Faktor Resiko Dan Kondisi Yang Memicu Menigitis

DokterSehat.Com – Meningitis adalah infeksi pada meninges (selaput pelindung) yang menyelimuti otak dan saraf tulang belakang. Ketika meradang, meninges membengkak karena infeksi yang terjadi. Sistem saraf dan otak bisa rusak pada beberapa kasus. Tiga gejala meningitis yang patut diwaspadai adalah demam, sakit kepala, dan leher yang terasa kaku.



Faktor resiko atau kondisi yang meningkatkan resiko menderita meningitis ada banyak, mengenalinya adalah hal wajib agar anda tahu bagaimana menghindarinnya sebaik mungkin.

Faktor resiko penyakit adalah segala sesuatu yang menyebabkan anda memilik resiko untuk mengindap suatu penyakit tertentu. Faktor resiko meningitis yang memicu resiko meliputi :

faktor resiko non medis

  • Genetika
    Beberapa orang mungkin memiliki resiko meningitis karena faktor keturunan. Jika mereka bersinggungan dengan organisme yang menyebabkan infeksi meningitis, maka resiko mereka lebih besar dari pada orang lain pada umumnya.
  • Laki-laki
    Laki-laki cenderung memiliki resiko untuk mengidap meningitis lebih tinggi dari perempuan.
  • Tinggal di tempat berlingkup komunitas (bersama-sama dalam jumlah banyak)
    Tempat-tempat yang digunakan untuk tinggal, beraktivitas bersama, atau berkumpul seperti asrama, kos, rumah susun, sekolah, penitipan anak, dan sejenisnya memilik resiko tinggi terhadap penularan meningitis, khusunya meningitis meningokokus. Bakteri ini menyebar melalui jalur pernapasan dan cenderung menyebar dengan cepat di dalam sebuah kelompok komunitas besar.
  • Paparan serangga dan hewan pengerat
    Orang yang tinggal di tempat dimana serangga dan hewan pengerat (misalnya, tikus) tumbuh subur, memiliki resiko lebih tinggi terinfeksi meningitis. Kedua jenis hewan tersebut dikenal membawa kuman-kuman yang menyebabkan meningitis.
  • Kehamilan
    Jika anda hamil, anda memiliki resiko tertular listeriosis, yaitu infeksi oleh bakteri listeria, yang pada tahap selanjutnya bisa menyebabkan meningitis. Jika pada saat hamil anda terinfeksi bakteri ini, maka janin atau calon bayi anda juga akan mendapatkan resiko infeksi yang sama.
  • Tidak mendapatkan imunisasi tertentu
    Jika anak anda melewati atau ketinggalan salah satu atau beberapa jenis imunisasi tertentu (khususnya pada saat usia kanak-kanak), maka resiko mengindap meningitis tinggi. Contohnya beberapa jenis vaksinasi yang cukup mempengaruhi penurunan faktor resiko meningitis diantaranya adalah vasinasi atau imunisasi gondok, hib, dan pneumonia (biasanya diberikan sebelum berusia 2 tahun).
  • Usia
    Kebanyak pengindap meningitis ditemukan memiliki usia dibawah 5 tahun. Meningitis bakteri umunya ditemukan pada penderita dibawah usia 20 tahun, khususnya mereka yang tinggal di lingkup komunitas yang padat.
  • Bepergian ke daerah rawan meningitis
    Daerah rawan meningitis memangnya ada? Ada! Sebagai contoh, orang-orang yang suka bepergian kewilayah yang disebut sebagai sabuk meningitis, sebuah area di sub sahara Afrika, harus mendapatkan suntikan vaksinasi meningokokus, salah satu bakteri penyebab meningitis. Tanpa vaksinasi, resiko terinfeksi saat berpergian di daerah itu amat sangat tinggi.
Baca Juga:  Kesehatan Kulit Memburuk? Awas Bahaya Diabetes

Faktor resiko medis

Selain faktor yang bersifat eksternal, kondisional, serta berbagai hal non media lainnya, ada juga faktor resiko meningitis yang dipicu oleh gangguan atau kelainan dan penyakit, diantaranya adalah :

  • Cacat lahir pada bagian tengkorak, karena cidera, atau karena bedah otak.
  • Memiliki dialysis ginjal.
  • Mengalami infeksi jenis lainnya, misalnya infeksi saluran pernapasan, gondok, tuberculosis (TBC), sifilis, penyakit lyme, dan penyakit yang disebabkan oleh virus herpes.
  • Implan koklea (cochlear implant), salah satu pilihan solusi untuk mengatasi gangguan pendengaran berat. Biasanya dilakukan pada anak-anak. Penelitian menunjukan bahwa anak-anak dengan implant konklea memiliki resiko tinggi terhadap infeksi meningitis bakteri.
  • Tertular dari ibu, biasanya terjadi pada masa kehamilan. Virus seperti enterovirus dan virus herpes, serta beberapa jenis bakteri, dapat di tularkan kepada bayi selama proses kelahiran.
  • Gangguan atau menurunnya system kekebalan tubuh karena penyakit tertentu. Penyakitdan gangguan dapat merusak system kekebalan tubuh, dianataranya adalah AIDS, kecanduan alcohol, diabetes, dan obat-obat imunosupresan (penekan kekebalan tubuh) berkonstribusi meningkatkan meningitis. Gangguan pada limpa atau pengangkatan limpa juga menyebabkan menurunnya system kekebalan tubuh dan bisa meningkatkan resiko meningitis.
  • Pernah mengalami meningitis. Orang-orang yang sebelumnya pernah mengidap meningitis mengalami resiko lebih tinggi untuk terinfeksi lagi, termasuk mereka yang mengalami berbagai gangguan kekebalan tubuh serta reaksi tertentu akibat penggunaan obat-obatan tertentu.