Fasciitis Nekrotikan – Pengertian dan Sejarah

DokterSehat.Com– Fasciitis nekrotikan adalah infeksi yang menyebar dengan cepat dan menyerang lapisan jaringan ikat subkutan (fascia), di mana dengan cepat menyebar ke jaringan lunak di sekitarnya, menyebabkan nekrosis atau kematian jaringan yang menyebar. Beberapa jenis bakteri pemakan daging dapat menyebabkan kondisi yang mengancam jiwa, ini dapat memengaruhi individu sehat serta orang-orang yang memang sudah memiliki penyakit.

Meskipun jarang ditemui, telah terjadi peningkatan kejadian fasciitis nekrotikan selama beberapa dekade terakhir. Meskipun mungkin kurang dilaporkan, kejadian tahunan fasciitis nekrotikan telah diperkirakan sekitar 500-1.000 kasus per tahun, dengan prevalensi global 0,40 kasus per 100.000 penduduk. Identifikasi awal dan pengobatan yang tepat untuk fasciitis nekrotikan penting untuk mengelola konsekuensi yang berpotensi menghancurkan kondisi darurat medis ini.

Streptococcus pyogenes juga dikenal sebagai Streptococcus beta-hemolitik grup A, atau grup A streptokokus (GAS) adalah bakteri coccus gram positif (bakteri berbentuk bola) yang ada di mana-mana, sangat menular, dan menyebar terutama melalui kontak antar-manusia dan melalui partikel air kecil pernapasan (droplet), kulit manusia dan selaput lendir adalah satu-satunya tempat yang diketahui untuk penularan GAS.

GAS berhubungan dengan toxic shock syndrome dan dengan infeksi kulit dan infeksi jaringan lunak yang mengancam jiwa, terutama fasciitis nekrotikan, yang masing-masing berhubungan dengan morbiditas dan mortalitas yang sangat tinggi.

Sejarah Fasciitis Nekrotikan
Salah satu deskripsi pertama fasciitis nekrotikan berasal dari Hippocrates pada abad ke-5 SM, ketika ia menggambarkan komplikasi erisipelas. Meskipun fasciitis nekrotikan telah ada selama berabad-abad, beberapa deskripsi yang lebih rinci dari kondisi ini selanjutnya dilaporkan pada abad ke-19 dan awal abad ke-20. Pada tahun 1952, Dr. B. Wilson pertama kali menggunakan istilah fasciitis nekrotikan untuk menggambarkan kondisi ini, dan istilah ini tetap yang paling umum digunakan dalam kedokteran modern. Istilah lain yang telah digunakan untuk menggambarkan kondisi yang sama ini mencakup sindrom bakteri pemakan daging, fasciitis supuratif, selulitis nekrotikan, infeksi jaringan lunak nekrotikan, gangren hospitalis, gangren streptokokus, kulit gangren, ulkus Meleney, dan gangren Meleney. Ketika fasciitis nekrotikan memengaruhi daerah genital, kondisi ini sering disebut sebagai gangren Fournier.

Picture of necrotizing fasciitis (flesh-eating disease)

Gambar 1. Fasciitis Nekrotikan

Photo Credit: MedicineNet

Fasciitis Nekrotikan – Halaman Selanjutnya: 1 2 3 4 5 6 7 8
ikuti-kontes-sehatitubaik-menangkan-berbagai-hadiah-menarik