Faktor Pertumbuhan Kanker

DokterSehat.Com – Kanker adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel-sel jaringan tubuh yang tidak normal. Sel-sel kanker akan berkembang dengan cepat, tidak terkendali, dan akan terus membelah diri, selanjutnya menyusup ke jaringan sekitarnya (invasive) dan terus menyebar (metastasis) melalui jaringan ikat, kelenjar  getah bening, darah, dan menyerang organ-organ penting seluruh tubuh.

3

Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa sel-sel kanker hidup bersama sejumlah faktor, baik dalam kandungan makanan ataupun yang lain. Terkait itu, kita perlu mengetahui sejumlah faktor pertumbuhan atau perkembangbiakan kanker.

Pertama, gula sebagai umpan kanker. Dengan mengurangi gula, berarti kita mengurangi suplai makanan penting bagi sel kanker. Kita bisa menggantikan gula dengan neutral sweet, equal, dan spoonful. Sayangnya, pengganti gula tersebut dibuat dari bahan aspartame yang berbahaya. Sebenarnya, kita dapat mengganti gula dengan pengganti yang bersifat alami, yakni madu atau tetes tebu, tetapi dalam jumlah yang amat sedikit.

Kedua, susu yang membuat tubuh memproduksi mucus, terutama pada organ bagian dalam. Kanker diumpan oleh mucus. Jika kita mengurangi susu, serta menggantikannya dengan susu kedelai tawar, maka sel kanker akan kelaparan.

Ketiga, sel kanker yang tumbuh subur di ling­kungan asam. Diet anti daging yang bersifat asam ialah mengonsumsi ikan dan ayam ketimbang daging sapi atau babi. Daging juga mengandung antibiotik ternak yang menumbuhkan hormon dan parasit yang berbahaya. Daging pun terkait penimbunan lemak. Hal ini berkaitan dengan keberadaan kolesterol yang termasuk salah satu komponen lemak. Kolesterol juga bertindak sebagai lemak hewani yang tidak larut oleh air, yang merupakan komponen terbesar dalam darah. Bahan yang berwujud seperti Hlin ini berada di dalam sel darah hewan dan manusia.

Baca Juga:  Teh, Kopi, dan Minuman Ringan Kurangi Serapan Kalsium

Sesungguhnya, lemak tergolong salah satu zat gizi yang sangat diperlukan oleh tubuh, sebagaimana zat-zat lainnya, seperti karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral. Kolesterol dibawa lipoprotein menuju bagian tubuh yang memerlukannya. Kolesterol atau komponen lemak merupakan sumber energi yang memberikan kalori paling tinggi dan sangat dibutuhkan tubuh, terutama untuk membentuk dinding-dinding sel dalam tubuh. Selain itu, kolesterol juga berguna untuk pembentukan asam empedu, hormon-hormon steroid, dan vitamin D.

Sayangnya, apabila kolesterol dalam tubuh melebihi batas kebutuhan atau tertimbun dalam dinding pembuluh darah, maka bisa menyebabkan suatu kondisi yang disebut aterosklerosis, yakni penyempitan atau pengerasan pembuluh darah. Kadar kolesterol yang tinggi dapat menyumbat aliran darah.

Jika penyumbatan terjadi di jantung, maka menye­babkan terjadinya serangan jantung. Apabila penyum­batan terjadi di otak, maka mengakibatkan serangan otak alias stroke. Biasanya, kondisi seperti ini ditandai dengan meningkatnya tekanan darah yang tinggi atau darah tinggi. Semuanya itu menjadi pangkal penyakit kanker.

Pada umumnya, kolesterol dalam tubuh orang-orang yang gemuk atau mengalami obesitas bernilai tinggi. Sebaliknya, orang-orang bertubuh kurus belum tentu aman dari serangan kolesterol tinggi. Penderita kolesterol tinggi sering menderita tekanan darah tinggi, meskipun tekanan darahnya rendah. Sementara itu, orang yang tekanan darahnya rendah harus berhati-hati dalam melakukan terapi herbal. Sebab, sebagian besar herbal yang berfungsi menurunkan kolesterol ternyata dapat menurunkan tekanan darah.

Keempat, kopi, teh, dan cokelat yang mempunyai kandungan kafein tinggi. Sebaiknya, kita tidak banyak mengonsumsi minuman tersebut. Kita mesti sering mengonsumsi air bersih atau air yang telah disaring guna menghindari racun dan logam berat yang terkandung dalam air ledeng.