
DokterSehat.com telah dipercaya lebih dari 6 tahun sebagai Informasi Kesehatan, tips kesehatan
dan konsultasi online segala macam jenis penyakit, kanker, seksualitas dan kesehatan keluarga.
Doktersehat.com – Es krim merupakan hidangan yang menjadi favorit banyak orang terlebih lagi anak-anak. Sangat cocok untuk dinikmati ketika cuaca panas tetapi hampir seluruh masyarakat memiliki persepsi sama bahwa mengonsumsi es krim akan mengakibatkan adanya potensi penyakit batuk. Suhu dingin es krim dapat mengiritasi saluran pernapasan sehingga menyebabkan penyakit yang dapat mengganggu aktifitas sehari-hari. Namun dari penelitian Rilnia Metha Sofia, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mataram, es krim coklat justru bisa menjadi obat batuk.
Umumnya masyarakat memiliki persepsi bahwa mengonsumsi es krim berpotensi mengakibatkan batuk. Suhu dingin es krim dapat mengiritasi saluran pernapasan sehingga menyebabkan batuk yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Namun penelitian Rilnia Metha Sofia, Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mataram, membuktikan es krim coklat justru bisa menjadi obat batuk.
Dalam presentasinya pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNas) 25 yang diadakan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Selasa (10/7/2012) Rilna mengungkapkan es krim yang dibuat dari bahan coklat ternyata mengandung bahan makanan yang dapat menekan refleks batuk. “Cokelat mengandung zat tobromin yang secara signifikan dapat menekan refleks batuk. Cara kerja tobromin ini sama dengan cara kerja obat-obat batuk dalam meredakan batuk,” kata Rilna saat mempresentasikan hasil penelitiannya yang berjudul “Es Krim Coklat Sebagai Obat Batuk Antitusif” .
Suhu dingin es, menurut Rilna, justru dapat bekerja secara sinergis dengan tobromin untuk meredakan batuk. Menurutnya, dingin dengan suhu yang sangat rendah, memang dapat menyebabkan terjadinya cedera pada sel, termasuk pada sel saluran nafas sehingga menginduksi terjadinya batuk. Namun, dingin dengan suhu yang lebih tinggi, justru dapat mengakibatkan penyempitan pembuluh darah lokal tanpa menyebabkan cedera pada sel.
Dalam penelitiannya, Rilna menggunakan sampel yang terdiri dari 30 orang mahasiswa laki-laki Fakultas Kedokteran Universitas Mataram. Mereka dibagi menjadi 5 kelompok dan diberi perilaku yang berbeda-beda. Satu kelompok diberi zat dalam obat batuk Dextrometorphan (DMP). Kelompok lain diberi krim coklat, es krim, dan es krim coklat sehingga dapat diketahui efek yang terjadi pada masing-masing kelompok.
“Efek mengonsumsi es krim coklat pada penderita batuk ternyata mirip dengan efek mengonsumsi DMP. Terlebih, es krim coklat tidak memiliki efek samping yang berarti jika digunakan sebagai obat. Rasanya yang enak akan meningkatkan kepatuhan pasien minum obat, terutama anak-anak,” lanjutnya. Hasil penelitian iniliah yang mengantarkan Rilna dan kawan-kawan lolos sebagai peserta PIMNas 25 kategori Program Kreatifitas Mahasiswa Penelitian (PKM-P).
Sumber : kompas.health.com & republika.co.id
Es Krim Coklat Dapat Menyembuhkan Batuk ,
tapi es krimnya kan nggak bisa sembarangan es krim toh ?
Setuju atau Tidak Setuju:
0
0
ane baru tau nih kalo es krim coklat bisa menyembuhkan batuk.. dikirain coklat itu bisa memicu datangnya batuk. makasih dok tuk inponya.
Setuju atau Tidak Setuju:
0
0
Makasih dok infonya. tapi bukan es krim sembarangan ya ? sekalian mau promosi blog saya http://Alfinpokeba.blogspot.com terima kasih dok
Setuju atau Tidak Setuju:
0
0
Itu utk batuk berdahak ato batuk tdk berdahak dok??
Setuju atau Tidak Setuju:
0
0