Epilepsi Tidak Berhubungan Dengan IQ Seseorang

DokterSehat.Com – Banyak orang yang menyamakan epilepsi dengan masalah pada kejiwaan seseorang. Memang, jika penderita epilepsi sedang menunjukkan gejalanya, maka tubuhnya pun akan bergerak layaknya orang yang tidak bisa mengendalikan tubuhnya sama sekali. Selain itu, epilepsi juga kerap dianggap sebagai penyakit yang berkaitan dengan IQ seseorang. Apakah ini benar adanya?

shutterstock_326869622 copy

Irawaty Hawari, Ketua Yayasan Epilepsi Indonesia atau YEI mengungkapkan jika IQ sama sekali tidak ada kaitannya dengan penyakit epilepsi. Bahkan, jika di luar sana banyak orang yang berpikir jika penderita epilepsi akan dianggap bodoh, dalam realitanya sangat banyak penderita epilepsi yang bahkan memiliki IQ yang tingginya di atas rata-rata. Melihat adanya fakta ini, maka kini penderita epilepsi atau bahkan keluarga yang memiliki anggota epilepsi haruslah lebih baik dalam melihat potensi apa yang dimiliki sehingga tidak terkena diskriminasi di dalam kehidupan sosial masyarakat. Dalam realitanya, persepsi masyarakat tentang penderita epilepsi yang harus dihindari tentu harus dikikis secara perlahan-lahan.

Jika orang tua memiliki anak yang terkena epilepsi, ada baiknya tidak putus asa terlebih dahulu karena ada perawatan medis yang tepat untuk mengatasi masalah epilepsi. Anak-anak penderita epilepsi haruslah tetap menjalankan kegiatan layaknya anak-anak yang normal tanpa rasa takut sehingga bisa menemukan potensinya.

Untuk memastikan bahwa penderita epilepsi bisa melakukan kegiatan dengan normal layaknya orang biasa, maka pemeriksaan medis dengan dokter yang tepat harus dilakukan. Selain itu, meskipun terlihat berat, penderita epilepsi haruslah mengkonsumsi obat secara teratur untuk mencegah munculnya serangan epilepsi yang akan terjadi saat frekuensi meminum obat epilepsi terputus. Peran orang tua dalam membesarkan hati anak penderita epilepsi juga harus kuat sehingga anak penderita epilepsi tidak kehilangan kepercayaan diri dan mampu mengeluarkan prestasi sehingga persepsi masyarakat umum tentang epilepsi pun bisa berubah.