Meningitis – Faktor Risiko dan Diagnosis

Faktor risiko dari meningitis adalah dapat diderita siapapun. Tetapi penelitian telah menunjukkan bahwa beberapa kelompok usia memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk terkena meningitis daripada yang lain:

doktersehat-parkinson-otak-brain-penyakit-meningitis

  • Anak-anak di bawah usia 5 tahun
  • Remaja dan dewasa muda usia 16-25 tahun
  • Dewasa di atas usia 55 tahun

Penelitian telah menunjukkan bahwa meningitis lebih dari bahaya bagi orang-orang dengan kondisi tertentu medis, seperti limpa yang rusak atau tidak ada, penyakit kronis, penyakit kanker atau gangguan sistem kekebalan tubuh seperti AIDS atau orang yang menjalankan kemoterapi, serta orang dengan diabetes.

Karena kuman tertentu yang menyebabkan meningitis bisa menular, wabah dapat terjadi di tempat-tempat di mana orang tinggal dalam jarak dekat. Mahasiswa di asrama atau tentara di barak berada pada risiko yang lebih tinggi. Juga pada orang-orang yang bepergian ke daerah-daerah di mana meningitis lebih sering, seperti Afrika.

Namun, ingatlah. Bahkan jika peluang pribadi Anda mendapatkan meningitis lebih tinggi dari rata-rata, meningitis masih merupakan penyakit langka dan ada langkah-langkah yang dapat Anda ambil untuk meminimalkan risiko terkena penyakit ini.

Bagaimana dokter mendiagnosis meningitis?
Selain menanyakan riwayat dan melakukan pemeriksaan fisik, dokter akan mengumpulkan sampel cairan serebropinal, yang disebut spinal tap. Dokter memasukkan jarum ke punggung bawah untuk mengambil cairan tersebut. Dokter kemudian akan memeriksa sampel ini untuk mencari sel-sel dan tanda-tanda peradangan dan infeksi.

Pemeriksaan lainnya mungkin termasuk:

  • Pemeriksaan neurologis untuk menguji saraf, motorik, dan fungsi sensorik; pemeriksaan pendengaran, berbicara, dan pengelihatan; keseimbangan; status mental
  • Tes darah dan urin
  • Kultur tenggorokan
  • Computed tomography (CT), magnetic resonance imaging (MRI), atau electroencephalography (EEG) untuk menemukan masalah dalam otak