Fakta tentang Penyakit Campak

DokterSehat.Com – Campak merupakan penyakit infeksi yang sangat mudah menular yang ditandai dengan munculnya ruam di seluruh permukaan tubuh. Campak disebut juga measles atau rubeola.

doktersehat-cacarair-cacar-air-varicella-campak-Henoch-Schonlein-Purpura-HSP

Vaksin campak dapat melindungi tubuh seseorang dari penyakit ini. Vaksin campak ini dapat berupa vaksin MMR (Measles, Mumps, and Rubella) dan MMRV (Measles, Mumps, Rubella, and Varicella). Vaksin campak di Indonesia termasuk dalam program imunisasi dasar yang wajib diberikan pada bayi.

Apa yang menyebabkan campak?

Campak disebabkan oleh virus. Virus tersebut menular ketika seseorang yang sedang sakit campak batuk, bersin, atau berbagi makanan atau minuman dengan orang lain. Virus campak juga bisa beterbangan di udara. Artinya seseorang bisa menderita campak bila berada di dekat seorang penderita campak meskipun penderita tersebut tidak batuk atau bersin ke arah orang lain.

Virus campak dapat menular ke orang lain sejak 4 hari sebelum ruam muncul hingga 4 hari setelahnya. Virus ini lebih sering menular pada saat seseorang terinfeksi pertama kali dimana orang tersebut belum menyadari bahwa dirinya menderita campak.

Seseorang yang sudah pernah menderita campak, tidak akan pernah menderita campak lagi seumur hidupnya. Sebagian besar individu yang lahir sebelum tahun 1957 pernah menderita campak sehingga telah memiliki kekebalan tubuh alami.

Apa saja gejala campak?

Gejala awal campak mirip dengan gejala flu – antara lain: demam tinggi, hidung berair, bersin, nyeri tenggorokan, dan batuk kering. Kelenjar limfe di leher juga mungkin mengalami pembengkakan. Individu juga dapat merasa letih, mengalami diare, dan sakit mata. Saat gejala awal ini mulai hilang, muncullah bercak kemerahan di dalam rongga mulut, diikuti dengan ruam di sekujur tubuh.

Pada orang dewasa, gejala penyakit campak ini biasanya akan lebih berat dibanding pada anak-anak.

Gejala campak biasanya baru muncul 7-18 hari setelah seseorang kontak dengan penderita campak. Jeda waktu ini disebut masa inkubasi.

Bagaimanakah pengobatan campak?

Jika muncul gejala seperti yang telah disebutkan di atas, jangan ragu untuk menghubungi dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan dan memberikan tata laksana yang sesuai.

Baca Juga:  Semangka, Buah yang Sehat Untuk Ginjal

Campak biasanya dapat sembuh hanya dengan perawatan di rumah saja. Minum obat penurun panas, bila perlu. Baca dan ikuti petunjuk pemakaian obat yang tertera pada label. Selain itu, penderita harus banyak istirahat dan banyak minum air putih. Sebisa mungkin hindari kontak dengan orang lain untuk mencegah penularan. Orang yang menderita campak sebaiknya tidak masuk sekolah, kerja, atau berada di tempat keramaian sampai minimal 4 hari setelah munculnya ruam yang pertama kali.

Dokter juga mungkin akan menyarankan suplemen vitamin A untuk anak yang menderita campak.

Biasanya, campak sembuh dalam 2 minggu. Namun, campak juga dapat menimbulkan komplikasi yang berbahaya, seperti infeksi paru (pneumonia) atau infeksi otak (ensefalitis). Meskipun sangat jarang, campak juga dapat menyebabkan kejang atau meningitis (radang selaput otak).

Jika seseorang kontak dengan seorang penderita campak padahal belum pernah mendapat vaksin campak, infeksi dapat dicegah dengan pemberian imunoglobulin atau vaksin campak secepatnya. Bayi di bawah usia 12 bulan, ibu hamil, dan orang dengan sistem imun yang lemah juga memerlukan imunoglobulin bila kontak dengan penderita campak.

Apa pentingnya mencegah campak?

Vaksinasi campak pada anak sangatlah penting, karena terkadang campak bisa menimbulkan komplikasi yang berbahaya.

Baru-baru ini banyak muncul pemberitaan mengenai adanya hubungan antara penggunaan vaksin campak dengan autisme pada anak sehingga membuat para orang tua menjadi resah dan ragu untuk memberikan vaksin campak untuk anak mereka. Padahal, kenyataannya penelitian secara ilmiah membuktikan bahwa tidak ada hubungan antara vaksin campak dengan autisme.

Campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular. Wabah campak sangat mudah terjadi. Jadi, diperlukan kewaspadaan saat akan berkunjung ke daerah lain, terutama bila daerah tersebut diketahui sedang ada wabah campak. Pastikan mendapat vaksin campak sebelum bepergian ke daerah lain tersebut.