FDA: Perusahaan dan Restoran Sebaiknya Mulai Mengurangi Kadar Garam Dalam Produk Makanannya

DokterSehat.Com – Sebuah penelitian di Amerika Serikat menunjukkan sebuah fakta yang mencengangkan dimana rata-rata orang Amerika setiap harinya mengkonsumsi 3.400 miligram sodium atau yang kerap kita kenal sebagai agram. Angka ini ternyata melampaui batasan konsumsi harian sodium yang menurut para pakar kesehatan layaknya yang berasal dari Institute of Medicine setidaknya tidak mencapai 2.300 miligram per hari. Dengan konsumsi sodium yang sangat tingg ini, orang Amerika pun tercatat memiliki resiko tinggi terkena masalah tekanan darah tinggi.

doktersehat-garam-dapur-yodium-gizi

Melihat adanya fakta ini, Badan Penagwas Obat dan Makanan dari Amerika Serikat yang lebih dikenal sebagai FDA, akhirnya meminta para perusahaan pengolahan makanan atau restoran-restoran untuk mulai mengurangi kadar garam dalam produk makanannya setidaknya hingga sepertinganya dalam 10 tahun ke depan. Dalam jurnal yang diterbitkan pada awal bulan Juni 2016 ini, FDA memang masih dalam tahap menghimbau penurunan kadar garam. Namun, ada baiknya semua pihak memahami jika tingginya konsumsi garam harian kini sudah sangat mengkhawatirkan mengingat kasus warga Amerika yang tewas karena masalah tekanan darah tinggi dan berbagai penyakit lain layaknya penyakit jantung atau stroke sudah mencapai 1.000 orang setiap harinya.

Pakar kesehatan yang berasal dari Pusat Pengawasan dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat atau CDC, dr. Thomas Frieden, menyebutkan jika himbauan yang dikeluarkan oleh FDA ini disambut baik oleh banyak pihak, khususnya di kalangan pakar kesehatan. Dengan adanya penurunan konsumsi kadar garam, diharapkan resiko masyarakat untuk terkena penyakit tekanan darah tinggi dan masalah kardiovaskular lainnya bisa semakin menurun.

Menurut Frieden, andai konsumsi garam bisa ditekan 12 persen saja, maka akan ada 32.000 kasus serangan jantung dan 20.000 kasus stroke yang bisa dicegah setiap tahunnya. Angka ini tentu sangatlah signifikan dan baik bagi dunia kesehatan.