Flek Paru-Paru Pada Anak

DokterSehat.com– Flek paru-paru merupakan penyakit yang terkadang menyerang pada anak-anak. Istilah flek paru-paru digunakan untuk memperhalus penyakit TBC (Tuberkulosis). Flek disini menunjukkan kelainanan pada paru-paru yang terlihat melalui hasil rontgent. Penyakit ini dapat disebabakan oleh beberapa hal, misalnya lendir karena infeksi atau alergi, proses radang seperti pada infeksi akibat TBC atau kuman lainnya. Sedangkan bakteri yang menyebabkannya adalah Mycobacterium Tuberculosis.



Menurut para praktisi kesehatan, khususnya paru-paru penyakit flek ini banyak menyerang bayi dan balita di bawah umur dua tahun. Meski penyakit ini juga menyerang pada orang dewasa, yang memiliki imunitas rendah atau yang hidup di lingkungan orang-orang yang terinfeksi bakteri ini. Bakteri TBC ditularkan melalui percikan ludah, batuk, bersin, dan udara pernapasan dari penderita tuberkulosis.

Apabila TBC menyerang pada anak atau balita, gejala awam yang dapat dilihat adalah deman yang begitu tinggi selama tiga bulan berturut-turut. Namun demam ini tidak turun meski sudah diberikan obat penurun panas. Selain itu, berat badan sang anak pun tidak kunjung naik seiring dengan bertambahnya usia, meskipun sudah banyak diberikan makanan bergizi. Sedangkan pada bayi dapat ditandai dengan diare kronik yang berlangsung terus-menerus.

Untuk mengetahuinya, Dokter akan melakukan tes Mantoux, rontgent, dan darah untuk mengetahui kemungkinan terdeteksi flek paru-paru. Meskipun anak positif terkena flek paru-paru bukan berarti bakteri tersebut sudah berkembang menjadi penyakit TBC atau TB aktif. Hanya sekitar 10% saja, anak yang terinfeksi TBC akan terjangkit penyakit ini. Namun jika penyakit ini menyerang pada bayi, pastinya akan lebih berat dikarenakan kekebalan tubuh alaminya belum sempurna. Pada orang dewasa TB akan terlokalisasi hanya di paru-paru hanya karena sudah memiliki kekebalan tubuh.

Baca Juga:  Awas, Pneumonia Stafilokokus Bisa Terjadi Saat Dirawat Di Rumah Sakit!

Oleh karena itu, harus segera dilakukan penanganan pada bayi setelah didiagnosa terdeteksi flek paru-paru. Pengobatan yang dilakukan biasanya oral menggunakan obat anti TB atau obat kombinasi selama 6 bulan, atau 9-12 bulan bagi TBC paru berat yang sudah menjalar ke otak hingga mengakibatkan meningitis.

Untuk mencegah terserangnya flek paru-paru pada bayi adalah dengan memberikan ASI, zat-zat kekebalan tubuh sejak lahir (imunisasi), serta makanan bergizi lainnya.