Flu pada Bayi Tidak Selalu Butuh Obat

DokterSehat.Com – Hidung kecil bayi sering mengalami flu. Bayi dapat mengalami flu delapan kali atau lebih dalam satu tahun pertama kehidupannya. Meskipun serangan pilek dan bersin-bersin ini jarang sekali merupakan hal yang berbahaya, tetapi tetap saja sering membuat orang tua cemas – dan akhirnya membawa anak mereka berobat ke dokter spesialis anak. Jika para orang tua mengetahui bagaimana cara membuat anaknya yang sedang flu merasa lebih nyaman dan mengetahui kapan mereka perlu membawa anak mereka ke dokter, tentu mereka akan dapat merasa lebih tenang.

doktersehat-bayi-rewel-nangis-sakit-perut-demam-flu

Penyebab
Bayi sering mengalami flu karena sistem kekebalan tubuh mereka belum siap untuk melawan ratusan jenis virus yang dapat menyebabkan infeksi. Virus yang menyebabkan flu ini beterbangan di udara ketika ada orang sakit yang bersin-bersin atau batuk-batuk. Virus ini juga dapat mendarat di permukaan benda seperti mainan dan meja. Jika bayi menyentuh benda-benda tersebut, kemudian memasukkan tangannya ke dalam mulut – kebiasaan yang sering sekali bayi lakukan – bayi akan tertular virus tersebut.

Bayi seringkali tertular flu dari tempat penitipan anak. Atau mereka bisa juga tertular dari kakak mereka yang membawa virus penyebab flu tersebut dari sekolah ke rumah – atau tertular dari orang dewasa yang menyentuh bayi setelah bersalaman dengan orang lain yang sedang sakit.

Gejala
Bayi mulai menunjukkan tanda-tanda sakit flu sekitar 1-3 hari setelah terinfeksi virus. Gejala yang muncul pada bayi dan anak kecil dapat meliputi:

  • Hidung tersumbat
  • Keluar cairan dari hidung, yang awalnya jernih tetapi di pada hari berikutnya dapat berubah warna menjadi kuning atau hijau
  • Bersin
  • Batuk
  • Rewel
  • Lemas
  • Nafsu makan menurun
  • Sulit tidur
  • Demam
  • Muntah, diare

Gejala-gejala di atas akan mulai menghilang dalam waktu 7-10 hari.

Pengobatan
Flu pada bayi tidak perlu diobati. Gejalanya akan menghilang sendiri dalam beberapa hari. Antibiotik tidak akan memberikan manfaat karena hanya membunuh bakteri, sedangkan pada bayi, penyebab flu terbanyak adalah virus.

Orang tua pasti ingin membantu mengurangi gejala flu yang sedang dialami oleh anak. Namun, jangan pernah memberikan obat-obat flu dan batuk yang dijual bebas tanpa resep dokter pada bayi dan balita. Obat-obat ini tidak untuk anak di bawah usia 6 tahun, dan dapat menimbulkan efek samping yang berbahaya bagi anak kecil. FDA menyarankan untuk tidak memberikan obat-obat semacam ini pada anak usia kurang dari 4 tahun.

Untuk menurunkan demam agar anak lebih nyaman, dapat menggunakan acetaminophen (misalnya, Paracetamol) atau ibuprofen jika usia anak lebih dari 6 bulan. Baca petunjuk penggunaan yang tertera pada label untuk memastikan dosis yang tepat sesuai dengan usia dan berat badannya.

Jangan memberikan obat-obatan apapun yang mengandung Aspirin pada anak. Obat ini dapat meningkatkan risiko penyakit langka tetapi berbahaya yang dikenal dengan sindroma Reye.

Baca Juga:  Cara Kerja Rompi Anti Kanker

Untuk membuat anak lebih nyaman, biarkan anak tidur lebih lama dan boleh juga dicoba metode-metode berikut.

  • Lebih banyak cairan. Berikan ASI lebih banyak untuk bayi. Pada bayi usia lebih dari 6 bulan, boleh juga diberikan air putih dan jus buah 100%. Cairan tambahan ini akan mencegah dehidrasi dan menjaga hidung dan mulut anak agar tetap lembab dan tidak kering.
  • Semprotkan larutan saline dan hisap lendir. Jika bayi sulit bernapas karena hidung tersumbat, semprotkan atau teteskan larutan saline (NaCl 0,9% – bisa dibeli di apotek) ke dalam semua lubang hidung untuk mengencerkan lendir. Kemudian gunakan pipet isap (tersedia di apotek) untuk mengeluarkan lendir. Tekan balon pipet sebelum dimasukkan ke lubang hidung kemudian letakkan ujungnya di lubang hidung anak. Lepaskan balon pipet perlahan-lahan untuk mengisap lendir. Cuci ujung pipet dengan sabun dan air setiap kali setelah digunakan. Jika tidak ada larutan saline, bisa juga dengan air suling atau air minum yang bersih dan matang.
  • Menggunakan pelembab udara (humidifier). Alat ini akan meningkatkan kelembapan udara di sekitarnya sehingga hidung bayi tidak kering. Cuci setelah digunakan untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur.

Pencegahan
Sayangnya, sakit flu tidak bisa selalu dicegah, apalagi ketika udara dingin dan banyak virus yang beterbangan. Namun, risiko penularan pada bayi dapat diminimalisir dengan beberapa tips berikut ini.

  • Minta siapapun yang sedang sakit flu untuk tidak main ke rumah dulu hingga sembuh.
  • Jauhkan bayi dari keramaian dimana kuman ada dimana-mana.
  • Sering-seringlah cuci tangan. Minta setiap orang yang akan menyentuh bayi untuk cuci tangan terlebih dahulu.
  • Bersihkan mainan bayi dengan sabun dan air secara rutin.
  • Jangan biarkan orang lain menggunakan perlengkapan yang digunakan oleh bayi.
  • Beritahukan kepada anak yang lebih besar yang sedang sakit flu agar menutup hidung dan mulut dengan tisu atau sapu tangan saat batuk atau bersin.
  • Jangan sampai ada orang yang merokok di dekat anak. Asap rokok membuat bayi lebih mudah sakit.

Kapan kita perlu menghubungi dokter?
Tidak perlu menghubungi dokter jika usia bayi lebih dari 3 bulan. Pada bayi yang lebih kecil, hubungi dokter segera setelah gejala flu muncul – apalagi jika disertai juga dengan demam. Gejala mirip flu mungkin juga merupakan sinyal dari penyakit yang lebh berbahaya, misalnya pneumonia atau infeksi telinga. Lebih baik segera memeriksakan bayi ke dokter.

Berapapun usia anak, hubungi dokter jika muncul gejala penyakit yang lebih serius seperti di bawah ini:

  • Demam >38,8 ºC
  • Sesak napas
  • Tidak mau makan dan minum
  • Tanda-tanda dehidrasi, misalnya mata cekung, tidak keluar air mata saat menangis, atau buang air kecil sedikit
  • Tampak sangat mengantuk

Juga hubungi dokter jika bayi tidak membaik setelah sakit selama kurang lebih satu minggu, atau jika gejalanya semakin memburuk.