Disleksia – Fakta Membaca

Beberapa fakta mengenai kemampuan membaca antara lain:

doktersehat-anak-belajar-stres

  • Membaca merupakan proses yang kompleks, meliputi pengenalan simbol bahasa dalam bentuk yang tercetak. Membaca bukanlah kemampuan yang ada dari lahir, perlu dipelajari. Menulis kata-kata tidak akan berarti apapun sampai dengan pembaca membangun arti dengan mengolah dan menginterpretasikannya.
  • Akuisisi keterampilan membaca sangat terkait dengan perkembangan bahasa pada anak-anak. Kemampuan untuk memecah kata menjadi suara atau fonem, adalah keterampilan inti yang perlu dikuasai agar bisa menjadi pembaca yang fasih.
  • Ini disebut “kesadaran fonemik.” Misalnya, dalam membaca kata “IBU”, seseorang harus menyadari komponen grafemnya, lalu memecahnya menjadi fonem “i/ eb/ u”. Kemudian, seseorang harus memadukan fonem kembali ke kata yang diucapkan “IBU” yang kemudian diproduksi melalui suara.
  • Proses ini disebut pengejaan kata. Kedengarannya rumit, dan memang begitu. Namun kebanyakan anak yang memiliki akses terhadap instruksi dan dengan tidak adanya defisit sensorik atau neurologis lainnya menguasai keterampilan ini dengan mudah.
  • Tetapi beberapa anak, proses dasar ini terganggu sering menyebabkan perjuangan seumur hidup dengan membaca. Ini adalah individu dengan ketidakmampuan belajar yang disebut “gangguan membaca”, yang dikenal sebagai disleksia.

Disabilitas dalam belajar
Ketidakmampuan belajar adalah istilah “payung” yang diberikan kepada sekelompok kondisi yang berbeda, yang mencakup kesulitan dalam melakukan tugas-tugas akademis tertentu walaupun memiliki kecerdasan, kesempatan, motivasi dan sekolah untuk melakukannya. Kondisi ini akan mempengaruhi kehidupan di dalam pendidikan, pekerjaan terkait, atau sosial.

Meskipun disleksia (gangguan membaca) adalah disabilitas belajar yang paling umum dan paling dikenal, ada beberapa orang lain termasuk disabilitas matematika, disabilitas dengan ekspresi tertulis (tulisan), disabilitas dengan ekspresi lisan (berbicara), gangguan pemahaman verbal, dan gangguan keterampilan pragmatik/ non verbal (sosialisasi).

Kita tidak tahu persis seberapa sering kelainan ini terjadi, namun beberapa bukti memperkirakan terjadi pada sekitar lima sampai enam persen populasi juga. Ada banyak tumpang tindih dengan penderita disleksia dan kelainan lainnya.

Disleksia – Halaman Selanjutnya: 1 2 3 4 5 6 7