Facebook Membuatmu Tidak Berbahagia

DokterSehat.Com – Salah satu media sosial yang cukup banyak digunakan oleh manusia adalah Facebook. Pada media sosial ini, kita bisa membagi apa saja, berkomentar apa saja, berinteraksi dengan banyak orang, sekaligus mendapatkan berbagai informasi yang kita butuhkan. Meskipun terlihat menyenangkan, menggunakan Facebook ternyata bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan psikologis kita. Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan oleh pakar kesehatan dari Unviersity of Copenhagen, Denmark, bahkan menyebutkan jika Facebook ternyata membuat kita tidak berbahagia. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

doktersehat-gadget-handphone-media-sosial

1.095 orang dilibatkan dalam penelitian ini. Para partisipan dibagi dalam beberapa kelompok dimana ada kelompok yang terus menggunakan Facebook tanpa henti dan sebagian lain diminta untuk beristirahat dan tidak menggunakannya. Hasilnya adalah, mereka yang terus menggunakan Facebook tanpa jeda cenderung mudah mengalami depresi, rasa iri, dan tidak bahagia. Sementara itu, mereka yang beristirahat dan tidak menggunakannya, cenderung merasakan kepuasan dalam hidupnya dan merasa lebih berbahagia.

Morten Tromholt, pakar kesehatan yang terlibat dalam penelitian ini, menyebutkan jika Facebook memang membuat kita terkoneksi dengan banyak orang di berbagai tempat dengan mudah. Sayangnya, hal ini bisa menimbulkan kecemburuan dan iri hati sehingga sangat buruk bagi kesehatan psikologis. Padahal, andai mereka mau berhenti menggunakannya dalam beberapa waktu dan lebih menikmati hidup bersama dengan keluarga dan teman-teman, atau bahkan melakukan hal-hal lain yang lebih menyenangkan, maka tingkat kepuasan hidup mereka cenderung naik dengan signifikan.

Menurut Tromholt, dari penelitian ini, diketahui bahwa generasi muda dengan rentang usia 19 hingga 32 tahun cenderung menggunakan lebih banyak waktu untuk menggunakan media sosial, termasuk Facebook. Yang menjadi masalah adalah, semakin banyak waktu yang mereka habiskan dengan media sosial, semakin besar pula resiko mereka untuk terkena depresi.