Eritema Multiformis – Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Eritema multiformis adalah kondisi kulit yang penyebabnya tidak diketahui; penyakit ini adalah jenis eritema yang mungkin dimediasi oleh pembentukan kompleks imun (kompleks sebagian besar Ig yang terikat) dalam mikrovaskuler (pembuluh darah kecil) superfisial (permukaan) kulit dan membran mukosa mulut yang biasanya terjadi setelah paparan infeksi atau obat. Ini adalah gangguan umum, dengan kejadian puncak pada dekade kedua dan ketiga kehidupan. Gangguan ini memiliki berbagai bentuk atau presentasi, yang namanya mencerminkan bentuknya (multiforme, “beraneka ragam”). Lesi Target adalah manifestasi khas dari bentuk lesi kulit eritema multiformis. Dua jenis eritema: Ringan-sedang dan parah, dikenali sebagai bentuk eritema (eritema multiforme minor dan eritema multiforme mayor).

doktersehat-siku-hitam-lengan-tangan-Eritema-Multiformis-luka-bakar

Kondisi tersebut bervariasi dari ringan, dengan ruam yang terbatas (E. multiforme minor) sampai bentuk mengancam jiwa yang dikenal sebagai eritema multiforme mayor (atau eritema multiforme Majus) yang juga melibatkan membran mukosa.

Klasifikasi

  • Eritema multiforme minor-tipikal atau timbul, papula edema yang didistribusikan di akral (ujung tubuh)
  • Eritema multiforme target mayor-tipikalatau timbul, papula edema didistribusikan akral dengan keterlibatan satu atau lebih selaput lendir (mukosa); epidermal detasemen melibatkan kurang dari 10% dari total luas permukaan tubuh (TBSA)
  • SSJ/ TEN-luas dominan pada bagian punggung, perut, dan wajah, eritematosa atau makula pruritus dan erosi membran mukosa; dengan keterlibatan epidermal datasemen 10% TBSA untuk sindrom Stevens-Johnson dan 30% atau lebih untuk nekrolisis epidermal toksik (TEN).

Bentuk ringan biasanya sedikit gatal (tapi gatal bisa sangat parah), bercak merah muda-merah, simetris teratur dan dimulai pada ekstremitas (anggota gerak). Bentuk klasik adalah tampilan “target lesi” dengan lingkaran merah muda-merah di sekitar pusat. Resolusi dalam 7-10 hari adalah normal.

Baca Juga:  Sindrom Werner - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Individu dengan eritema multiforme persisten (kronis) akan sering memiliki bentuk lesi di area yang cedera, misalnya pada area kulit yang tergores atau terkikis, dalam waktu seminggu. Iritasi atau bahkan tekanan dari pakaian akan menyebabkan sakit eritema untuk terus berkembang dalam beberapa minggu sampai bulan.

Kondisi bervariasi dari ringan sampai berat. Banyak faktor etiologi yang diduga telah dilaporkan menyebabkan EM.

  • Infeksi: bakteri (termasuk vaksinasi Bacillus Calmette-Guerin (BCG), Streptococcus hemolitik, legionellosis, kusta, Neisseria meningitidis, Mycobacterium, Pneumococcus, spesies Salmonella, spesies Staphylococcus, Mycoplasma pneumoniae), Chlamidia.
  • Jamur (Coccidioides immitis)
  • Parasit (spesies Trichomonas, Toxoplasma gondii),
  • Viral (terutama Herpes simplex)
  • Reaksi obat, paling sering: antibiotik (termasuk, sulfonamid, penisilin), antikejang (fenitoin, barbiturat), aspirin, anti tuberkulosis, dan allopurinol dan banyak lainnya.
  • Faktor fisik: radioterapi, udara dingin, sinar matahari
  • Lain-lain: penyakit kolagen, vaskulitis, limfoma non-Hodgkin, leukemia, multiple myeloma, metaplasia myeloid, polisitemia

EM minor dianggap sebagai kasus yang dipicu oleh HSV (virus herpes simpleks) pada hampir semua kasus. Etiologi herpes juga menyumbang 55% dari kasus EM mayor. Di antara infeksi lain, infeksi Mycoplasma tampaknya menjadi penyebab tersering.

Penekanan Virus Herpes simplex dan bahkan profilaksis (dengan acyclovir) telah menunjukkan untuk mencegah erupsi eritema multiforme (E. multiforme minor) sampai ke bentuk yang mengancam jiwa yang parah yang dikenal dengan nama eritema multiforme mayor yang juga melibatkan membran mukosa.

Tatalaksana
Eritema multiforme sering sembuh sendiri dan tidak memerlukan pengobatan. Kesesuaian terapi dari kortikosteroid dapat membantu meredakan inflamasi di kulit.