Faktor Psikologis yang Menyebabkan Insomnia

DokterSehat.com– Gangguan susah tidur merupakan permasalahan yang akan menghambat berbagai kegiatan pada keesokan harinya. Tidak hanya rasa kantuk yang ditimbulkan, akan tetapi rasa lelah atau lemas, dan pusing pun kadang bisa mendera. Sehingga hal ini tentu saja akan menyebabkan produktivitas Anda menjadi turun. Susah tidur atau yang sering disebut dengan insomnia biasanya dialami oleh kalangan muda dan tua. Penyebabnya ada berbagai macam, namun faktor utama yang sering menyebabkan hal ini adalah faktor psikologis.



Faktor psikologis yang mendera meliputi berbagai masalah misalnya pekerjaan, keuangan, keluarga, pribadi, penyakit, dan lain-lain yang dapat memberikan rasa kekhawatiran, kecemasan, dan ketakutan sehingga dapat menyebabkan tekanan. Waktu menjelang tidur terkadang atau bahkan selalu muncul pikiran-pikiran akan masalahan tersebut, yang tentu saja akan menyita otak anda untuk berpikir, seperti merewind berbagai permasalahan menjadi satu. Hal ini tentu saja sangat berat.

Selain faktor psikologis, faktor fisik pun dapat menyebabkan seseorang dapat menderita insomnia. Misalnya perubahan hormonal wanita yang dipengaruhi oleh premenstruasi dan menopause. Selain itu terdapat faktor fisik lainnya seperti penurunan melatonin dan kondisi kesehatan. Faktor dan gejala insomnia pada setiap orang tentunya berbeda. Kesamaan yang terjadi adalah ketika ingin tidur merasa gelisah, hanya membolak-balikkan badan selama berjam-jam. Jika bisa tidur pun tidaklah nyenyak, dan sering terbangun pada saat-saat tertentu dan sulit untuk melanjutkan tidur kembali.

Keadaan insomnia yang terjadi berhari-hari merupakan gangguan jiwa yang dialami oleh manusia. Hampir semua manusia pernah mengalami insomnia minimal sekali dalam hidupnya.  Berikut ini ada empat hal yang berhubungan atau menyebabkan insomnia:

Penyakit fisik

Memiliki penyakit yang tergolong ke dalam kronis atau serius antara lain diabete melitus, pembesaran prostat, infeksi paru-paru yang menyebabkan gangguan pernapasan, penyakit non infeksi paru-paru yang juga menyebabkan gangguan pernapasan seperti asma, luka trauma akibat kecelakaan, kanker, penyakit peradangan yang menahun, pasca stroke, dan lain-lain.

Baca Juga:  Bahaya Jarang Ganti Sprei

Penyakit jiwa

Hampir semua gangguan kondisi kejiwaan bisa mengalami kesulitan tidur. Misalnya gangguan somatoform, depresi, skizofernia, gangguan waham, gangguan penyalahgunaan narkotika, serta gangguan psikiatri lain.

Kebiasaan

Tidur adalah pola perilaku manusia sebagai  kebutuhan. Maka tidur dapat dikondisikan. Dengan kebiasaan tidur yang baik, yaitu tidur jika dirasa mengantuk.

Usia

Semakin lanjut usia seseorang biasanya akan meningkat pula angka insomnia yang dialami.