Fakta tentang Filariasis

DokterSehat.Com – Filariasis merupakan penyakit parasit yang disebabkan oleh cacing berukuran mikroskopis yang berbentuk seperti benang. Cacing dewasanya hidup di sistem limfatik tubuh manusia. Sistem limfa ini berperan dalam mempertahanken keseimbangan cairan tubuh dan melawan infeksi. Filariasis menular dari satu orang ke orang lain melalui gigitan nyamuk.

doktersehat-bengkak-kaki-kelainan

Orang dengan penyakit ini dapat mengalami limfedema (pembengkakan saluran limfe) dan elephantiasis (penyakit kaki gajah) serta pada pria, dapat terjadi pembengkakan kantung pelir, yang disebut hidrokel. Di samping masalah kesehatan fisik, filariasis juga seringkali menjadi masalah sosial. Masyarakat seringkali mengucilkan orang-orang yang menderita filariasis karena bentuk tubuhnya yang menjadi berbeda. Penderita filariasis juga sulit melakukan aktivitas atau pekerjaannya dalam kondisi ini sehingga menimbulkan masalah dalam keluarga dan masyarakat.

Epidemiologi dan faktor risiko

Ada tiga spesies cacing filaria yang dapat menyebabkan filariasis pada manusia. Penyebab yang paling banyak adalah Wuchereria bancrofti. Di Asia, penyakit ini juga dapat disebabkan oleh Brugia malayi dan Brugia timori.

Infeksi cacing ini menular melalui gigitan nyamuk. Cacing dewasa hidup dalam pembuluh limfe manusia dan berkembang biak menghasilkan jutaan anak cacing berukuran mikroskopis yang disebut mikrofilaria. Mikrofilaria beredar di dalam darah dan akan ikut masuk ke dalam tubuh nyamuk bila darah yang mengandung mikrofilaria tersebut terhisap oleh nyamuk. Mikrofilaria selanjutnya mengalami perkembangan di dalam tubuh nyamuk menjadi bentuk larva yang lebih dewasa. Jika nyamuk menggigit orang lain, larva tersebut akan keluar bersama dengan air liur nyamuk, lalu berjalan di dalam tubuh manusia dan menetap di dalam saluran limfe. Untuk berkembang menjadi dewasa, larva tersebut memerlukan waktu kurang lebih 6 bulan. Sedangkan bentuk cacing dewasanya dapat hidup di dalam tubuh manusia selama 5-7 tahun bila tidak diobati.

Banyak nyamuk yang dapat menularkan penyakit ini. DI Afrika, vektor yang paling banyak adalah Anopheles, sedangkan di Amerika, Culex quinquefasciatus. Aedes dan Mansonia banyak menularkan penyakit ini di Asia-Pasifik.

Penyakit filariasis dapat timbul beberapa bulan bahkan beberapa tahun setelah gigitan nyamuk. Orang yang tinggal di daerah tropis dan subtropis dimana penyakit ini banyak ditemukan berisiko lebih besar untuk menderita penyakit ini.

Filariasis diderita oleh lebih dari 120 juta orang di 73 negara tropis dan subtropis di Asia, Afrika, Pasifik Barat, serta sebagian kepulauan Karibia dan Amerika Selatan. Di Amerika, hanya ada empat negar yang mengalami endemis filariasis, yaitu: Haiti, Republik Dominika, Guyana, dan Brazil.

Baca Juga:  Cara Meningkatkan Daya Tahan Tubuh di Musim Hujan

Tanda dan gejala

Meskipun parasit atau cacing tersebut merusak sistem limfe, sebagian besar penderita filariasis tidak merasakan gejala apapun. Mereka bahkan tidak mengetahui bahwa dirinya menderita filariasis sampai dilakukan pemeriksaan darah. Hanya sebagian kecil yang berlanjut menjadi limfedema. Limfedema ini terjadi karena gangguan fungsi sistem limfe sehingga cairan terkumpul di suatu tempat. Limfedema biasanya terjadi pada kaki, tetapi bisa juga di lengan, buah dada, dan daerah genital. Sebagian besar penderita mengalami gejala ini bertahun-tahun setelah terinfeksi.

Pembengkakan dan penurunan fungsi sistem limfe membuat tubuh kesulitan dalam melawan infeksi kuman. Oleh karena itu, penderita akan lebih mudah mengalami infeksi bakteri pada kulit dan sistem limfe. Infeksi ini akan menyebabkan pengerasan dan penebalan kulit yang disebut dengan elephantiasis (penyakit kaki gajah). Infeksi bakteri ini bisa dicegah dengan menjaga kebersihan kulit dan olahraga teratur.

Infeksi filaria juga dapat menyebabkan sindrom eosinofilia pulmonal. Gejalanya meliputi batuk, napas pendek-pendek, dan wheezing (mengi).

Diagnosis dan pengobatan

Metoden standar untuk mengetahui adanya infeksi aktif adalah dengan pemeriksaan darah secara mikroskopik. Mikrofilaria ini biasanya lebih aktif beredar dalam darah pada malam hari (disebut juga periodisitas nokturnal) sehingga pengambilan sampel darah juga sebaiknya dilakukan pada malam hari.

Diethylcarbamazine (DEC) merupakan terapi obat pilihan untuk filariasis. Namun, tidak semua kasus filariasis perlu obat ini, terutama jika tidak ditemukan adanya parasit yang aktif pada pemeriksaan darah. Penderita filariasis juga harus mendapatkan pengetahuan mengenai higiene, latihan tertentu dan perawatan luka untuk mencegah bertambah buruknya kondisi filariasisnya. Tanyakanlah pengobatan dan perawatan yang benar kepada dokter.

Pencegahan

Cara terbaik untuk mencegah filariasis adalah dengan menghindari gigitan nyamuk. Nyamuk yang membawa mikrofilaria biasanya aktif pada malam hari. Jika tinggal di daerah endemis filariasis, pastikan untuk:

  • Tidur dalam ruangan yang tertutup atau menggunakan kelambu
  • Mengenakan pakaian berlengan panjang dan celana panjang pada malam hari
  • Menggunakan lotion anti nyamuk