Flavonoid, Nutrisi Dalam Buah dan Sayur yang Baik untuk Kesehatan

DokterSehat.Com – Flavonoid merupakan suatu phytonutrien yang terkandung dalam buah dan sayuran. Ada 6000 tipe flavonoid yang terdapat dalam berbagai buah dan sayuran. Dalam beberapa tahun terakhir, para peneliti berusaha meneliti berbagai kegunaan flavonoid pada tubuh manusia.

doktersehat-blueberrry-raspberry

Penyakit penyakit yang dapat dicegah oleh konsumsi flavonoid adalah:

  1. Penyakit Jantung dan pembuluh darah

Beberapa studi yang dilakukan di US dan Eropa menunjukkan bahwa flavonoid yang berhubungan dengan menurunnnya risiko penyakit jantung dan pembuluh darah, sel endotel dari pembuluh darah berperan penting dalam menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah dengan memproduksi nitrit oksida yang berguna untuk melebarkan pembuluh darah. Nutrien flavonoid ini berperan dalam membantu nitrit oksida dalam melebarkan pembuluh darah pada pasien dengan penyakit jantung koroner, juga berperan pada mereka yang memiliki kolesterol tinggi dan pada penderita diabetes. Flavonoid sendiri juga berperan dalam mencegah terjadinya sumbatan dari pembuluh darah.

  1. Kanker

Pada penelitian yang ditunjukkan pada British Journal of Cancer, menyatakan bahwa peningkatan flavonoid dapat mengurangi risiko terkena kanker payudara pada perempuan dan juga dapat mengurangi risiko kanker lambung baik pada pria mapun pada wanita. Penelitian di Finland juga menyatakan bahwa laki laki yang mengkonsumsi flavonoid lebih kecil kemungkinan untuk menderita kanker paru paru.

  1. Neurodegeneratif

Flavonoid yang memiliki fungsi antiinflamasi dan antikosidan bisa membantu mencegah penyakit Parkinson, dementia dan juga Alzheimer yang biasa menyerang orang orang lanjut usia. Flavonoid juga meningkatkan aliran darah ke otak, meningkatkan fungsi kognitif.

Beberapa makanan yang mengandung flavonoid :

  • Blueberry
  • Anggur
  • Raspberrry
  • Anggur merah
  • Bawang merah
  • Apel
  • Coklat
  • Teh hijau
  • Teh hitam

Efek samping dari konsumsi flavonoid alami dari buah – buahan dan sayur yang terlalu banyak belum pernah ada. Ini mungkin disebabkan juga karena cepatnya metabolisme dan eliminasi flavonoid dalam tubuh manusia.

Baca Juga:  Bahaya Makan Roti Tawar

Sumber : ncbi.nlm.nih.gov/pubmed