Flek Paru-Paru Pada Anak

DokterSehat.Com – Pernahkah anda mendengar penyakit flek pada bayi? Apa itu flek? Perlu diketahui pengertian flek paru-paru ini, pada awal nya istilah flek yang umumnya dipakai oleh kalangan dokter yang bertujuan bagi penyakit Tuberkulosis. Flek paru-paru adalah salah satu penyakit yang berbahaya dan menyerang siapa saja tidak terkecuali pada anak-anak.

doktersehat-anak-sakit-batuk-konsultasi-dokter

Definisi
Tuberkulosis adalah suatu infeksi oleh Mycobacterium tuberculosis yang menyerang berbagai organ, terutama paru-paru.

Penyebab
Penyebabnya adalah bakteri Mycobacterium tuberculosis. Janin bisa tertular  dari ibunya selama masih berada dalam kandungan, sebelum atau selama persalinan berlangsung (karena menghirup atau menelan cairan ketuban yang terinfeksi) maupun setelah lahir (karena menghirup udara yang terkontaminasi oleh percikan ludah yang terinfeksi). Jika tidak diobati dengan antibiotik atau tidak diberikan vaksinasi, maka sekitar separuh bayi yang ibunya menderita tuberkulosis aktif akan menderita penyakit ini pada tahun pertama.

Gejala
– Demam
– Tampak mengantuk
– Tidak kuat menghisap
– Gangguan pernafasan
– Gagal berkembang (tidak terjadi penambahan berat badan)
– Pembesaran hati dan limpa karena organ ini menyaring bakteri tuberkulosis sehingga menyebabkan aktivasi sel-sel darah putih.

Diagnosa
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Pada ibu hamil secara rutin dilakukan tes tuberkulin. Hasil yang positif sebaiknya diikuti dengan pemeriksaan rontgen dada. Tes tuberkulin seringkali dilakukan pada bayi yang ibunya memberikan hasil tes positif. Jika diduga suatu tuberkulosis, maka dilakukan pembiakan cairan serebrospinal, cairan dari saluran pernafasan dan cairan lambung. Untuk mengetahui adanya infeksi pada paru-paru, dilakukan rontgen dada. Biopsi hati, kelenjar getah bening atau paru-paru dilakukan untuk memperkuat diagnosis.

Pengobatan
Apabila seorang wanita hamil hasil tes tuberkulin didapatkan positif tetapi tanpa gejala dan hasil rontgen dadanya normal, diberikan isoniazid. Tetapi pengobatan ini biasanya baru diberikan pada trimester ketiga atau setelah persalinan karena adanya resiko kerusakan hati pada wanita hamil. Jika seorang wanita hamil memiliki gejala, akan diberikan antibiotik isoniazid, pirazinamid dan rifampin. Selama ibu masih bisa menularkan penyakitnya, bayi tidak boleh dekat ibu. Sebagai tindakan pencegahan, diberikan isoniazid kepada bayi. Kepada bayi yang menderita tuberkulosis diberikan isoniazid, rifampin dan pirazinamid. Jika infeksi sudah sampai ke otak, diberikan kortikosteroid.