Faktor Penyebab Hipertensi

DokterSehat.Com – Hipertensi merupakan salah satu penyakit turunan yang banyak diderita oleh penduduk Indonesia. Oleh karena itu sangatlah penting untuk mengetahui faktor penyebab penyakit turunan ini sejak dini.

doktersehat-konsultasi-dokter

Penyebab hipertensi
Berdasarkan etiologinya, hipertensi dibagi menjadi:

  1. Hipertensi esensial ( primer/idiopatik ).
    Lebih dari 90% kasus hipertensi termasuk dalam kelompok ini. Yang menjadi penyebab jenis ini adalah faktor genetik ( terlihat dari adanya riwayat penyakit kardiovaskuler dari keluarga, sensitivitas pada natrium, kepekaan terhadap stress, peningkatan reaktivitas vaskular terhadap vasokonstriktor, dan resistensi insulin ) dan faktor lingkungan ( makan garam berlebihan, stress psikis, dan obesitas ).
  2. Hipertensi sekunder
    Prevalensinya hanya sekitar 5-8% dari seluruh penderita hipertensi. Hipertensi ini dapat disebabkan oleh penyakit ginjal (hipertensi renal), penyakit endokrin (hipertensi endokrin), obat dan lain-lain.

Faktor risiko hipertensi
Faktor risiko terjadinya hipertensi yaitu, sebagai berikut :

  • Usia
    Risiko terjadinya hipertensi meningkat sesuai dengan peningkatan usia. Pada usia pertengahan tahun, laki – laki lebih berisiko untuk mengalami hipertensi sedangkan wanita lebih berisiko untuk mengalami hipertensi setelah menopause.
  • Ras
    Hipertensi lebih sering terjadi pada ras hitam, seringkali terjadi pada usia muda jika dibandingkan dengan ras kulit putih putih. Komplikasi serius, seperti stroke dan serangan jantung, lebih sering terjadi pada ras kulit hitam.
  • Riwayat keluarga
  • Overweight atau obesitas
    Individu dengan overweight dan obesitas memiliki risiko untuk mengalami hipertensi. Semakin tinggi berat badan seseorang, semakin besar pasokan darah yang diperlukan untuk mencukupi kebutuhan oksigen dan nutrisi jaringan. Seiring dengan peningkatan volume yang melalui pembuluh darah, maka tekanan pada dinding kapiler pun meningkat.
  • Kurang aktif bergerak.
    Individu yang kurang aktif secara fisik memiliki kecenderungan memiliki denyut jantung lebih tinggi. Semakin tinggi detak jantung, semakin berat jantung harus bekerja di setiap kontraksi dan semakin kuat tekanan pada arteri. Selain itu, kurang aktivitas fisik meningkatkan risiko kegemukan.
  • Merokok
    Merokok tidak hanya akan meningkatkan tekanan darah sementara tetapi zat kimia yang terkandung di dalamnya akan merusak permukaan dinding arteri, hal ini akan menyebabkan arteri akan menyempit, dan tekanan darah akan meningkat.
  • Diet tinggi garam ( sodium)
    Diet tinggi garam dapat menyebabkan retensi cairan tubuh yang akan meningkatkan tekanan darah.
  • Diet kurang potasium
    Potasium membantu menyeimbangkan kadar sodium dalam sel. Diet kurang potasium akan menyebabkan akumulasi sodium dalam darah.
  • Diet kurang vitamin D
    Mekanisme defisiensi vitamin D dengan peningkatan tekanan darah belum sepenuhnya dimengerti. Vitamin D diduga berefek pada enzim yang diproduksi oleh ginjal yang akan mempengaruhi tekanan darah.
  • Alkohol
    Mengkonsumsi banyak alkohol dapat menyebabkan tubuh melepaskan hormon yang dapat meningkatkan tekanan darah dan detak jantung.
  • Stres
  • Penyakit kronik
  • Individu yang menderita kolesterol, diabetes, penyakit ginjal kronik berisiko untuk mengalami hipertensi