Fobia Sosial, Lebih Dari Rasa Malu

DokterSehat.com – Fobia sosial merupakan ketakuatan menetap terhadap keberadaan orang lain, tanpa diketahui penyebabnya. Gangguan ini bahkan bisa menyebabkan penderita melakukan bunuh diri.



Fobia sosial biasanya ditandai dengan menghindari tempat-tempat yang ramai. Penderita biasanya akan mnghindari kegiatan seperti berbicara di depan umum, makan atau menulis di depan umum, atau sekedar buang air kecil di  toilet umum.  Dalam situasi keramaian penderita akan mengalami ketakutan bila diawasi atau mendapat penilaian negatif dari orang lain.

Penderita fobia sosial cenderung menghindari situasi yang bisa membuatnya dinilai dan menunjukkan tanda-tanda kecemasan atau berprilaku secara memalukan. Bila penderita merasa ketakutan maka akan menunjukkan wajah yang memerah dan keringat yang berlebih.

Melakukan aktivitas di tempat-tempat umum seperti restoran bahkan toilet dapat memicu kecemasan ekstrim, bahkan serangan panik yang berlebihan.

Penderita fobia sosial cenderung bekerja dengan pekerjaan yang jauh di bawah kemampuan dan kecerdasannya akibat rasa ketakutan yang berlebihan. Rasa takut ini bukan hanya sekedar rasa malu terhadap orang lain namun jauh lebih parah dari itu. Hal ini pada akhirnya membuat penderita rela bekerja dengan gaji rendah ketimbang mendapat pekerjaan yang lebih baik, namun setiap hari berhadapan dengan orang lain.

Gangguan ini lebih banyak dialami wanita ketimbang pria. Sebanyak 60 persen penderita fobia sosial adalah wanita. Tidak seperti fobia spesifik, yang sering terjadi pada masa kanak-kanak, fobia sosial biasanya mulai terjadi, selama masa remaja atau dewasa awal.

Fobia sosial umumnya dapat menimbulkan gejala, seperti:

  • Palpitasi jantung
  • Keringat berlebihan
  • Pusing
  • Gemetaran
  • Badan terasa panas dingin
  • Diare
  • Gangguan perut
  • Otot menegang
  • Kerongkongan terasa seperti tersekat
  • Gelisah