Fakta yang perlu diketahui bunda tentang sembelit pada balita

DokterSehat.Com – Gangguan pencernaan yang sering menimpa si kecil salah satunya adalah sembelit atau konstipasi. Umumnya kasus sembelit pada anak  tidak dikategorikan sebagai gangguan berbahaya, meski demikian dalam beberapa kasus ayah bunda perlu memberikan penanganan khusus termasuk membawa si kecil ke dokter guna mendapatkan diagnosa dan penanganan medis.



Sembelit dapat terjaadi saat si kecil telat buang air besar (BAB). Dalam kondisi normal, si kecil  umumnya buang air besar 1-2 hari sekali, jika si kecil tidak BAB dalam waktu 2-3 hari, feses atau tinja dalam usus akan mengeras dan cenderung lebih susah untuk dikeluarkan dan menyebabkan otot-otot usus berkontraksi sehingga memicu sensasi sakit perut. Dalam beberapa kasus yang lebih serius, tinja yang keras dapat melukai permukaan usus.

Penyebab

Sebagian besar sembelit disebabkan oleh pola makan yang kurang air dan serat. Air dan serat berfungsi untuk membantu pergerakan usus. Anak-anak yang sering makan makanan cepat saji  seperti burger, kentang goreng, milkshake, permen, kue, minuman ringan manis biasanya lebih sering sembelit. Pada bayi, sembelit dapat terjadi akibat transisi dari ASI ke susu formula bayi, atau dari makanan bayi ke makanan padat.

Perlu diingat bahwa beberapa anak menahan pergi ke kamar mandi karena tidak ingin meninggalkan keasyikan mereka bermain,  menggunakan toilet yang jauh dari rumah atau harus meminta ijin orang dewasa untuk pergi ke toilet. Bila hal ini berlanjut maka tinja akan makin mengeras dan terjadilah sembelit.

Stres juga dapat menyebabkan sembelit. Anak-anak bisa sembelit ketika mereka sedang cemas tentang sesuatu, seperti memulai di sekolah baru atau adanya masalah di rumah. Penelitian telah menunjukkan bahwa gangguan emosional dapat mempengaruhi fungsi usus sehingga menyebabkan sembelit maupun diare pada anak.

Baca Juga:  Diet Yang Tidak Sehat

Beberapa anak bisa sembelit karena kondisi yang disebut sindrom iritasi usus (Irritable Bowel Syndrome / IBS) yang dapat terjadi ketika mereka sedang stres atau makan makanan pemicu IBS misalnya makanan yang berlemak atau pedas. Seorang anak dengan IBS bisa sembelit atau diare dan disertai sakit perut atau banyak gas. Dalam kasus yang jarang, sembelit merupakan tanda penyakit medis lainnya. Hal tersebut ditandai dengan sembelit yang terjadi terus menerus atau berlangsung selama 2 – 3 minggu.

Gejala

Hampir sama dengan orang dewasa, gejala-gejala yang dialami si buah hati saat mengalami sembelit diantaranya adalah BAB tidak teratur atau sulit buang air besar, perut terasa lebih kembung dan keras, serta mengeluh sakit perut atau si kecil menjadi lebih rewel dan sering memegangi bagian perutnya. Dalam beberapa kasus, gejala sembelit dapat pula disertai dengan muntah.

Meski umumnya sembelit tidak terlalu serius, tidak ada salahnya untuk membawa si kecil ke dokter anak saat mereka mengeluhkan sakit perut terutama jika terjadi beberapa kali dalam seminggu. Ayah bunda juga harus curiga saat si kecil jarang BAB.

Langkah mengatasi sembelit pada anak

Jika si kecil divonis mengalami sembelit, biasanya dokter hanya akan menyarankan agar sikecil cukup mendapatkan asupan serat dari sayur dan buah-buahan. Cara mudah untuk menentukan porsi buah dan sayuran si kecil adalah dengan membandingkan dengan ukuran kepalan tangan si kecil. Para ahli merekomendasikan si buah hati mendapatkan asupan sayur dan buah sebanyak lima kali ukuran kepalan tangan si kecil per hari.

Dalam beberapa kasus yang dianggap cukup serius, dokter biasanya akan meresepkan obat pencahar khusus anak-abak untuk mempermudah pengeluaran tinja dari saluran pencernaan sibuah hati.