Faktor Penyebab Kerusakan Mata

DokterSehat.com – Tanpa disadari gaya hidup dan lingkungan yang tercemar bisa mengganggu kesehatan mata. Bila tidak dijaga dengan benar maka kondisi mata bisa memburuk. Bahkan kerusakan bisa terjadi saat usia muda. Berikut ini beberapa faktor yang bisa merusak kesehatan mata:



1. Merokok

Banyak efek buruk yang ditimbulkan oleh rokok, salah satunya berdampak pada rusaknya pandangan mata Anda. Rokok mangandung banyak zat kimia yang merugikan bagian sensitif dari retina yakni makula. Saat sel-sel makula mati, maka risiko kerusakan mata lebih besar terjadi.

2. Mengerutkan mata

Kadang kita tidak sadar telah memberikan banyak tekanan pada mata, seperti saat menonton TV, bekerja di depan layar komputer, atau membaca berjam-jam. Tekanan yang berlebihan ini membuat otot-otot sekitar mata mengalami kerusakan. Akibatnya, gangguan penglihatan pun akan Anda alami.

3. Sinar ultraviolet (UV)

Saat matahari sedang terik-teriknya sebaiknya pakailah kacamata hitam. Sinar matahari mengandung UV yang bisa membahayakan mata. Kornea mata bisa terbakar dan merusak lensa mata serta retina. Selain itu, sinar UV yang berlebihan pada mata juga bisa meningkatkan risiko katarak.

4. Tekanan darah tinggi

Bila tidak diobati dengan benar tekanan datah tinggi bisa membahayakan mata. Kondisi ini dapat merusak pembuluh darah di retina, yakni daerah di belakang mata yang berguna memfokuskan gambar. Penyakit ini disebut juga retinopati hipertensi.

5. Diabetes

Penderita diabetes kemungkinan akan terkena beberapa penyakit mata seperti glaukoma. Kondisi ini disebut dengan retinopati diabetes, yakni di mana retina mengalami kerusakan parah. Sekarang ini, glaukoma merupakan penyebab utama terjadinya kebutaan dan penglihatan kabur.

6. Alkohol

Mengkonsumsi alkohol berlebihan juga bisa membahayakan tubuh, termasuk mata. Alkohol bisa mengakibatkan masalah pada penglihatan dan kesehatan mata secara keseluruhan, seperti melambatnya reaksi pupil, penurunan kinerja visual, mata kemerahan, sering migran, dan penurunan sensitivitas kontras.

Baca Juga:  Mengenal Kejang dan Epilepsi