dengan amigdala, yang terletak di belakang kelenjar pituitari di otak. Amygdala dapat memicu pelepasan hormon “fight or flight“. Ini menempatkan tubuh dan pikiran dalam keadaan yang sangat waspada dan stres.

Fobia – Halaman Selanjutnya: 1 2 3
ikuti-kontes-sehatitubaik-menangkan-berbagai-hadiah-menarik