Eritema Nodosum – Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

DokterSehat.Com– Eritema nodosum adalah tipe peradangan kulit yang terjadi di lapisan lemak kulit. Eritema nodosum berbentuk kemerahan, nyeri, dan ada benjolan lunak yang seringkali terjadi di tungkai kaki depan, di bawah lutut. Benjolan lunak, atau nodul dari eritema nodosum berukuran beragam. Penyakit ini akan mengenai kulit kurang lebih selama beberapa minggu, kemudian akan mengering dan menjadi datar, meninggalkan bekas seperti memar.

Eritema-Nodosum-doktersehat

Eritema nodosum dapat hilang sendiri dalam 3-6 minggu. Setelah hilang, maka kulit akan tampak seperti memar temporer atau lekukan kronik di kulit di mana lapisan lemaknya terkena.

Eritema nodosum kronik merupakan kondisi lesi yang muncul di area lain, dalam periode beberapa minggu sampai bulan. Namun, eritema nodosum kronik yang aapat berlangsung selama bertahun-tahun dalam pola lain. Eritema nodosum kronik biasanya berulang dan dapat diobati jika penyakit utama yang mendasarinya diatasi.

Penyebab Eritema Nodosum

Eritema nodosum bersifat idiopatik atau tidak diketahui penyebabnya. Dalam beberapa kasus, eritema nodosum adalah hasil dari respons imun yang abnormal, paling sering dipicu oleh infeksi, obat-obatan, atau kondisi yang menyebabkan peradangan kronis, seperti radang tenggorokan, penyakit jamur, infeksi mononucleosis, sarkoidosis, penyakit Behcet, penyakit radang usus (penyakit Crohn dan kolitis ulserativa), dan kehamilan normal.

Periset tidak sepenuhnya yakin bagaimana eritema nodosum berkembang. Satu teori adalah bahwa hal itu mungkin disebabkan oleh penumpukan kompleks imun dalam pembuluh darah kecil dan koneksi di lemak subkutan. Penumpukan ini menyebabkan peradangan.

Sekitar 1,2 persen penderita kusta mengembangkan tipe eritema nodosum yang disebut eritema nodosum leprosum atau reaksi lepra tipe 2.

Kemungkinan penyebab eritema nodosum, seperti melansir Medical news Today, meliputi:

  • Infeksi, seperti faringitis streptokokus atau radang tenggorokan
  • Infeksi bakteri, seperti Mycoplasma pneumonia atau tuberculosis
  • Infeksi virus
  • Infeksi jamur yang dalam
  • Sarkoidosis –peradangan di beberapa bagian tubuh
  • Kanker
  • Antibiotik
  • Kontrasepsi oral
  • Kehamilan
  • Kondisi yang menyebabkan peradangan kronis, seperti penyakit radang usus (IBS), kolitis ulserativa (UC), dan penyakit Crohn
  • Sulfonamid, salisilat, dan obat antiinflamasi nonsteroid lainnya (NSAID)
  • Bromida dan iodida
  • Genetika

Gejala Eritema Nodosum

Eritema nodosum dapat berkembang secara tiba-tiba tanpa tanda peringatan apa pun. Beberapa orang mengalami gejala yang tidak spesifik sebelum lesi eritema nodosum berkembang.

Banyak tanda-tanda awal dari eritema nodosum, terutama nyeri sendi, berlanjut setelah luka berkembang dan dapat berlangsung selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan setelah hilang.

Tanda dan gejala awal yang umum dari eritema nodosum meliputi:

  • Demam
  • Kelelahan tanpa penyebab
  • Paru, tenggorokan, atau infeksi hidung
  • Nyeri sendi, otot dan kelemahan
  • Sendi bengkak, sering terjadi pada pergelangan kaki dan lutut
  • Infeksi atau peradangan
  • Batuk
  • Penurunan berat badan

Gejalanya bervariasi antar individu, namun begitu lesi eritema nodosum berkembang, biasanya memiliki beberapa karakteristik umum.

Kebanyakan luka eritema nodosum biasanya:
  • Sangat menyakitkan
  • Panas untuk disentuh
  • Merah terang selama seminggu sampai 10 hari kemudian memudar menjadi ungu atau biru
  • Di kedua sisi tubuh sama
  • Di bagian depan tulang kering, tapi kadang kala pergelangan kaki, lutut, paha, dan lengan bawah
  • Benjolan Sedikit terangkat
  • Berbentuk bulat
  • Benjolan kulit berair
  • Ukuran benjolan bervariasi dari kecil seperti anggur hingga jeruk, tapi kebanyakan antara 1-5 sentimeter
  • Jumlah benjolan antara 2 hingga lebih dari 50
  • Benjolan berkilau
Baca Juga:  Penyakit Kulit Mati Rasa

Jarang, bintik-bintik itu bisa saling bersambung membentuk cincin seperti bulan sabit yang menyebar selama beberapa hari sebelum memudar.

Diagnosis Eritema Nodosum

Dokter pertama akan melakukan pemeriksaan fisik yang mengalami ruam. Namun, biopsi –prosedur di mana bagian kecil dari kulit yang terkena diambil untuk diperiksa lebih teliti, biasanya diperlukan untuk mengkonfirmasi diagnosis eritema nodosum.

Mengobati Eritema Nodosum

Eritema nodosum awalnya diatasi dengan mengidentifikasi dan mengobati kondisi yang mendasari, bersama dengan lesi kulit.

Pengobatan untuk eritema nodosum termasuk obat anti-inflamasi, dan kortison melalui mulut atau injeksi. Colchicine yang kadang-kadang digunakan secara efektif untuk mengurangi peradangan. Pengobatan harus disesuaikan untuk pasien tertentu dan gejalanya. Penting untuk dicatat bahwa eritema nodosum, menjengkelkan dan sering menyakitkan, tidak mengancam organ internal dan prospek jangka panjang umumnya sangat baik.

Dengan istirahat yang benar, sebagian besar kasus eritema nodosum sembuh sendiri dalam waktu 1 sampai 2 bulan, dengan luka baru terus berkembang atau menyebar sepanjang beberapa minggu pertama.

Namun, beberapa orang mengalami gejala eritema nodosum selama 6 bulan atau lebih. Ini lebih mungkin jika disebabkan oleh kondisi medis yang mendasarinya atau infeksi yang tidak diobati. Eritema nodosum kronis atau jangka panjang juga akan menyebabkan nyeri sendi.

Dokter biasanya akan mendiagnosis eritema nodosum dengan mengambil biopsi, atau sampel jaringan kecil, dari luka. Perawatan yang direkomendasikan untuk setiap kasus eritema nodosum tergantung pada penyebabnya. Infeksi yang mendasari atau kondisi medis juga akan membutuhkan perawatan.

Bentuk pengobatan yang umum untuk eritema nodosum meliputi:

  • Bed rest, terutama jika bengkak dan nyeri parah
  • Mengubah obat apa pun yang menyebabkan eritema nodosum, tetapi hanya atas kebijaksanaan dokter
  • Membungkus area dengan handung dan es selama 15 hingga 20 menit, ini bisa dilakukan beberapa kali setiap hari
  • Mengangkat area yang terkena menggunakan penopang, seperti bantal
  • Obat nyeri dan anti-inflamasi yang dijual bebas
  • Kompres ringan atau perban
  • Tetrasiklin oral atau obat-obatan antibiotik
  • Kalium iodida, biasanya 400 sampai 900 mikrogram (mcg) per hari selama 1 bulan saat gejala dimulai
  • Krim steroid