Fakta Mengenai Depresi Pada Anak

DokterSehat.Com – Kita masih cenderung menyepelekan anak yang terlihat kurang bahagia karena menganggap masalah stress dan depresi hanya akan dirasakan oleh orang dewasa. Padahal, dalam realitanya kehidupan modern ikut membuat anak-anak kini tidak lagi lepas bermain dengan ceria layaknya anak-anak pada jaman dahulu. Sebuah blog tentang wanita dan anak-anak di Australia, Women’s and Children’s Network mengungkapkan sebuah fakta mengejutkan dimana 3 hingga 10 persen dari semua anak-anak berusia remaja, yakni 12 hingga 17 tahun, akan mengalami depresi. Sementara itu, 2 persen anak berusia lebih muda dan berada di sekolah dasar juga mengalami depresi.

doktersehat-anak-sakit-termometer

Beberapa fakta lain yang menunjukkan jika depresi pada anak-anak kini tidak bisa lagi diabaikan adalah empat persen dari semua anak dengan usia dini sudah memberikan gejala-gejala awal terkena depresi. Pada usia 6 hingga 12 tahun atau saat anak sudah menginjak sekolah dasar, 10 persen diantara sejumlah anak-anak tersebut sudah mengalami rasa sedih yang bisa berlangsung hingga hitungan mingguan hingga bulanan. Bahkan, lima persen dari anak di usia lebih dari 12 tahun ditengarai  sudah mengalami depresi dalam level yang cukup berat.

Secara umum sendiri, lima persen dari semua anak di dunia akan mengalami depresi menurut psikiater bernama Monika Reverger. Biasanya, anak-anak yang mengalami depresi ini akan memberikan tanda-tanda berupa semakin mudahnya anak merasa sedih atau ingin menangis, mudah tersinggung, cenderung tidak mau bersosialisasi dengan anak-anak lainnya, mudah merasa bersalah namun juga mudah merasa disisihkan, hanya saja anak justru tidak mau terbuka akan perasaannya.

Anak yang terkena depresi juga akan memiliki gangguan kesehatan dalam hal mendapatkan fokus dan konsentrasi, susah untuk tidur dan mendapatkan pola makan yang sehat, dan cenderung sering berbuat masalah di lingkungan sekolah atau di keluarga sendiri. Jika anak sudah menunjukkan tanda-tanda ini. Maka orang tua pun harus mulai memperhatikan anak dengan lebih baik dan mencoba untuk memberikan perhatian dan komunikasi untuk membantu meredakan masalah depresi pada anaknya.