<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan - Dokter Sehat</title>
	<atom:link href="http://doktersehat.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://doktersehat.com</link>
	<description>Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 24 May 2013 09:26:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5.1</generator>
		<item>
		<title>Sindroma Reiter, Radang Sendi dan Tendon</title>
		<link>http://doktersehat.com/sindroma-reiter-radang-sendi-dan-tendon/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/sindroma-reiter-radang-sendi-dan-tendon/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 May 2013 09:26:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penyakit Dalam]]></category>
		<category><![CDATA[Reumatologi]]></category>
		<category><![CDATA[mata]]></category>
		<category><![CDATA[Pengobatan]]></category>
		<category><![CDATA[sendi]]></category>
		<category><![CDATA[Sindroma Reiter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=17438</guid>
		<description><![CDATA[DokterSehat.com – Sindroma Reiter merupakan peradangan sendi dan tendon yang menyertainya. Kondisi ini kerap disertai dengan peradangan pada konjungtiva mata dan selaput lendir seperti di mulut, penis, vagina, dan saluran kemih, serta muncul ruam-ruam yang khas. Sindroma Reiter disebut artritis reaktif sebab peradangan sendi timbul sebagai reaksi terhadap infeksi yang berasal dari bagian tubuh lainnya [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://doktersehat.com">DokterSehat.com</a> – Sindroma Reiter merupakan peradangan sendi dan tendon yang menyertainya. Kondisi ini kerap disertai dengan peradangan pada konjungtiva mata dan selaput lendir seperti di mulut, penis, vagina, dan saluran kemih, serta muncul ruam-ruam yang khas.</p>
<p style="text-align: justify;">Sindroma Reiter disebut artritis reaktif sebab peradangan sendi timbul sebagai reaksi terhadap infeksi yang berasal dari bagian tubuh lainnya selain sendi. Ada 2 jenis Sindroma Reiter, yaitu:</p>
<p style="text-align: justify;">1. Terjadi setelah adanya infeksi saluran pencernaan seperti salmonelosis.</p>
<p style="text-align: justify;">2. Terjadi dengan penyakit menular seksual seperti infeksi klamidia. Pria muda lebih sering mengalami kondisi ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><b>Penyebab</b></p>
<p style="text-align: justify;">Belum diketahui pasti penyebab munculnya Sindroma Reiter. Faktor genetik diduga memiliki pengaruh terhadap terjadinya penyakit yang kerap dialami pria yang berusia di bawah 40 tahun.</p>
<p style="text-align: justify;"><b>Gejala</b></p>
<p style="text-align: justify;">Penyakit ini biasanya akan menunjukkan gejalanya dalam kurun waktu 7-14 hari setelah terinfeksi. Gejala awal yang sering ditunjukkan berupa peradangan uretra yakni saluran yang membawa urin dari kandung kemih keluar tubuh. Pada pria, peradangan ini mengakibatkan munculnya rasa nyeri dan penis mengeluarkan nanah. Kelenjar prostat bisa meradang dan nyeri.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada wanita gejala saluran kemih-kelamin biasanya lebih ringan, yakni berupa keputihan ringan atau nyeri saat berkemih. Selaput yang melapisi bola mata dan kelopak mata akan meradang dan menjadi merah serta membuat munculnya rasa gatal, seperti terbakar, atau mengeluarkan air mata yang berlebihan.</p>
<p style="text-align: justify;">Peradangan dan nyeri sendi bisa ringan atau berat. Beberapa sendi akan terkena, terutama jari kaki, lutut, dan tumit. Pada kasus yang berat, peradangan dan nyeri bisa sampai ke tulang belakang.</p>
<p style="text-align: justify;">Terkadang muncul ruam di kulit terutama di telapak tangan dan telapak kaki. Gejala lain yang ditunjukkan adalah adanya endapan kuning di bawah kuku jari tangan dan kaki.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada sebagian besar penderita, gejala awalnya akan menghilang dalam 3-4 bulan. Pada separuh penderita, artritis dan gejala lainnya muncul lagi setelah beberapa tahun. Bila gejalanya menetap atau sering kambuh, maka bisa terjadi kelainan bentuk pada sendi dan tulang belakang.</p>
<p style="text-align: justify;"><b>Pengobatan</b></p>
<p style="text-align: justify;">Artritis biasanya diobati dengan obat anti-peradangan non-steroid. Bisa juga diberikan obat imunosupresan, seperti metotreksat atau sulfasalazin. Selain itu bisa juga disuntikkan langsung kortikosteroid ke dalam sendi yang meradang. Pengobatan luka di kulit dan konjungtivitis tidak perlu dilakukan, namun peradangan mata yang parah mungkin memerlukan salep atau tetes mata kortikosteroid.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/sindroma-reiter-radang-sendi-dan-tendon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penyebab dan Gejala Bronkiektasis</title>
		<link>http://doktersehat.com/penyebab-dan-gejala-bronkiektasis/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/penyebab-dan-gejala-bronkiektasis/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 May 2013 09:22:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penyakit Dalam]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Paru]]></category>
		<category><![CDATA[batuk]]></category>
		<category><![CDATA[darah]]></category>
		<category><![CDATA[infeksi]]></category>
		<category><![CDATA[Pengobatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=17436</guid>
		<description><![CDATA[DokterSehat.com – Bronkiektasis adalah suatu perusakan dan pelebaran (dilatasi) abnormal dari saluran pernafasan yang besar. Pada bronkiektasis, daerah dinding bronkus rusak dan mengalami peradangan kronis, dimana sel bersilia rusak dan pembentukan lendir meningkat. Selain itu, ketegangan dinding bronkus yang normal juga menghilang. Tumpukan lendir akan mengakibatkan kuman berkembang biak sehingga bisa menyumbat bronkus dan menyebabkan [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://doktersehat.com">DokterSehat.com</a> – Bronkiektasis adalah suatu perusakan dan pelebaran (dilatasi) abnormal dari saluran pernafasan yang besar. Pada bronkiektasis, daerah dinding bronkus rusak dan mengalami peradangan kronis, dimana sel bersilia rusak dan pembentukan lendir meningkat. Selain itu, ketegangan dinding bronkus yang normal juga menghilang.</p>
<p>Tumpukan lendir akan mengakibatkan kuman berkembang biak sehingga bisa menyumbat bronkus dan menyebabkan penumpukan sekresi yang terinfeksi  serta merusak dinding bronkus.</p>
<p>Penderita bronkiektasis akan mengalami batuk darah akibat peradangan dan peningkatan pembuluh darah pada dinding bronkus. Penyumbatan pada saluran pernafasan yang rusak bisa mengakibatkan rendahnya kadar oksigen dalam darah.</p>
<p><b>Penyebab</b></p>
<p>Bronkiektasis bisa disebabkan oleh:</p>
<p>1. Infeksi pernafasan</p>
<ul>
<li>Campak</li>
<li>Tuberkulosa</li>
<li>Infeksi mikoplasma</li>
<li>Infeksi jamur</li>
<li>Infeksi adenovirus</li>
<li>Pertusis</li>
<li>Infeksi bakteri seperti Staphylococcus, Klebsiella, dan Pseudomonas br.</li>
</ul>
<p>2. Penyumbatan bronkus</p>
<ul>
<li>Benda asing yang terisap</li>
<li>Tumor paru</li>
<li>Pembesaran kelenjar getah bening</li>
<li>Sumbatan oleh lendir</li>
</ul>
<p>3. Cedera penghirupan</p>
<ul>
<li>Menghirup partikel makanan dan getah lambung</li>
<li>Cedera akibat gas, asap, dan pertikel beracun</li>
</ul>
<p>4. Keadaan genetik</p>
<ul>
<li>Fibrosis kistik</li>
<li>Kekurangan alfa -1-antitripsin</li>
<li>Diskinesia silia, termasuk sindroma Kartagener</li>
</ul>
<p>5. Kelainan imunologik</p>
<ul>
<li>Kekurangan koplemen</li>
<li>Disfungsi sel darah putih</li>
<li>Sindroma kekurangan imunoglobulin</li>
<li>Kelainan autoimun atau hiperium tertentu seperti kolitis ulserativa dan rematoid artritis.</li>
</ul>
<p>6. Keadaan lain</p>
<ul>
<li>Penyalahgunaan obat seperti heroin</li>
<li>Sindroma Marfan</li>
<li>Infeksi HIV</li>
<li>Sindroma Young (azoospermia obstruktif)</li>
</ul>
<p><b>Gejala</b></p>
<p>Gejalanya bisa berupa:</p>
<ul>
<li>Batuk darah</li>
<li>Batuk menahun disertai dahak yang berbau busuk</li>
<li>Batuk makin parah jika penderita berbaring miring</li>
<li>Penurunan berat badan</li>
<li>Warna kulit kebiruan</li>
<li>Jari-jari tangan seperti tabuh genderang</li>
<li>Sesak napas makin memburuk bila penderita melakukan aktivitas</li>
<li>Bau mulut</li>
<li>Pucat</li>
<li>Mengi</li>
<li>Lelah</li>
</ul>
<p><b>Pengobatan</b></p>
<p>Pengobatan bertujuan untuk mengendalikan terbentuknya dahak dan infeksi, mencegah komplikasi serta membebaskan penyumbatan saluran pernapasan.</p>
<p>Drainase postural yang dilakukan secara teratur setiap hari, merupakan bagian dari pengobatan untuk membuang dahak. Seorang terapis pernafasan bisa mengajarkan cara melakukan drainase postural dan batuk yang efektif.</p>
<p>Pemberian antibiotik, ekspektoran , dan bronkodilator berfungsi untuk mengatasi infeksi. Bila penderita mengalami perdarahan hebat dan tidak memberikan respon terhadap pemberian obat maka akan dilakukan pembedahan pengangkatan paru.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/penyebab-dan-gejala-bronkiektasis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Akromegali, akibat kelebihan hormon pertumbuhan</title>
		<link>http://doktersehat.com/akromegali-akibat-kelebihan-hormon-pertumbuhan/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/akromegali-akibat-kelebihan-hormon-pertumbuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 May 2013 09:19:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penyakit Dalam]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Hormonal]]></category>
		<category><![CDATA[akibat]]></category>
		<category><![CDATA[hormon]]></category>
		<category><![CDATA[kelebihan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengobatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=17434</guid>
		<description><![CDATA[DokterSehat.com – Akromegali merupakan pertumbuhan berlebihan akibat pelepasan hormon pertumbuhan yang berlebihan. Penyebab Biasanya pelepasan hormon pertumbuhan yang berlebihan kebanyakan diakibatkan adanya tumor hipofisa jinak (adenoma). Gejala Pada sebagian besar kasus, pelepasan hormon pertumbuhan yang berlebihan mulai terjadi pada usia 30-50 tahun, lama setelah ujung piringan tulang menutup. Karena itu tulang mengalami kelainan bentuk, bukan [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://doktersehat.com">DokterSehat.com</a> – Akromegali merupakan pertumbuhan berlebihan akibat pelepasan hormon pertumbuhan yang berlebihan.</p>
<p style="text-align: justify;"><b>Penyebab</b></p>
<p style="text-align: justify;">Biasanya pelepasan hormon pertumbuhan yang berlebihan kebanyakan diakibatkan adanya tumor hipofisa jinak (adenoma).</p>
<p style="text-align: justify;"><b>Gejala</b></p>
<p style="text-align: justify;">Pada sebagian besar kasus, pelepasan hormon pertumbuhan yang berlebihan mulai terjadi pada usia 30-50 tahun, lama setelah ujung piringan tulang menutup. Karena itu tulang mengalami kelainan bentuk, bukan memanjang. Berikut ini beberapa gejala yang ditunjukkan pada penderita akromegali:</p>
<p style="text-align: justify;">1. Tangan dan kaki membengkak, gambaran tulang wajah menjadi kasar sehingga penderita memerlukan sarung tangan, cincin, topi, dan sepatuyang lebih besar. Perubahan ini terjadi secara perlahan tanpa disadari penderitanya selama bertahun-tahun</p>
<p style="text-align: justify;">2. Ranbut tubuh makin kasar dan menebal</p>
<p style="text-align: justify;">3. Kulit bertambah gelap</p>
<p style="text-align: justify;">4. Keringat berlebih dan bau badan tidak sedap akibat membesarnya kelenjar keringat dan sebasea di dalam kulit</p>
<p style="text-align: justify;">5.Tulang rahang tumbuh berlebihan sehingga menyebabkan rahang menonjol</p>
<p style="text-align: justify;">6. Lidah berkerut-kerut dan membesar</p>
<p style="text-align: justify;">7. Suara menjadi serak dan dalam</p>
<p style="text-align: justify;">8. Dada seperti tong akibat tulang rusuk yang menebal</p>
<p style="text-align: justify;">9. Jantung membesar dan mengalami gangguan fungsi</p>
<p style="text-align: justify;">10. Nyeri sendi</p>
<p style="text-align: justify;">11. Gangguan dan kelemahan pada tungkai dan lengan</p>
<p style="text-align: justify;">12. Terjadi gangguan penglihatan terutama pada lapang pandang sebelah luar akibat saraf dari mata ke otak tertekan</p>
<p style="text-align: justify;">13. Sakit kepala hebat</p>
<p style="text-align: justify;">14. Pada penderita wanita akan mengalami siklus menstruasi tidak teratur</p>
<p style="text-align: justify;">15. banyaknya hormon pertumbuhan dan prolaktin menyebabkan wanita memproduksi air susu meski tidak sedang dalam masa menyusui</p>
<p style="text-align: justify;">16. Sepertiga penderita pria menjadi impoten</p>
<p style="text-align: justify;">17. Jaringan lunak di sekitar tulang membengkak dan beberapa saraf bisa membesar</p>
<p style="text-align: justify;">18. Masa pubertasnya tertunda dan alat kelaminnya tidak tumbuh sempurna</p>
<p style="text-align: justify;">19. Kadang pelepasan hormon pertumbuhan yang berlebihan terjadi pada masa kanak-kanak, sebelum ujung piringan tulang panjang menutup.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena tulang terus tumbuh sampai ujung piringannya menutup, maka hal ini akan menyebabkan pertumbuhan tulang yang berlebihan dan tinggi badan yang abnormal (gigantisme hipofisa). Meskipun tulangnya tumbuh lebih cepat, tetapi tidak terjadi kelainan bentuk.</p>
<p style="text-align: justify;"><b>Pengobatan</b></p>
<p style="text-align: justify;">Tumor harus diangkat atau dihancurkan dengan pembedahan atau terapi penyinaran untuk menghentikan dan mengurangi produksi hormon pertumbuhan berlebih. Terapi penyinaran tidak terlalu menyebabkan trauma dan biasanya tidak mempengaruhi pembentukan hormon hipofisa lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Suntikan okreotid bisa membantu menghalangi pembentukan hormon pertumbuhan. Obat lainnya yang juga membantu adalah bromokriptin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/akromegali-akibat-kelebihan-hormon-pertumbuhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Waspadai, Luka Ginjal!</title>
		<link>http://doktersehat.com/waspadai-luka-ginjal/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/waspadai-luka-ginjal/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 May 2013 09:14:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Dalam]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Ginjal]]></category>
		<category><![CDATA[darah]]></category>
		<category><![CDATA[ginjal]]></category>
		<category><![CDATA[luka]]></category>
		<category><![CDATA[Pengobatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=17432</guid>
		<description><![CDATA[DokterSehat.com – Sepanjang saluran kemih, ginjal lebih sering terluka ketimbang organ-organ lainnya. Luka pada ginjal bisa disebabkan oleh benturan benda tumpul saat kecelakaan kendaran bermotor, cedera saat berolahraga, atau akibat terjatuh. Kebanyakan luka tumpul di ginjal tergolong ringan. Namun, ada pula beberapa kasus yang serius. Bila luka ginjal tidak diobati maka dapat menimbulkan komplikasi, seperti [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://doktersehat.com">DokterSehat.com</a> – Sepanjang saluran kemih, ginjal lebih sering terluka ketimbang organ-organ lainnya. Luka pada ginjal bisa disebabkan oleh benturan benda tumpul saat kecelakaan kendaran bermotor, cedera saat berolahraga, atau akibat terjatuh.</p>
<p style="text-align: justify;">Kebanyakan luka tumpul di ginjal tergolong ringan. Namun, ada pula beberapa kasus yang serius. Bila luka ginjal tidak diobati maka dapat menimbulkan komplikasi, seperti gagal ginjal, pendarahan tertunda, tekann darah tinggi, dan infeksi.</p>
<p style="text-align: justify;"><b>Gejala</b></p>
<p style="text-align: justify;">Tingkat keparahan luka di ginjal bervariasi. Jika hanya memar maka luka tergolong ringan. Luka tergolong berat bila kemungkinan ginjal terkoyak atau terpotong sehingga darah atau urin bisa masuk ke dalam jaringan di sekitarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika ginjal terkoyak dari apa yang menempel ke pembuluh darah, pendarahan kemungkinan banyak, mengakibatkan kejutan atau kematian. Kebanyakan luka ginjal menyebabkan adanya darah pada urin.</p>
<p style="text-align: justify;">Luka di ginjal akibat benda tumpuk akan menunjukkan gejala berikut ini:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Nyeri di bagian atas perut atau panggul</li>
<li>Adanya darah di urin</li>
<li>Memar di panggul</li>
<li>Nyeri saat menggunakan sabuk pengaman</li>
<li>Nyeri akibat retakan di bagian bawah tulang rusuk</li>
<li>Tekanan darah rendah dan anemia akibat kehilangan darah dalam jumlah yang signifikan (luka ginjal berat)</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><b>Diagnosa</b></p>
<p style="text-align: justify;">Penderita yang sudah dewasa bila mengalami gejala-gejala ringan dan darah pada urin yang terlihat hanya dengan mikroskop kemungkinan mengalami memar yang bisa sembuh dengan sendirinya. Tes lebih lanjut biasanya tidak diperlukan. Untuk anak, dan untuk orang dewasa yang diduga oleh dokter luka lebih serius, akan dilakukan pemerikasaan melalui computed tomography (CT) dengan pewarna radiaktif (contrast agent). Terkadang, tes imaging tambahan kemungkinan diperlukan untuk memastikan diagnosa tersebut.</p>
<p><b>Pengobatan</b></p>
<p style="text-align: justify;">Pada luka ginjal ringan bisa dilakukan pengendalian dengan istirahat total dan memperhatikan dengan seksama asupan cairan. Dengan cara ini ginjal bisa sembuh dengan sendirinya. Sementara pada luka yang lebih serius, pengobatan dimulai dengan langkah pengendalian darah yang hilang dan mencegah kejutan. Untuk menjaga tekanan darah dalam kondisi normal dan merangsang produksi urin maka terkadang cairan diberikan secara infus.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada kondisi ginjal yang paling serius seperti ginjal yang terlepas dari tempatnya menempel pada pembuluh darah, maka akan dilakukan operasi perbaikan. Jarang sekali ginjal yang terluka untuk diangkat.</p>
<p style="text-align: justify;">Kebanyakan penderita luka ginjal baik pada tingkat ringan ataupun serius akan sembuh bila didiagnosa lebih awal dan segera diobati. Gagal ginjal, ketika terbentuk, bisa memerlukan pengobatan jangka panjang. Komplikasi lain pada luka ginjal yang membutuhkan pengobatan termasuk tekanan darah tinggi, pendarahan tertunda, dan infeksi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/waspadai-luka-ginjal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Alergi protein</title>
		<link>http://doktersehat.com/alergi-protein/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/alergi-protein/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 May 2013 09:12:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alergi]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Dalam]]></category>
		<category><![CDATA[alergi]]></category>
		<category><![CDATA[ikan]]></category>
		<category><![CDATA[penting]]></category>
		<category><![CDATA[tubuh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=17430</guid>
		<description><![CDATA[DokterSehat.com – Protein merupakan salah satu nutrisi penting yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Sumber protein bisa didapatkan dari udang, telur, dan ikan laut. Sayangnya makanan tinggi protein bisa membuat beberapa orang mengalami gatal-gatal. Protein memang bisa memicu munculnya alergi terutama protein yang terkandung dalam telur dan protein hewani dari laut seperti ikan atau udang. Pada [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://doktersehat.com">DokterSehat.com </a>– Protein merupakan salah satu nutrisi penting yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Sumber protein bisa didapatkan dari udang, telur, dan ikan laut. Sayangnya makanan tinggi protein bisa membuat beberapa orang mengalami gatal-gatal.</p>
<p style="text-align: justify;">Protein memang bisa memicu munculnya alergi terutama protein yang terkandung dalam telur dan protein hewani dari laut seperti ikan atau udang.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada sebagian orang sumber protein tertentu bisa menyebabkan munculnya alergi. Reaksi alergi yang muncul bisa bervariasi, mulai dari gatal-gatal di permukaankulit hingga gangguan pencernaan bahkan sesak napasjika alergi sudah parah.</p>
<p style="text-align: justify;">Meski protein penting untuk proses regenerasi dan pembentukan sel, namun beberapa jenis protein sering memicu reaksi berlebihan. Protein hewani paling sering memicu alergi sementara protein nabati seperti kedelai umumnya masih bisa ditoleransi oleh tubuh.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada dasarnya protein berfungsi untuk membuat tubuh lebih kuat sehingga daya tahan tubuhnya lebih kebal terhadap penyakit, namun bila berlebihan malah akan meracuni tubuh. Kondisi ini disebut auto-imun. Alergi dimulai dengan hipersensitif kemudian bila berlebihan akan menyebabkan auto imun.</p>
<p style="text-align: justify;">Alergi sulit disembuhkan dan hanya bisa dicegah dengan menghindari pemicunya agar gatal-gatal atau reaksi berlebihan lainnya tidak muncul kembali. Tapi, perlu diketahui bahwa protein merupakan gizi makro yang penting bagi tubuh dan tidak bisa begitu saja dihindari.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada anak-anak, kadang-kadang alergi bisa diatasi dengan desensitivitasi yakni memperkenalkan secara perlahan dan bertahap terhadap pemicu alergi. Dengan cara ini, tubuh akan belajar menoleransi sumber-sumber nutrisi yang memang penting dan sebisa mungkin tidak dihindari.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut spesialis kulit,  Dr Eddy Karta, bila anak alergi ikan tidak mungkin dibiarkan begitu saja untuk tidak makan ikan sama sekali. Melihat kandungan gizi dalam ikan sangat baik untuk tumbuh kembang anak.</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/alergi-protein/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penyebab Tulang Keropos</title>
		<link>http://doktersehat.com/penyebab-tulang-keropos/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/penyebab-tulang-keropos/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 May 2013 09:09:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Tulang]]></category>
		<category><![CDATA[alkohol]]></category>
		<category><![CDATA[osteoporosis]]></category>
		<category><![CDATA[tulang]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=17428</guid>
		<description><![CDATA[DokterSehat.com – Osteoporosis biasa dialami seseorang saat usia manula. Tulang yang lemah akibat osteoporosis bisa mengakibatkan patah tulang dan menyebabkan konsekuensi lainnya. Proses penipisan tulang sebelum osteoporosis atau yang disebut dengan osteopenia, bisa terjadi tanpa menunjukkan gejala yang jelas. Berikut ini merupakan beberapa hal yang membuat tulang mengalami penipisan: 1. Patah tulang lebih dari sekali [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://doktersehat.com">DokterSehat.com</a> – Osteoporosis biasa dialami seseorang saat usia manula. Tulang yang lemah akibat osteoporosis bisa mengakibatkan patah tulang dan menyebabkan konsekuensi lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Proses penipisan tulang sebelum osteoporosis atau yang disebut dengan osteopenia, bisa terjadi tanpa menunjukkan gejala yang jelas. Berikut ini merupakan beberapa hal yang membuat tulang mengalami penipisan:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1. Patah tulang lebih dari sekali dalam dua tahun terakhir</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Tulang Anda harus cukup kuat untuk mempertahankan beberapa dampak patah tulang yang telah terjadi. Jika Anda tidak akan tahu dampak yang terjadi di kemudian hari. Periksakan kepadatan tulang Anda dengan jenis X-ray khusus yang bisa mengukur jumlah kalsium dan mineral tulang lain dalam setiap segmen tulang. Dengan pemeriksaan ini dokter akan tahu apakah tulang Anda cukup padat atau mulai rapuh.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2.</strong> <strong>Tubuh terlalu kurus</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Tubuh kurus memiliki tulang tipis dan kecil sehingga rawan kehilangan kepadatan tulang dan cenderung mengalami osteoporosis pada usia muda. Meski begitu, bukan berarti orang gemuk yang bertulang besar tidak bisa terkena osteoporosis.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada usia 20-25 tahun tulang akan berhenti membangun dan di usia 30-40 tahun akan mulai kehilangan kepadatan tulang. Tingkat kehilangan tulang tergantung pada faktor genetik dan cara mencegahnya dengan olahraga, diet, dan faktor lain untuk membuat tulang lebih kuat.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>3. Mengonsumsi kortikosteroid</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kebiasaan mengonsumsi obat kortikosteroid untuk mengobati penyakit autoimun dalam waktu panjang bisa mengganggu kadar hormon dengan cara menghilangkan vitamin D, kalsium, dan nutrisi lain dari tulang. Faktanya,<strong> </strong>orang yang memiliki penyakit autoimun seperti penyakit Crohn, lupus, atau rheumatoid arthritis mengalami osteoporosis pada tingkat yang jauh lebih tinggi daripada rata-rata orang.</p>
<p style="text-align: justify;">Peringatan ini sangat penting bagi wanita kerena kemungkinan mereka lebih berisiko terkena penyakit autoimun lebih dini, apalagi kadar estrogen yang normal diperlukan untuk menjaga tulang sehat.</p>
<p style="text-align: justify;">Pastikan Anda mengonsumsi kortikosteroid dalam pengawasan dokter karena bisa berpengaruh pada kepadatan tulang</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>4</strong>. <strong>Kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Rokok telah terbukti memiliki kaitan terhadap terjadinya osteoporosis. Selain itu, kebiasaan mengonsumsi alkohol lebih dari dua gelas sehari juga bisa memicu  osteoporosis. Alkohol bisa melemahkan tulang karena melarutkan magnesium, kalsium, dan mineral lain dari tulang. Makin banyak mengonsumsi alkohol maka risiko osteoporosis akan makin meningkat. Wanita lebih berisiko kehilangan tulang daripada pria, karena secara umum, wanita lebih rentan terhadap efek alkohol.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>5. Haid tidak teratur</strong><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Rendahnya tingkat estrogen biasanya bertanggung jawab pada siklus haid yang tidak teratur ataupun berhenti (menopause). Sayangnya, estrogen yang rendah berakibat langsung terhadap kehilangan tulang, sehingga wanita yang haidnya tidak teratur kemungkinan juga mengalami kehilangan tulang.</p>
<p style="text-align: justify;">Segera konsultasikan kepada dokter bila periode Anda tidak teratur dan Anda tidak kurus. Anda mungkin memiliki kondisi hormon yang berhubungan seperti penyakit ovarium polikistik (PCOS), yang mudah diobati.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/penyebab-tulang-keropos/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Menjaga Tubuh Tetap Ideal</title>
		<link>http://doktersehat.com/tips-menjaga-tubuh-tetap-ideal/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/tips-menjaga-tubuh-tetap-ideal/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 May 2013 09:04:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Seputar Tips Diet]]></category>
		<category><![CDATA[kebiasaan]]></category>
		<category><![CDATA[kebiasaan sehat]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>
		<category><![CDATA[sehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=17424</guid>
		<description><![CDATA[DokterSehat.com – Berat badan ideal tidak hanya membuat penampilan Anda terlihat lebih menarik, namun juga mencegah munculnya penyakit yang disebabkan obesitas. Karena itu penting sekali menjaga berat badan Anda agar tetap ideal. Berikut ini beberapa cara yang bisa membantu menjaga berat badan ideal Anda setelah berjuang menurunkannya. 1. Rencana ke depan Bagi beberapa orang, mencapai [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://doktersehat.com">DokterSehat.com</a> – Berat badan ideal tidak hanya membuat penampilan Anda terlihat lebih menarik, namun juga mencegah munculnya penyakit yang disebabkan obesitas. Karena itu penting sekali menjaga berat badan Anda agar tetap ideal. Berikut ini beberapa cara yang bisa membantu menjaga berat badan ideal Anda setelah berjuang menurunkannya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1. Rencana ke depan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Bagi beberapa orang, mencapai berat badan ideal tidaklah mudah. Karena itu, bila berat badan Anda sudah mencapai batas ideal sebaiknya ingatlah bagaimana perjuangan Anda dulu. Terkadang, makanan enak yang ada di pesta sering membangkitkan nafsu makan Anda. Supaya Anda tidak makan terlalu banyak saat di pesta sebaiknya jangan pergi ke pesta dalam kondisi perut kosong. Makanlah sedikit sebelum pergi dan jangan lama-lama berada di meja makanan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2. Beri penghargaan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Tak ada salahnya memberi penghargaan atas keberhasilan Anda mencapai berat badan ideal. Namun, jangan beri penghargaan berupa makanan untuk memotivasi diri Anda. Belilah pakaian dengan ukuran lebih kecil atau manjakan diri dengan mandi air hangat, jalan-jalan, atau apapun yang bisa menjadi bentuk penghargaan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>3. Jaga makanan tetap segar dan menyenangkan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Selama menjalankan program diet, mungkin orang akan merasa jenuh dengan makanan yang disantap. Untuk membuat makanan tetap segar dan menyenangkan, cobalah konsumsi makanan yang lebih bervariasi.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>4. Jangan lupakan kebiasaan sehat</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kebiasaan sehat yang sudah dibangun selama program penurunan berat badan harusnya tetap dilakukan meskipun sudah berhasil. Misalnya, sarapan sehat atau olahraga.</p>
<p><strong>5. Cukup tiga gigit</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Makanan lezat seringkali membangkitkan selera makan Anda. Namun, jangan sampai tergoda bila Anda tak ingin ukuran pinggang kembali membesar. Bila makanan lezat tersebut mengandung kalori tinggi maka sebaiknya cicipilah sekedar tiga gigitan lalu hentikan makan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>6. Pantau makanan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Catatlah makanan yang Anda konsumsi sehari-hari. Sehingga, ketika terjadi peningkatan berat badan kembali, dengan mudah Anda bisa mengetahui makanan apa yang patut disalahkan dan harus dihindari.</p>
<p><strong>7. Lebih rajin berolahraga</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sebuah penelitian menyatakan bahwa orang yang berhasil menjaga berat badan adalah orang yang mampu tetap berolahraga di tengah kesibukannya. Agar tidak bosan, cobalah kelas aerobik baru atau jenis olahraga baru.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/tips-menjaga-tubuh-tetap-ideal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gejala Gangguan Mental Pada Anak</title>
		<link>http://doktersehat.com/gejala-gangguan-mental-pada-anak/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/gejala-gangguan-mental-pada-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 May 2013 07:47:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[badan]]></category>
		<category><![CDATA[berat badan]]></category>
		<category><![CDATA[turun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=17421</guid>
		<description><![CDATA[DokterSehat.com – Masa peralihan usia anak-anak menuju remaja terkadang menyebabkan terjadinya perubahan perilaku mereka. Namun, terkadang perubahan perilaku tersebut bisa menjadi tandamunculnya gangguan mental pada anak. Menurut sebuah penelitian dari Harvard Medical School separuh dari gangguan mental dimulai dari usia 14 tahun dan tigaperempatnya terjadi sejak usia 24 tahun. Oleh karena itu, peran orangtua sangat [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://doktersehat.com">DokterSehat.com</a> – Masa peralihan usia anak-anak menuju remaja terkadang menyebabkan terjadinya perubahan perilaku mereka. Namun, terkadang perubahan perilaku tersebut bisa menjadi tandamunculnya gangguan mental pada anak.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut sebuah penelitian dari Harvard Medical School separuh dari gangguan mental dimulai dari usia 14 tahun dan tigaperempatnya terjadi sejak usia 24 tahun. Oleh karena itu, peran orangtua sangat diperlukan untuk mendeteksi lebih dini bila perilaku anak menjadi tidak wajar. Berikut beberapa gejala yang perlu diwaspadai dari anak-anak dan remaja Anda.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1. Perubahan mood yang berlangsung lama</strong><br />
Gangguan mental pada anak biasanya ditandai dengan perubahan mood yang berlangsung lebih dari dua minggu. Perubahan mood bisa ditunjukkan dengan berbagai perilaku seperti hiperaktif atau menjadi teralalu melankolis tanpa alasan yang kuat.</p>
<p style="text-align: justify;">Perilaku sangat gembira dan depresi menjadi gejala awal munculnya gangguan bipolar. Namun, perilaku hiperaktif pada anak yang tidak disertai oleh gejala lesu sesudahnya merupakan perilaku yang normal pada anak.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2. Cemas dan takut berlebihan</strong><br />
Rasa takut dan khawatir normal saja bila dialami anak di usia dini. Biasanya anak takut akan gelap, sosok monster, atau takut tampil di depan orang banyak saat pentas. Semua itu normal saja dialami anak-anak. Namun, orangtua perlu waspada bila ketakutan anak sudah membuat aktivitasnya terganggu.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>3. Perubahan perilaku ekstrem</strong><br />
Dalam tahap perkembangan emosional biasanya anak mulai menunjukkan pembangkangan. Namun, waspadalah bila anak menunjukkan perilaku pembangkangan yang ekstrim (OOD). Biasanya gangguan ini dimulai saat anak berusia 8 tahun atau sebelum masuk usia remaja. Salah satu contoh perilaku tersebut adalah membeli beberapa <i>games</i> tanpa ada minat untuk memainkannya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>4. Perubahan fisik, berat badan naik atau turun drastis</strong><br />
Perubahan fisik secara tiba-tiba tanpa ada kaitannya dengan pubertas dapat menjadi indikator bahwa anak menderita gangguan. Begitu juga bila anak menjadi tidak nafsu makan hingga membuat tubuhnya menjadi kurus. Perubahan fisik akibat konsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang juga menjadi gejala depresi pada anak. Para ahli menyatakan bahwa risiko anak menderita depresi lebih besar jika salah satu atau kedua orangtua juga menderita depresi.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>5. Kurang konsentrasi</strong><br />
Ketidakmampuan untuk berkonsentrasi dalam mengerjakan tugas sederhana adalah gejala dari ADHD atau depresi. Kurang fokus juga bisa disebabkan karena pikiran mereka terpusat pada rasa malu, bersalah, atau kematian. Kurang konsentrasi pada anak akan tampak nyata pengaruhnya pada nilai akademik atau pergaulannya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/gejala-gangguan-mental-pada-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anemia Hemolitik</title>
		<link>http://doktersehat.com/anemia-hemolitik/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/anemia-hemolitik/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 May 2013 06:07:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hematologi]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Dalam]]></category>
		<category><![CDATA[anemia]]></category>
		<category><![CDATA[darah]]></category>
		<category><![CDATA[sel darah merah]]></category>
		<category><![CDATA[tulang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=17416</guid>
		<description><![CDATA[DokterSehat.com – Anemia hemolitik merupakan anemia yang terjadi akibat meningkatnya penghancuran sel darah merah. Dalam kondisi normal, sel darah merah bisa hidup hingga 120 hari. Bila sudah menua maka sel pemakan dalam sumsum tulang, hati, dan limpa akan merusaknya. Jika suatu penyakit membuat sel darah merah hancur sebelum waktunya (hemolisis), maka sumsum tulang akan menggantinya [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://doktersehat.com">DokterSehat.com</a> – Anemia hemolitik merupakan anemia yang terjadi akibat meningkatnya penghancuran sel darah merah. Dalam kondisi normal, sel darah merah bisa hidup hingga 120 hari. Bila sudah menua maka sel pemakan dalam sumsum tulang, hati, dan limpa akan merusaknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika suatu penyakit membuat sel darah merah hancur sebelum waktunya (hemolisis), maka sumsum tulang akan menggantinya dengan mempercepat pembentukan sel darah merah yang baru, sampai 10 kali kecepatan normal. Penghancuran sel darah merah yang melebihi pembentukannya akan menyebabkan anemia hemolitik.</p>
<p style="text-align: justify;">Hemoglobinuria paroksismal nokturnal merupakan anemia hemolitik yang jarang terjadi. Penghancuran sel darah merah secara mendadak bisa terjadi kapan saja, tidak hanya pada malam hari (nokturnal), dan mengakibatkan hemoglobin tumpah ke dalam darah.</p>
<p style="text-align: justify;">Anemia ini lebih sering terjadi pada pria muda, tetapi bisa terjadi kapan saja dan pada jenis kelamin apa saja.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Penyebab</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan penghancuran sel darah merah, yaitu:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Sumbatan dalam pembuluh darah</li>
<li>Pembesaran limpa</li>
<li>Antibodi bisa terikat pada sel darah merah dan menyebabkan sistem kekebalan menghancurkannya dalam suatu reaksi autoimun</li>
<li>Adanya kelainan dalam sel itu sendiri</li>
<li>Penyakit tertentu seperti lupus eritematosus sistemik dan kanker seperti limfoma</li>
<li>Obat-obtan seperti metildopa, dapson dan golongan sulfa</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><strong>Gejala</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Gejala dari anemia hemolitik mirip dengan anemia lainnya. Terkadang hemolisis terjadi secara tiba-tiba dan berat, menyebabkan krisis hemolitik, yang ditandai dengan:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Menggigil</li>
<li>Demam</li>
<li>Perasaan melayang</li>
<li>Penurunan terkanan darah yang signifikan</li>
<li>Nyeri punggung dan nyeri lambung</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Sakit kuning (jaundice) dan air kemih yang berwarna gelap bisa terjadi karena bagian dari sel darah merah yang hancur masuk ke dalam darah.</p>
<p style="text-align: justify;">Terkadang penderita juga merasakan nyeri perut akibat limpa yang membesar karena menyaring sejumlah besar sel darah merah yang hancur.</p>
<p style="text-align: justify;">Hemolisis yang berkelanjutan bisa mengakibatkan batu empedu yang berpigmen, dimana batu empedu berwarna gelap yang berasal dari pecahan sel darah merah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/anemia-hemolitik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gusi Bernanah? Waspadai, Abses Periapikal!</title>
		<link>http://doktersehat.com/gusi-bernanah-waspadai-abses-periapikal/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/gusi-bernanah-waspadai-abses-periapikal/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 May 2013 04:27:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Gigi dan Mulut]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[gigi]]></category>
		<category><![CDATA[infeksi]]></category>
		<category><![CDATA[Pengobatan]]></category>
		<category><![CDATA[sakit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=17413</guid>
		<description><![CDATA[DokterSehat.com – Abses Periapikal merupakan pengumpulan nanah yang sudah menyebar dari sebuah gigi ke jaringan di sekitarnya, biasanya berasal dari suatu infeksi. Penyebab Abses periapikal disebabkan oleh serangan sejumlah sel darah putih untuk melawan infeksi. Sekumpulan sel darah putih dan jaringan yang mati akan menjadi nanah. Biasanya nanah yang mulanya berasal dari infeksi gigi akan [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://doktersehat.com">DokterSehat.com</a> – Abses Periapikal merupakan pengumpulan nanah yang sudah menyebar dari sebuah gigi ke jaringan di sekitarnya, biasanya berasal dari suatu infeksi.</p>
<p><b>Penyebab</b></p>
<p style="text-align: justify;">Abses periapikal disebabkan oleh serangan sejumlah sel darah putih untuk melawan infeksi. Sekumpulan sel darah putih dan jaringan yang mati akan menjadi nanah. Biasanya nanah yang mulanya berasal dari infeksi gigi akan dialirkan ke gusi sehingga timbul pembengkakan gusi yang berada di dekat akar gigi. Nanah juga bisa menyebar ke mulut, kulit, tenggorokan, atau tengkorak tergantung lokasi gigi yang terkena.</p>
<p style="text-align: justify;"><b>Gejala</b></p>
<p style="text-align: justify;">Abses periapikal ditandai dengan munculnya rasa nyeri saat mengunyah dan gigi terasa sakit. Kemungkinan disertai demam dan pembengkakan kelenjar getah bening di leher. Bila sudah parah maka akan terjadi pembengkakan di daerah rahang.</p>
<p style="text-align: justify;"><b>Diagnosa</b></p>
<p style="text-align: justify;">Pada pemeriksaan perkusi, penderita akan mengalami pembengkakan difus dan gigi akan terasa sakit. Gigi juga tidak merespon terhadap tes pulpa. Pemberian rangsangan es akan sedikit mengurangi rasa sakit, berbeda dengan panas yang mengintensifkan rasa sakit. Gigi tersebut juga dapat menunjukkan adanya mobilitas.</p>
<p style="text-align: justify;"><b>Pengobatan</b></p>
<p style="text-align: justify;">Penderita bisa diobati dengan pemberian antibiotik, analgesik, atau darinase sesuai rujukan dokter gigi atau ahli bedah mulut. Dalam kasus abses lokal dan menyebar, drainase harus dilakukan sesegera mungkin. Jika drainase segera tidak memungkinkan, analgesia yang sesuai (NSAID) harus direkomendasikan sampai infeksi dapat dibuang secara memadai. Pasien harus diberi dosis analgesik (NSAID jika tidak kontra-indikasi) pra-bedah, atau segera setelah operasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Terapi Antibiotik tidak diindikasikan pada pasien dinyatakan sehat dan ketika abses terlokalisir. Antibiotik sistemik tidak memberikan manfaat tambahan atas drainase dari abses dalam kasus infeksi lokal kecuali terdapat komplikasi sistemik (misalnya demam, limfadenopati, cellulitis), bengkak menyebar atau untuk pasien <em>immunocompromised</em><em>.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/gusi-bernanah-waspadai-abses-periapikal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<!-- This Quick Cache file was built for (  doktersehat.com/feed/ ) in 0.95209 seconds, on May 24th, 2013 at 8:22 pm WIT. -->
<!-- This Quick Cache file will automatically expire ( and be re-built automatically ) on May 24th, 2013 at 9:22 pm WIT -->
<!-- +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ -->
<!-- Quick Cache Is Fully Functional :-) ... A Quick Cache file was just served for (  doktersehat.com/feed/ ) in 0.00053 seconds, on May 24th, 2013 at 2:03 pm UTC. -->